Viral

CITAYAM FASHION WEEK TERLALU BLUNDER, KEMBALIKAN DUKUH ATAS SEPERTI DULU!

Beredarnya video-video yang merekam padatnya Dukuh Atas karena Citayam Fashion Week bikin geleng-geleng. Banyak yang merasa resah dengan kondisi ini. Apakah kalo Dukuh Atas kembali seperti dulu semua akan lebih baik?

title

FROYONION.COM - Kurang lebih udah sebulan fenomena ABG Citayam yang memenuhi kawasan Dukuh Atas viral di sosial media. 

Semua berawal dari video wawancara Bonge, Jeje, Kurma, Roy, dan kawan-kawan soal outfit mereka, hingga berujung pada pelaksanaan acara Citayam Fashion Week. 

Pagelaran acara ini juga menuai banyak pro dan kontra nih, Civs. Ada yang merasa risih dan terganggu dengan kondisi Dukuh Atas yang sekarang rame parah, sumpek, banyak orang, dan nggak teratur. 

Namun di satu sisi ada juga yang menyambut baik perkembangan fenomena ABG Citayam ini. Salah satunya adalah Baim Wong yang mendaftarkan Citayam Fashion Week ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Statement-nya yang bilang karena melihat peluang bagus dari fenomena ini hingga niat ingin membantu Citayam menuai protes dari masyarakat. 

Pasalnya, kenapa harus didaftarkan ke Dirjen HAKI? Bukankah fenomena ini bagian dari budaya yang tercipta karena banyak orang? Lalu, kenapa harus Baim Wong? Setelah menuai banyak protes, akhirnya Baim menandatangani Surat Permohonan Penarikan Kembali Permohonan Baru agar permintaannya tersebut ditarik. 

Cukup blunder, ya Civs. Gue pun jadi bertanya-tanya apakah kalo fenomena ini nggak ada semua akan lebih baik? Atau sebenernya fenomena ABG Citayam ini ada dampak positifnya juga? 

BACA JUGA: APA SIH BEDANYA 'STYLE' DAN 'LOOK' DALAM FASHION?

MEREKA HANYA INGIN NONGKRONG

Berdasarkan hasil wawancara tim Froyonion.com saat mampir ke Dukuh Atas, ternyata alasan mereka datang jauh-jauh ke Jakarta hanyalah untuk mencari tempat nongkrong. 

Ada yang bilang hanya ikut-ikutan temen, diajak sama adik atau kakak, sampai yang terpengaruh sama TikTok yang memang menjadi lahan hijau bagi fenomena Citayam. Alasan kenapa mereka pake outfit seperti itu juga tidak lebih dari pengaruh sosial media dan ikutan temen. Terlebih lagi, sebenernya outfit yang mereka pake nggak seaneh itu bukan? 

Dari sini bisa dipahami kalo ternyata terciptanya fenomena ABG Citayam adalah karena ketidaksengajaan. Mereka yang selalu berkerumun inilah yang menarik perhatian banyak orang. 

Karena itu juga, sudah pasti mereka nggak punya visi, tujuan, ataupun rencana untuk bikin fenomena ini jadi blow up sampe bikin runyam dengan adanya Citayam Fashion Week. 

Terlebih kita juga sering lupa, bahwa dengan ramainya kawasan Dukuh Atas sama berbagai kalangan dengan berbagai tujuan, para ABG Citayam juga kehilangan tempat nongkrongnya

BACA JUGA: STOP KHAWATIRKAN CITAYAM, ABG JAKARTA DI BALI LEBIH MERESAHKAN!

JALAN KE STASIUN AJA JADI SUSAH

Sempat dibahas bagaimana fenomena Citayam ini mempengaruhi fungsi ruang publik. Kerumunan mereka sebelum adanya Citayam Fashion Week saja sudah terkesan penuh. Apalagi setelah ada Citayam Fashion Week. 

Banyak pengguna KRL dan MRT yang mengeluhkan keramaian yang diakibatkan ini. Soalnya, untuk jalan kaki ke stasiun aja jadi susah dan sumpek. Gue pribadi pernah di Stasiun Sudirman waktu Citayam Fashion Week diadakan dan beuh, ramenya melebihi suasana pasar subuh-subuh waktu emak-emak pada berbondong ngeborong sayur. 

Kabarnya, Citayam Fashion Week akan dicarikan lokasi baru daripada menuh-menuhin Dukuh Atas lagi. Yah, semoga hal ini bisa jadi win-win solution buat semua pihak ya. 

‘CITAYAM STARS’ DIPAKSA BERADAPTASI

Sempat viral video TikTok tentang Jeje ‘Slebew’ di bawah ini. 

Netizen jadi pada ngebandingin Jeje dengan artis-artis papan atas. Masalahnya, ya nggak bisa dibandingin. 

Karena, Cinta Laura kan udah bertahun-tahun terjun di dunia entertainment, sedangkan Jeje baru aja merasakan jadi orang terkenal. Pasti rasanya kaget banget jadi Jeje yang dulunya hanya anak muda biasa, sekarang jadi public figure yang dikerumuni orang. 

Hal ini juga jadi salah satu dampak dari fenomena Citayam yang mengharuskan para ‘Citayam Stars’ untuk beradaptasi dengan cepat sama fame yang mengelilingi mereka. Kalo nggak bisa cepet beradaptasi, hal ini bisa berdampak juga loh pada kondisi psikologis mereka. Jadi jangan cepet-cepet menghakimi tindakan Jeje yang teriak seperti itu yah, Civs. 

Jika fenomena Citayam tidak ada, di satu sisi mereka nggak perlu susah payah beradaptasi jadi public figure, tapi di sisi lain nggak akan ada Jeje ‘Slebew’ dan Bonge yang punya banyak pilihan untuk mengembangkan sisi kreatif mereka seperti sekarang. Kayak diminta endorse, bikin konten untuk brand, dan punya penghasilan sendiri. 

Bukankah akan selalu ada baik dan buruk dalam segala hal? Sekarang tinggal bagaimana kita bisa mengembangkan fenomena ini jadi output kreatif yang positif. Kalo sanggup, gue pribadi yakin ini nggak cuma jadi hal populer yang berlalu gitu aja, tapi bisa jadi culture yang punya impact baik buat masyarakat. (*/) 

BACA JUGA: PARIS FASHION WEEK ADALAH ACARANYA JEWEL ROCKS DAN SEAN SHEILA, BUKAN YANG LAINNYA

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Grace Angel

Sehari-hari menulis dan mengajukan pertanyaan random ke orang-orang. Di akhir pekan sibuk menyelami seni tarik suara dan keliling Jakarta.