FroyoHQ

JOURNEY TO THE EAST EPISODE 1: EKSPLORASI LIMA PEMUDA DARI BINTARO KE BROMO

Lima pemuda, satu tujuan, berjuta kenangan. Ini catatan perjalanan kami dalam eksplorasi dengan campervan menuju Puncak Bromo, Jawa Timur.

title

Mengawali hari dengan penuh semangat, lima pemuda yang (semoga) bertenaga ini memulai petualangan 10 hari dari Bintaro ke Bromo dengan menggunakan campervan!

Lima pemuda itu adalah gue, Erwin, Harwin, Ronald, dan Paksi. Bekerja sama dengan @evoria.id, kita berlima akan memulai perjalanan yang cukup panjang dan penuh pengalaman berkesan hingga ke ujung Pulau Jawa. 

Agak sedikit khawatir karena kita belum pernah menjalani trip se-lama dan se-jauh ini, tapi kita tetap optimis dan ambil kesempatan ini karena pastinya banyak pelajaran dan pengalaman baru yang kita dapatkan dari petualangan kali ini.

Oiya, dalam Journey to The East kali ini, kita berlima nggak berangkat langsung dari Bintaro ke Bromo, tapi kita juga singgah ke beberapa titik di Pulau Jawa. 

Titik pertama yang kita hampiri yaitu campervan park di Sari Ater (Lembang), lalu jalan-jalan di Malioboro dan nge-camp di Waduk Sermo (Jogja), main-main dan menyantap kuliner yang terkenal di Kota Malang dan Batu, lalu ke Puncak Bromo, dan mengakhiri perjalanan ke Air Terjun Madakaripura (Probolinggo).

Memulai perjalanan dengan campervan dari @indocampervan_, nggak lupa, sehari sebelumnya kita PCR test dulu untuk jaga-jaga supaya perjalanan lebih aman dan nyaman. Alhamdulillah di hari H kita semua negatif dari Covid-19 dan langsung gas ngeng dari rumah Erwin.

Sekitar 3-4 jam perjalanan, kita sampe di spot campervan park Sari Ater di Lembang. Kita nge-camp selama semalam, dan keesokan harinya, nggak ketinggalan juga kita nyobain berendam di pemandian air panas yang lokasinya ada di atas spot campervan park.

Setelahnya, kita langsung berangkat ke Jogja. Perjalanan Lembang – Jogja memakan waktu kurang lebih 8 – 10 jam, dan kita sempat istirahat di rest area KM 429, sedikit lagi sampe di Jogja.

Sekitar jam 6 pagi kita sampe juga nih di Malioboro, jalan legendaris di mana setiap orang yang ke Jogja pasti menyempatkan untuk berkunjung ke Malioboro. 

Di sana, kita kulineran, jalan-jalan, nyobain ‘kopi jos’ khas Malioboro, dan nyari-nyari kain tenun di Pasar Beringharjo. Kita juga sempat main ke Studio Alam Gamplong yang ada di Sleman. Lokasi ini jadi tempat yang menarik buat kita kunjungi karena ini adalah desa yang disulap jadi desa wisata dan dipakai jadi lokasi shooting film-film karya Hanung Bramantyo.

Sore menuju malam, kita memutuskan untuk melanjutkan perjalanan untuk nge-camp ke Waduk Sermo, Kulon Progo. Sempat diwarnai insiden ‘ban slip’, selama kurang lebih 2 jam kita dibantuin sama warga lokal Waduk Sermo untuk menarik campervan kita dari tanah berlumpur, expect the unexpected, dan setelah ban berhasil diangkat, kita semua baru deh bisa BBQ dan istirahat dengan perasaan yang lega.

Esoknya, kita jalan ke Gumuk Pasir Parangtritis. Gelar awning dan masak sarapan pagi di sana, dilanjut dengan berpetualang pake ATV, Motor Trail, dan Sandboarding. Pengalaman di Jogja jadi salah satu pengalaman yang nggak akan bisa terlupakan.

Beres dari Gumuk Pasir, malamnya kita langsung melanjutkan perjalanan ke Batu. Kita menginap di sebuah cottage selama 3 hari 2 malam. Kita kulineran malam, jalan-jalan ke Museum Angkut, terus nemenin Erwin pacaran sama pacarnya yang ‘UwU’ di Malang.

Setelah 3 hari eksplorasi Malang dan Batu, kita mendekati akhir Journey to The East yaitu ke Bromo. Sempat bermalam di salah satu villa yang terletak di kaki Bromo, dengan semangat yang membara dan melawan rasa capek serta ngantuk, di dini harinya kita berangkat untuk liat sunrise di puncak tertinggi Bromo.

Dua kata ketika gue udah sampe di puncak tertinggi Bromo: INDONESIA KEREN! Semua rasa capek dan ngantuk yang kita rasakan bener-bener hilang dan terbayarkan sama pemandangan dan atmosfer seru di puncak Bromo, bener-bener puas.

Dari Bromo, kita sempat bermalam di hotel dan berkunjung ke spot terakhir dari Journey to The East, yaitu Air Terjun Madakaripura yang ada di Probolinggo, nggak jauh dari Bromo.

Perjalanan kali ini bener-bener kerasa sangat spesial. Untuk gue pribadi, ini adalah pengalaman pertama gue jalan-jalan pake campervan ke Jawa Timur. Dan seandainya ada kesempatan yang sama, gue nggak akan pikir dua kali untuk bisa mengulang dan merasakan kembali memori ini. 

Journey to The East, Episode 1.

Ini masih permulaan, jadi tunggu terus episode selanjutnya dari perjalanan kita ke Jawa Timur, Maret sampe April, jangan sampe ketinggalan untuk nonton, Civs! (*/)

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Garry

Content writer Froyonion, suka belajar hal-hal baru, gaming, dunia kreatif lah pokoknya.