Civs

EMPA HANDMADE: MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT LOKAL UNTUK GO INTERNATIONAL

Berawal dari kegemaran membuat buku tulis sendiri, Empa Handmade menjadi salah satu bisnis lokal yang memberdayakan masyarakat sekitar. Siapa sangka, kesuksesan Empa Handmade juga berdampak bagi perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

title

FROYONION.COM - Banyak bisnis yang lahir dengan banyak cara. Kadang ada yang terlahir dari hobi, ada juga yang lahir dari ketidaksengajaan, dan ada juga yang karena iseng-iseng semata. Hal serupa juga dialami oleh Renal, founder dari Empa Handmade, salah satu industri kreatif di Indonesia.

“Semua berawal waktu saya masih kuliah Jurusan Teknik Perkapalan di Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya. Waktu itu saya bosen pake buku tulis yang gitu-gitu aja, makanya saya mencoba untuk buat buku tulis saya sendiri dengan teknik book binding. Ternyata waktu temen-temen lihat, mereka pada tertarik dan minta dibikinkan juga. Melihat adanya pasar yang potensial, akhirnya saya coba untuk bisniskan,” jelas Renal menceritakan awal mula berdirinya Empa Handmade.

ALT TEXT: Sebagai industri kreatif di Indonesia, Empa Handmade masih mempertahankan beberapa proses manual dalam pembuatan produk-produknya. Hal ini karena Empa Handmade ingin memasukkan unsur manusia dalam proses kreatif bisnisnya.
Teknik menjahit buku atau book binding yang masih diterapkan secara manual pada produk ‘SIRU’ yang menjadikannya memiliki proses kreatif di dalamnya. (Foto: Empa Handmade) 

Bisnis yang lahir pada tahun 2018 ini diakui sebagai bisnis yang awalnya iseng-iseng, tapi nggak setengah-setengah dalam pengembangannya. Bisa dibilang cerita terbentuknya Empa Handmade juga unik, salah satunya tercermin dari makna namanya. 

“Sebenarnya nama Empa itu nggak ada filosofi khusus. Berawal karena bisnis ini saya mulai bersama 3 orang teman saya dan kita berempat sering nongkrong di salah satu restoran fast food di Kota Bogor. Kita berempat selalu meeting tentang Empa Handmade dari subuh sampai jam 4 pagi. Udah berempat, pulang selalu jam 4 pagi, jadilah kita kepikiran untuk menamakan Empat Handmade dan kemudian jadi Empa Handmade,” ceritanya ditutup dengan tawa. 

MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT LOKAL

Salah satu keunikan Empa Handmade yang membedakannya dengan industri-industri kreatif lain di Indonesia adalah karena mereka selalu berusaha untuk memberdayakan masyarakat sekitar. 

“Sampai sekarang sudah ada 5 orang ibu rumah tangga yang terlibat dalam proses pembuatan produk kami, 3 diantaranya bertugas untuk menjahit buku dan 2 lagi banyak membantu hal lain. Kami memang sengaja memberdayakan masyarakat sekitar untuk mempertahankan proses produksi yang dekat dari hulu ke hilir dan melihat masyarakat yang juga butuh tambahan penghasilan,” kata Renal.

BACA JUGA: CARA KREATIF MASYARAKAT SIAK BUAT GALAKKAN KESADARAN LINGKUNGAN

Renal mengaku bahwa dalam proses memberdayakan masyarakat sekitar untuk bekerja sama dengan Empa Handmade bukanlah proses yang mudah. Kadang ada yang dengan tangan terbuka mau menerima segala masukan supaya bisa sejalan, tapi ada juga yang terang-terangan menolak. Menghadapi hal itu, Renal mengaku tidak mau ambil pusing dengan hanya meneruskan kerja sama dengan orang-orang yang bersedia saja.

Kesulitan lain yang kerap di hadapi oleh UMKM seperti Empa Handmade adalah untuk bertahan di kala pendemi melanda. 

“Jujur, saat pandemi hal pertama yang kami pikirkan adalah bagaimana caranya supaya pekerja kami masih bisa dapat penghasilan. Makanya saat awal pandemi kami mau kerjain apa aja, yang penting bisa kasih upah ke para pekerja. Kesejahteraan mereka adalah hal yang utama bagi kami,” tegas Renal. 

Tak semua bisnis memperhatikan hal ini, tapi Empa Handmade di kala tersulit pun tetap berusaha untuk tidak gagal memberdayakan masyarakat sekitar. 

Karena bagi Empa Handmade, berangkat dari semangat kelokalan adalah titik yang tepat untuk bisa go international. 

BUKU=TEMPAT LAHIRNYA KREATIVITAS

Produk buku yang dibuat oleh Empa Handmade juga tak jarang menjadi sarana untuk creator bisa berkarya. Dari buku catatan, jurnal harian, hingga buku untuk menggambar bahkan melukis, produk-produk Empa Handmade memang dibuat agar multifungsi. 

ALT TEXT: Sebagai creator, kreativitas merupakan unsur yang sangat penting. Kadang kita merasa kreativitas tak kunjung datang, kadang juga merasa ia sangat lancar. Itu semua juga turut dipengaruhi dengan media yang kita gunakan untuk menuangkan kreativitas. Empa Handmade, melalui produk-produknya, secara langsung juga ingin mendukung perkembangan industri kreatif Indonesia.
Ilustrasi karya Rasyid T.A. yang dituangkan dalam salah satu buku Empa Handmade. (Foto: Rasyid T.A.

BACA JUGA: KENAPA IDE KREATIF SUKA DATANG SAAT KITA DI KAMAR MANDI?

“Ada beberapa buku yang kita buat dengan bahan kertas yang cukup tebal, seperti buku Kawung dan Bagya. Kedua buku itu memang diperuntukkan untuk jadi media gambar. Karena kita sadar betul, ketika seseorang punya ide dan ingin brainstorming kadang mereka ingin menuangkannya dalam bentuk gambar,” tutur Renal. 

Renal sangat mendorong bagi masyarakat Indonesia untuk bisa lebih dalam mengenal Empa Handmade lewat pengalaman menggunakan produk-produk mereka. Tidak hanya buku dan jurnal, Empa Handmade juga membuat beberapa produk seperti lanyard yang terbuat dari kayu. Benang merahnya, semua produk mereka masih mempertahankan beberapa proses manual. 

“Misal seperti book binding, menjahit bukunya itu masih manual. Kenapa kami mempertahankan proses itu, karena kami ingin memasukkan unsur manusia di dalamnya, sehingga membuat produk-produk kami memiliki nilai lebih,” kata Renal menjelaskan sekaligus menjadi penutup perbincangannya bersama Froyonion. (*/)

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Grace Angel

Content writer Froyonion, tukang nulisnya Bang Roy dan supplier permen kantor