Design

MAKRAME: KERAJINAN AESTHETIC DENGAN BAHAN BENANG DAN ALAT SEADANYA

Mungkin lo belum familiar dengan kerajinan makrame. Bentuknya berupa simpul dari benang dan dibentuk menjadi begitu aesthetic, itulah makrame!

title

Kerajinan makrame adalah kerajinan tangan simpul-menyimpul dengan menggunakan berbagai macam benang. Hasilnya dapat berbentuk rumbai-rumbai maupun seperti pola yang membentuk gambar, dan sangat cocok untuk dipajang di dinding.

Industri kreatif yang mengangkat kerajinan makrame mulai tumbuh dan mudah ditemui. Froyonion berbincang dengan Janet Jane, salah satu pemilik industri kerajinan makrame yang bernama Fiber Motel. “Gue memulai semuanya dari rumah,” kata Janet. “Jadi ada ruangan kosong yang tidak terpakai. Lalu gue mulai bikin makrame di sana.”

Bahan yang Janet gunakan untuk membuat kerajinan makrame hanyalah tali, gunting dan kayu. “Sama meteran,” tambah Janet

MULAI DARI YANG KECIL

Janet memulai semuanya seorang diri pada 2017. Mulai dari media sosial, website, juga membesarkan nama Fiber Motel. “Gue mulai belajar bikin makrame sendiri dan bikin akun Instagram Fiber motel,” kata Janet. “Gue mulai bikin (makrame) yang ukurannya kecil dulu.”

“Awalnya gue bikin sendirian semua-muanya, medsos, website, dan branding,” kata Janet. “Bener bener gak ada hidup selain ngerjain ini.” Dalam membuat makrame, Janet menggunakan bahan berupa tali biasa, karena menurutnya memang gak ada tali yang dibuat khusus untuk bikin makrame.

Bikin makrame adalah hal yang seru menurut Janet. Dia selalu menikmati tiap detail prosesnya hingga berhasil membuat satu buah makrame. “Biasanya gue bikin makrame dengan warna yang gue suka, tapi di sini juga bisa custom, based on request,” kata Janet. “Semua orang pasti punya seleranya masing-masing.”

Janet pernah menerima pesanan berupa makrame dengan dimensi 10x1,7 meter. Projek tersebut Janet kerjakan bersama tim Fiber Motel dan akhirnya selesai dalam 10 hari. Pengerjaan makrame umumnya memakan waktu 1-10 hari, tergantung dimensinya. Makrame dengan ukuran 10x1,7 meter tersebut bisa lo lihat di Starbucks Puri Indah Mall, Jakarta. 

“Sebetulnya ngerjain makrame gak bisa dikerjain barengan, karena talinya nyambung semua, terang Janet. “Kalau ngerjain bareng begitu kita ngerjainnya per panel.”

Pada 2017 saat Janet pertama mendirikan Fiber Motel, dia masih bekerja di sebuah agency. Kemudian Janet menyudahi pekerjaannya di agency dan fokus menjalankan Fiber Motel. Hingga kini, Fiber Motel telah memiliki klien ternama seperti Starbucks, Park Hyatt, dan Ismaya.

Janet merupakan orang yang perfeksionis dalam membuat karya. Kerajinan makrame yang dia buat juga terpajang di Starbucks Bali, bahkan sampai ke mancanegara. Fiber Motel juga menerima klien dan melakukan pengiriman ke luar negeri seperti Singapura dan Thailand. Pernah juga Fiber Motel mendapat klien dari Jepang dan Hong Kong.

Makrame yang dibuat oleh Fiber Motel terpajang megah di Starbucks Bali.
Makrame yang dibuat oleh Fiber Motel terpajang megah di Starbucks Bali. (Instagram Fiber Motel)

UTAMAKAN CUSTOMERS

Tutorial membuat makrame sudah bisa ditemukan di YouTube dan dipelajari sendiri. Sebelum mendirikan Fiber Motel, Janet awalnya sekadar melihat-lihat Pinterest, lalu belajar cara membuat makrame.

“Awalnya gak usah dipikirin terlalu banyak. Jalanin aja dulu. Pikirin produk dan customer lu dulu aja,” ujar Janet. “Gak bisa terlalu idealis karena harus ngikutin pasar.”

Selain kemauan, Janet menjelaskan bahwa diperlukan juga kemampuan berbisnis. Dia menyarankan untuk tidak perlu terlalu banyak bertanya pada orang lain, karena biasanya kalo nanya pendapat orang, kadang ada aja yg komentar negatif dan bikin lo ragu. 

Pondasi awal dalam menjalankan bisnis menurut Janet adalah ide dan keyakinan menjalankannya. “Yang penting kita terus berusaha buat meraih goal dan jangan menyerah,” kata Janet. “Kalau udah seberusaha itu, menurut gue gak mungkin lo gagal.” (*/)

BACA JUGA: GOOD HABIT: DARI TAHAP PEMBENTUKAN HINGGA MINDSET AGAR TERUS KONSISTEN

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Fadhil

Content writer Froyonion, suka pameran seni dan museum, sesekali naik gunung