Pop

CLAVIS MUNDI: NOVEL TERBARU HELMY YAHYA YANG MEMBUKTIKAN PENGELILING BUMI PERTAMA BERASAL DARI MALUKU

Lewat novel terbaru bertajuk ‘Clavis Mundi’, Helmy Yahya mengajak kita untuk tahu tentang tokoh pelaut nasional yang harusnya jadi kebanggaan masyarakat indonesia.

title

FROYONION.COM - Beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia sempat heboh perihal Singapura yang mengajak Malaysia, Brunei, dan Thailand untuk mendaftarkan kebaya ke UNESCO. Sontak aja, berita ini memicu reaksi negatif dari masyarakat, karena kok bisa, negara yang jelas-jelas lebih sering pakai kebaya dalam berbagai kegiatan (yaitu Indonesia), malah nggak diajak untuk mendaftarkan kebaya sebagai warisan negara?

Membawa isu yang serupa dengan permasalahan kebaya, pada Jumat (25/11) kemarin, Helmy Yahya, Utama Prastha, Donna Widjajanto, dan Reinhard Tawas meluncurkan novel berjudul Clavis Mundi: Legenda Enrique Maluku, Pengeliling Dunia Pertama di bilangan Jakarta Pusat.

Menurut Helmy Yahya, sosok Enrique Maluku ini adalah aset bangsa yang ‘dicuri’ oleh negara tetangga, yaitu Malaysia, bahkan sempat dibuatkan novel terlebih dahulu oleh novelis ternama Malaysia yang terbit pada tahun 1958, yaitu Harun Aminurrashid dengan judul Panglima Awang.

Kenyataan bahwa Enrique adalah orang pertama yang mengelilingi bumi lewat jalur laut sebelumnya udah dituliskan oleh Helmy Yahya lewat buku pertamanya yang berjudul Pengeliling Bumi Pertama adalah Orang Indonesia: Enrique Maluku pada tahun 2013. 

BACA JUGA: LO PENGEN MENULIS BUKU? BERIKUT TIPS DARI DEWI LESTARI YANG BISA LO TERAPIN

Patung Enrique dengan nama belakang ‘Melaka’ yang dipajang di Singapore Art Museum. (Sumber: Vivify)
Patung Enrique dengan nama belakang ‘Melaka’ yang dipajang di Singapore Art Museum. (Sumber: Vivify)

Helmy dan tim penulis ingin mengoreksi sejarah global ini. Terlebih, sosok Enrique Maluku yang dikenal Malaysia sebagai Panglima Awang ini menjadi tokoh nasional Malaysia yang diagung-agungkan, bahkan dibuatkan patung, hingga dinobatkan sebagai nama jalan di Malaysia, Civs.

"Ini [Enrique] adalah kebanggaan yang terlupakan. Enrique adalah tokoh Indonesia yang hebat, yang harus kita klaim kembali. Pengeliling bumi pertama bukan Magellan atau Elcano, melainkan putra dari Maluku, yaitu Enrique Maluku," ujar Helmy Yahya dalam acara peluncuran novel Clavis Mundi di Jakarta Pusat.

Sosok Ferdinand de Magellan, pelaut Portugis yang mencari kepulauan rempah di Indonesia. (Sumber: History)
Sosok Ferdinand de Magellan, pelaut Portugis yang mencari kepulauan rempah di Indonesia. (Sumber: History)

Melalui pemaparan Helmy Yahya dan timnya, lebih dari 500 tahun dunia percaya bahwa orang pertama yang mengelilingi bumi adalah Ferdinand de Magellan, seorang penjelajah Portugis yang ditunjuk sebagai komandan ekspedisi Spanyol, Armada de Moluccas, Civs.

Magellan memimpin armada ini untuk mencari kepulauan rempah dalam ekspedisi yang berlangsung dari tahun 1519 hingga 1522. Nggak banyak yang tahu, bahwa Ferdinand de Magellan gagal menyelesaikan ekspedisi dan nggak pernah mencapai kepulauan rempah. Magellan tewas dalam Battle of Mactan di Cebu, Filipina, cuma berjarak 692 mil laut dari tujuan akhir, yaitu kepulauan rempah, Maluku.

Sebagai inisiator peluncuran novel Clavis Mundi, Helmy mengatakan bahwa hal ini menjadi langkah awal untuk membuktikan klaim ‘Nenek Moyangku Seorang Pelaut’ bukanlah omong kosong belaka, Civs.

“‘Clavis Mundi’ itu artinya ‘Kunci Dunia’, siapa yang menguasai bahasa, ia akan membuka pintu dunia. Maka dari itu, saya sekarang mengajak teman-teman, bahwa bangsa ini harus mempunyai idola / inspirasi [Enrique Maluku], saya pikir itu yang harus kita lakukan,” tambah Helmy Yahya.

BACA JUGA: BIBLIOTHERAPY: KETIKA BUKU JADI OBAT UNTUK MENGATASI KEKHAWATIRAN DALAM HIDUP

Enrique dikenal sebagai pemuda yang pintar dan menguasai berbagai bahasa yang membuatnya dipilih Magellan untuk meyakinkan sponsor ekspedisi mereka menuju kepulauan rempah Maluku.

Berkat kepintaran Enrique, Magellan dan tim ekspedisinya berhasil mendapatkan dukungan dari Raja Carlos I di Spanyol, dan akhirnya bisa memulai ekspedisi dari Spanyol, mengelilingi dunia lewat jalur barat, hingga sampai di Maluku.

Cerita yang akhirnya disulap jadi novel Clavis Mundi ini lahir dari riset mendalam yang dilakukan sama Reinhard Tawas, Civs, yang menilik catatan sejarah Antonio Pigafetta dan Maximilianus Transylvanus, 2 orang teman yang juga ikut dalam tim ekspedisi Magellan saat itu.

Bahkan, Reinhard juga melakukan riset hingga ke Museo Naval, Museo del Prado, dan Museo Nacional Centro de Arte Reina Sofia di Madrid, Spanyol, untuk membuktikan bahwa Enrique ini memang benar berasal dari Maluku, dan berhasil mengelilingi bumi lewat laut bersama dengan Magellan dan Elcano, serta membawa rempah berupa cengkeh dan pala ke Spanyol.

Selain menerbitkan novel tersebut, rencana Helmy bersama tim risetnya ke depan adalah untuk membuat docuseries Enrique Maluku bersama salah satu OTT kenamaan mancanegara. Lalu mereka akan melakukan eksibisi keliling sekolah serta perguruan tinggi di Indonesia untuk mensosialisasikan sejarah Enrique Maluku dan berusaha mencanangkan sosoknya sebagai ikon Maluku dan Indonesia.

Juga, di tahun 2024, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia, Helmy Yahya bekerja sama dengan salah satu rumah produksi film Indonesia serta Angga Dwimas Sasongko akan mengangkat cerita Enrique ke layar lebar. Tentunya ini jadi hal yang patut anak muda tunggu-tunggu, Civs.

"Kita nggak boleh lupa, pelaut kita dulu hebat, potensi laut kita luar biasa, hal ini bukan sesuatu yang tanpa alasan. Hari ini kita menolak lupa, kita harus berpijak dengan masa lalu. Jadi kalau di masa depan Indonesia bakal hebat, adalah karena masa lalu kita juga hebat,” tutup Helmy.

Cover novel ‘Clavis Mundi: Legenda Enrique Maluku, Pengeliling Dunia Pertama’. (Sumber: Reinhard Tawas)
Cover novel ‘Clavis Mundi: Legenda Enrique Maluku, Pengeliling Dunia Pertama’. (Sumber: Reinhard Tawas)

Lewat novel Clavis Mundi, diharapkan lebih banyak anak muda Indonesia yang sadar akan pentingnya menjaga aset, warisan budaya, serta tokoh penting bangsa di masa lalu, Civs. Sebab, masa lalu kita akan menjadi pondasi yang menguatkan kita di masa yang akan datang.

Buat lo yang tertarik untuk memiliki novel yang satu ini, lo bisa cek ketersediaannya dan beli di toko buku atau e-commerce yak! (*/)

BACA JUGA: TSUNDOKU: MEMBELI BUKU TANPA MEMBACANYA. APAKAH LO SALAH SATUNYA?

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Garry

Content writer Froyonion, suka belajar hal-hal baru, gaming, dunia kreatif lah pokoknya.