Esensi

USIA MUSIK: BAGAIMANA SELERA MUSIK CERMINKAN FASE HIDUP SESEORANG

Tiap manusia punya tahap kehidupan masing-masing. Lo bisa cek usia musik lo dengan mengamati jenis-jenis musik yang lo dengerin ternyata, Civs.

title

FROYONION.COM - Pernah nggak lo penasaran kenapa selera musik orang kalo udah mencapai usia dewasa jadi mandek? Lo bisa liat fenomena ini di sekitar lo. Bisa jadi kakak, om atau orang tua lo yang kayaknya playlist-nya nggak berubah selama bertahun-tahun. Tapi mereka nggak ngerasa bosen meski denger lagu-lagu yang sama saban hari.

Berangkat dari keingintahuan ini, sebuah studi dilaksanakan seorang peneliti bernama Arielle Bonneville-Roussy dari Jurusan Psikologi Cambridge. Simpulan yang didapatkan menunjukkan bahwa musik yang kita sukai menyesuaikan dengan tiap tahapan dan tantangan hidup yang kita hadapi. Musik ternyata bisa berevolusi sesuai dengan kebutuhan psikologis dan sosial pendengarnya. Temuan ini dimuat dalam Journal of Personality and Social Psychology.

Peneliti mengajukan sebuah teori bahwa manusia memandang musik sebagai alat bereksperimen dengan jatidiri dan definisi diri mereka. Manusia juga menggunakan musik sebagai alat sosial untuk mendirikan sebuah kelompok dan menemukan pasangan. Selain itu, musik juga dipakai manusia sebagai sarana mengekspresikan dirinya dalam hal kecerdasan, status, dan pemahaman emosional.

Genre-genre musik yang ada dikelompokkan dalam lima kategori besar berdasarkan pada ciri musik dan efek psikologis yang ditimbulkan pada pendengar: mellow, apa adanya, canggih, intens, kontemporer. 

BACA JUGA: PUNYA SELERA MUSIK BAGUS BIKIN COWOK AUTO-GANTENG, EMANGNYA IYA?

Berdasarkan temuan studi ini, usia musik seseorang bisa dibagi menjadi beberapa periode utama. Periode pertama ialah masa remaja, yang didominasi dengan musik dengan ciri khas letupan yang berkarakter intens, singkat, dan tajam. Jenis musik dengan karakter intens seperti ini adalah punk dan metal.

Dikenal karena agresivitas dan independensinya, musik jenis punk dan metal ini mencerminkan kebutuhan para remaja untuk membentuk jatidiri mereka. Musik dapat dijadikan salah satu alat terjangkau dan efektif untuk mengenali identitas diri, ungkap peneliti.

Di periode dewasa awal, dominasi musik intens mulai menurun dan jenis musik pop dan rap mengambil alih dalam daftar putar lagu seseorang. Penjelasannya, karena begitu seseorang merasa sudah menemukan jatidirinya, ia akan mulai mencari cinta.

Jenis musik pop dan rap menguatkan adanya keinginan dan hasrat dalam diri manusia untuk mencari hubungan yang dekat dengan manusia lainnya. Manusia di tahap dewasa awal, cenderung sering mendatangi tempat-tempat yang dirancang untuk membangun hubungan antarmanusia, dari bar sampai kafe.

BACA JUGA: CARA BIAR HUBUNGAN LO NGGAK GOYAH CUMA GARA-GARA LAGU ‘GLIMPSE OF US’-NYA JOJI

Fase selanjutnya dalam umur musik seseorang ialah tahap paruh baya, dengan karakter mutakhir (sophisticated) dan lugas (unpretentious). Jenis musik yang mencerminkan periode ini adalah musik klasik dan jazz yang mewakili karakter mutakhir, dan country, folk serta blues yang mewakili karakter lugas.

Genre-genre musik ini dianggap memberikan nuansa positif dan merilekskan. Sementara itu, karakter mutakhir memberikan kesan estetika yang tinggi, rumit, dan mengesankan dari karya-karya musik yang dianggap mewakili puncak kebudayaan dan peradaban manusia.

Karakter lugas memberikan sentimen kehangatan keluarga, pertemanan, cinta kasih, dan kehilangan orang-orang terkasih. Genre musik yang lugas ini membahas pengalaman-pengalaman universal seluruh umat manusia.

BACA JUGA: ALASAN KENAPA ORANG TUA ENGGAK SUKA SAMA LAGU ANAK MUDA ZAMAN SEKARANG

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Akhlis

Editor in-chief website yang lagi lo baca