Figur

NAFA SALVANA: AKU MERASA LEBIH BISA JADI DIRI SENDIRI SAAT MENGGAMBAR

Seorang model asal Indonesia yang debut-nya bikin geger satu negara, Nafa Salvana. Dikenal sama ceritanya yang berawal dari warung pecel lele, kali ini Nafa menyampaikan hal-hal tentang dirinya di luar dunia modelling.

title

FROYONION.COM - Keseringan nonton reality show tentang model kayak Asia’s Next Top Model ataupun versi Indonesianya bikin kita punya gambaran tentang dunia permodelan itu sendiri. Sebagai salah satu bagian dari industri kreatif Indonesia, dunia model dan fesyen emang banyak menarik atensi publik. 

Salah satunya saat Nafa Salvanadebut sebagai model di Milan Fashion Week 2022 lalu. Melenggang di runaway sebagai satu-satunya model perempuan Indonesia tentu membuat Nafa menjadi pusat perhatian. 

Penasaran, kali ini Froyonion juga pengen mengulik kisah Nafa yang katanya bak dongeng. Berasal dari warung pecel lele dan berakhir sebagai model internasional. 

BERAWAL DARI OMONGAN TETANGGA

Nafa Salvana, perempuan asal Karawang, Jawa Barat, yang lagi menjalani hidup sebagai mahasiswi tingkat akhir di salah satu universitas di Bandung ini bilang kalo dia nggak pernah kebayang bakal jadi model. 

“Aku nggak pernah kebayang sebelumnya bakal jadi model. Paling dari omongan tetangga sama saudara yang ngeliat postur aku yang lumayan tinggi kali yah. Jadinya mereka suka nyuruh aku buat daftar jadi model gitu,” katanya. 

Cerita Nafa sampai jadi model internasional emang bisa dibilang kayak dongeng dengan plot twist yang bikin kaget orang yang baca. 

Malam itu, Nafa sehabis rapat kepanitiaan untuk kampusnya. Dengan muka lecek, kaos, dan celana jeans, Nafa pergi bersama teman-temannya untuk mengisi perut setelah berjam-jam rapat. 

BACA JUGA: KENAPA TREN FESYEN SELALU NGULANG KAYAK SEJARAH?

Nggak ada yang spesial bagi Nafa hari itu. Ia pergi ke warung pecel lele deket kampus dan memesan makan kayak biasa. Yang beda adalah keberadaan 3 orang asing yang terus-terusan ngeliatin Nafa dari atas sampe bawah. 

“Waktu itu jujur aku risih dong, ya. Abisnya dilihatin dari atas sampe bawah gitu. Akhirnya aku cepet-cepet beresin makan supaya bisa cepet-cepet pergi,” ceritanya.

Plot twist-nya justru terjadi setelah Nafa buru-buru ngabisin makannya. Ketiga orang itu menghampiri Nafa dan memperkenalkan diri sebagai salah satu agensi model di Bandung. Mereka memuji penampilan Nafa yang dinilai cocok banget buat jadi model. Di akhir pujian itu, mereka juga nawarin Nafa untuk jadi bagian dari agensi model mereka. 

Dunia model termasuk ke dalam industri kreatif Indonesia. Nafa Salvana, adalah salah satu model Indonesia yang berhasil go international. Pengalamannya yang terbatas di dunia model tak menghalanginya untuk bisa menunjukkan talentanya.
Nafa Salvana, model Indonesia yang berhasil debut di Milan Fashion Week. (Foto: @d.avid

“Jujur aku kaget banget tiba-tiba ditawari jadi model, hahaha. Tapi akhirnya aku diskusikan dulu sama orang tua aku. Alhamdulillah mereka merestui dan akhirnya aku bergabung di Who Knows Models,” kata cewek yang berkuliah jurusan Desain Komunikasi Visual ini. 

Bedanya lagi sama dongeng yang biasanya berakhir bahagia selamanya, Nafa masih harus berjuang setelah bergabung di agensi model tersebut.

DUNIA MODELLING YANG SESUNGGUHNYA

Setelah bergabung menjadi salah satu model di Who Knows Model, Nafa harus segera membuat portofolio model. 

“Mungkin waktunya cuma sebulan kali yah untuk aku bikin portofolio model waktu itu. Jadi aku beberapa lagi photoshoot dan latihan runaway. Makanya aku kaget banget waktu dibilang bakal berangkat ke Milan karena aku sendiri baru 3 kali test shoot (tahap foto untuk portofolio) selama di Indonesia,” kata Nafa mengingat-ingat kala ia pertama kali terjun ke dunia model. 

BACA JUGA: ALASAN KENAPA INDUSTRI KREATIF JADI PILIHAN MASA DEPAN YANG TEPAT BUAT LO

Setelah itu, Nafa langsung didaftarin ke beberapa agensi model internasional. Emang rejeki Nafa yang gede di dunia model, kini ia tergabung di 2 agensi model internasional yaitu The Claw Models yang berbasis di Paris dan Milan, serta Nevs Model Agency yang berbasis di London. 

Nafa juga ngebocorin proses wawancara yang ia lalui untuk masuk ke agensi-agensi model tersebut. 

“Wawancaranya bentar banget. Nggak kayak wawancara kerja atau kepanitiaan yang bisa 10 menit lebih gitu. Aku bahkan cuma 2 sampai 3 menit. Di proses interview selain ditanya-tanya, aku juga harus mendemonstrasikan cara jalan aku,” tuturnya. 

Selain jadi punya pengalaman bikin portofolio sampe wawancara agensi internasional, Nafa juga mengalami susahnya dapet job sebagai model

Untuk bisa terlibat di Milan Fashion Week nggak pernah terbayangkan oleh Nafa sebelumnya. Bagi Nafa sebelum jadi model, industri kreatif yang mungkin ia geluti adalah sebagai ilustrator di Indonesia, bukan model internasional.
Nafa Salvana berjalan di Milan Fashion Week runaway 2022. (Foto: Milan Fashion WeekDiesel

 “Waktu ke Paris dan Milah untuk Fashion Week, itu aku pertama kali ngerasain ke luar negeri sendirian. Ke mana-mana sendiri, transit sendiri, dan nggak ada yang nemenin. Selama sebulan pertama di Milan, aku nggak dapet job apa-apa karena mungkin portofolio aku juga belum banyak,” kata Nafa. 

Menurut Nafa, bekerja sebagai model tentu ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah harus bersaing dengan ribuan bahkan jutaan model lainnya untuk bisa dapet proyek atau job. 

Barulah di bulan Februari 2022 Nafa mengikuti beberapa casting model dan kini ia mengaku bisa dapet 3 job sekaligus dalam sehari. 

Saat ditanya hal apa yang menjadi daya tariknya, Nafa dengan percaya diri menjawab bahwa fitur wajahnya yang membuat dia unik. 

Tapi untuk mendapat kepercayaan diri itu bukan hal yang sebentar bagi Nafa. Perempuan cantik ini juga sempat menerima cibiran akan tubuhnya yang dinilai terlalu kurus dan terlalu tinggi oleh masyarakat. Nafa juga mengaku bahwa rasa tidak percaya diri dan insecure juga pernah ia rasakan layaknya manusia biasa. 

“Tapi aku sadar kalau semua manusia punya keindahannya masing-masing. Apa yang dilihat orang sebagai kekurangan, justru jadi kekuatan buatku sebagai model. Kalo aku bisa mengubah cibiran jadi kekuatan, maka kalian juga bisa,” pesannya kepada para pembaca. 

ILLUSTRATOR VS MODEL

Sebelum menutup perbincangan, kami penasaran akan dunia Nafa sebelum jadi model. Ternyata, Nafa adalah seorang ilustrator yang handal, lho. 

“Hehehe, iya aku emang suka gambar. Dari kecil malah seringnya ikut lomba gambar dan mewarnai, bukan model. Aku juga buka order gitu kalo ada orang yang mau pesen gambar aku,” kata Nafa menceritakan hobinya. 

Dari media pensil, cat air, hingga digital, Nafa ahli menggunakannya untuk menciptakan sebuah karya yang unik. Beberapa karya Nafa juga dapat kita lihat di Instagram @chewmocca yang menampilkan beberapa ilustrasi yang ia buat. 

Bahkan Nafa juga menjual karyanya ke dalam bentuk NFT, lho. Buat lo yang berminat bisa nih mengoleksi karya-karya Nafa juga

BACA JUGA: KESEHATAN MENTAL BUAT NFT ARTISTS, EMANG PERLU?

tampaknya untuk bergelut di industri kreatif Indonesia menjadi salah satu passion Nafa. Selain modelling, Nafa juga masih aktif membuat karya-karya ilustrasi yang juga diperjualbelikan dalam bentuk NFT.
 Karya Nafa Salvana yang dijual dalam bentuk NFT di Hic Et Nunc. (Gambar: Nafa Salvana 

Nafa mengaku bahwa dirinya lebih merasa menjadi diri sendiri saat menggambar. 

“Aku juga meluangkan waktu sendiriku dengan menggambar. Aku merasa bisa mencurahkan apa yang aku rasakan lewat gambar-gambar yang aku buat,” tuturnya. 

Hobi dan talenta Nafa yang satu ini tentu saja nggak boleh dipendam begitu saja. Mengingat sebelum menjadi model, dunia Nafa dipenuhi dengan warna-warni visual yang juga membuatnya berkuliah di Jurusan Desain Komunikasi Visual.

Namun dalam berkarier, Nafa mengatakan bahwa untuk saat ini ia masih ingin menjalani modelling dan menggambar. Ia masih sangat terbuka untuk segala kemungkinan dan pengalaman yang bisa ia dapat. 

Semangat Nafa untuk belajar, keluar dari zona nyaman, dan menjadi model, perlu kita apresiasi. Kiranya semangat Nafa dapat menginspirasi kita untuk terus berkarya, bahkan dalam kondisi yang sulit sekalipun. (*/) 

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Grace Angel

Content writer Froyonion, tukang nulisnya Bang Roy dan supplier permen kantor