Tekno

FASHION++: KECERDASAN BUATAN (AI) YANG BISA JADI KONSULTAN FASHION LO

Kini lo bisa nyari referensi soal fashion cukup lewat gawai, karena sudah ada kecerdasan buatan atau artificial intelligence yang bisa ngerjain itu.

title

FROYONION.COM -  Buat nyari referensi soal fashion, lo pasti bakal menggunakan browser, media sosial, atau majalah. Dengan kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI), lo bisa cukup menggunakan gawai dan dapat bisa dapat jawaban terbaik dari situ. Nantinya kecerdasan buatan tersebut yang akan memberikan referensi fashion yang oke buat lo.

Tim ilmu komputer The University of Texas at Austin, bekerja sama dengan peneliti dari Cornell Tech, Georgia Tech dan Facebook AI Research. Mereka telah mengembangkan sistem kecerdasan buatan yang dapat melihat foto pakaian, dan memberikan saran agar lebih modis. 

Mengutip dari The University of Texas at Austin, saran yang diberikan oleh kecerdasan buatan dapat mencakup penyesuaian perihal fashion, seperti memilih atasan tanpa lengan atau jaket yang lebih panjang.

"Kami menganggapnya seperti seorang teman yang memberi lo umpan balik," kata Kristen Grauman, seorang profesor ilmu komputer, yang penelitian sebelumnya sebagian besar berfokus pada pengenalan visual untuk kecerdasan buatan.

"Ini juga dimotivasi oleh ide praktis: bahwa kita dapat bekerja dengan pakaian tertentu untuk membuat perubahan kecil sehingga sedikit lebih baik,” tambahnya.Kecerdasan buatan ini akan menilai sendiri bagian mana yang perlu diberikan perubahan. Lalu alat ini akan menawarkan beberapa pakaian alternatif kepada pengguna.

BANTU MIX & MATCH

Kecerdasan buatan tersebut diberi nama Fashion++, alat ini menggunakan sistem pengenalan visual untuk menganalisis warna, pola, tekstur, dan bentuk pakaian pada sebuah gambar. Fashion++ dilatih menggunakan lebih dari 10.000 gambar pakaian yang dibagikan secara publik di situs online yang berkaitan dengan fashion. 

“Menemukan gambar pakaian modis itu mudah,” kata mahasiswa pascasarjana Kimberly Hsiao. Menemukan gambar yang ketinggalan zaman lebih menantang menurut Hsiao. Maka dari itu datangnya kecerdasan buatan dalam fashion ini bisa menjadi solusi. 

"Seiring dengan perkembangan gaya busana, AI dapat terus belajar dengan memberikannya gambar baru yang berlimpah di internet," kata Hsiao. Kecerdasan buatan ini mencampur gambar pakaian modis, dan membuat contoh yang kurang modis, serta melatih sistem terkait apa yang tidak boleh dipakai.

Grauman dan Hsiao telah mempresentasikan hasil penelitian mereka terkait kecerdasan buatan dalam fashion, dalam acara Konferensi Internasional tentang Computer Vision di Seoul, Korea Selatan.

BUTUH PENYEMPURNAAN

Perlu diketahui bahwa kecerdasan buatan juga belum sepenuhnya sempurna. Terdapat beberapa hal yang tidak bisa ia lakukan. Para peneliti menunjukkan bahwa tampilan vintage lebih sulit dikenali oleh Fashion++. Kecerdasan buatan ini mengenali vintage sebagai gaya 1990-an, bukan sebagai fashion.

Fashion++ juga baru dapat mengenali pakaian yang sebagian besar berasal dari Amerika Utara, karena sebagian besar pengguna mengirimkan gambar yang berasal dari sana, jadi pakaian dari belahan dunia lain tidak banyak muncul.

Tantangan lainnya adalah kecocokan fashion tidak hanya bergantung pada pakaiannya, tetapi juga pada pengguna pakaiannya yaitu manusianya beserta ukuran tubuhnya. Dalam hal ini, ukuran dan bentuk tubuh yang beragam pun memengaruhi pilihan mode.

Grauman dan Hsiao lalu membiarkan kecerdasan buatan atau AI mempelajari apa yang cocok pada bentuk tubuh yang berbeda, sehingga dapat memberikan rekomendasi yang lebih sesuai.

"Kami sedang memeriksa interaksi antara bagaimana bentuk tubuh seseorang dengan bagaimana pakaian akan cocok untuk mereka. Kami sangat senang untuk memperluas penerapan untuk orang-orang dari semua ukuran, dan bentuk tubuh, dengan melakukan penelitian ini," kata Grauman. (*/)

BACA JUGA: APAKAH KECERDASAN BUATAN BISA GANTIKAN KREATIVITAS MANUSIA?

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Fadhil

Content writer Froyonion, suka pameran seni dan museum, sesekali naik gunung