Pop

MONSTROUS: KESURUPAN MASSAL VERSI KOREA

Drama ‘Monstrous’ sukses membuat penontonnya kesal, termasuk saya sendiri. Bagaimana bisa drama Korea sebagus ini cuma 6 episode? Emang apa sih yang bikin bagus dari drama ini?

title

FROYONION.COM - Biasanya kesurupan massal identik dengan hal-hal yang berbau mistis, supranatural, dan lain sebagainya, termasuk dalam drama ‘Monstrous’ ini. Drama ini nggak hanya mengangkat genre horor saja, tetapi juga genre thriller dan misteri di balik suatu kejadian yang berada di Kabupaten Jinyang.

Drama ini menceritakan fenomena aneh dan bencana yang melanda kota kecil di Kabupaten Jinyang. Fenomena ini disebabkan oleh patung buddha misterius yang dirasuki oleh roh jahat. Patung buddha yang seharusnya tidak boleh diganggu gugat ini telah digali atas perintah gubernur Kabupaten Jinyang sendiri yaitu Kwon Jong Soo yang diperankan oleh Park Ho San.

Jeong Ki Hoon yang diperankan oleh Koo Gyo Hwan, merupakan seorang arkeolog eksentrik dan jenius yang meneliti fenomena supranatural aneh. Ia juga memiliki kanal Youtube bertema okultisme bernama Monthly Strange Story, hal tersebut membuat biksu setempat tertarik dengan majalah yang ia buat seputar patung kepala buddha terkutuk dan para biksu tersebut meminta bantuannya untuk mengartikan segel berbahasa Tibet yang menutupi mata patung tersebut.

Istrinya yang bernama Lee Soo Jin (diperankan oleh Shin Hyun Bin) juga merupakan seorang cryptanalyst yang jenius, ia pandai dalam mengartikan berbagai tulisan atau aksara jaman dahulu. Namun setelah mereka kehilangan anak perempuan satu-satunya, hubungan mereka renggang dan Lee Soo Jin kembali ke Jinyang. Beberapa waktu kemudian ia mulai mengalami kejadian aneh setelah patung tersebut dipamerkan di Balai Kota Jinyang.

Semenjak segel dari mata patung buddha tersebut dilepas, Kabupaten Jinyang menjadi porak poranda akibat bencana yang timbul. Mulai dari hujan hitam, banyaknya burung gagak yang ganas, warga yang kesurupan dan bisa melihat masa lalu mereka yang menyakitkan, bahkan saling membunuh setelah melihat mata dari patung buddha misterius tersebut. Maksud hati ingin menjadikan patung buddha tersebut sebagai pameran, eh malah bikin neraka bagi kotanya sendiri.

Gue kira drama ini bakalan kayak All Of Us Are Dead atau Train To Busan yang banyak zombie-nya, mengingat sutradara dari drama ini adalah Yeon Sang Ho (sutradara film Train To Busan), dan banyak orang-orang yang mereview drama ini dengan sebutan ‘Drama Korea terbaru zombie’ padahal nggak zombie. 

BACA JUGA: LIVE ACTION: APAKAH BENAR BAGUS? ATAU HANYA SEKEDAR FAN SERVICE?

Gue emang nggak begitu suka dengan film yang ada zombie-nya, selain wajahnya yang menjijikkan, zombie terlalu unreal menurut gue dan nggak bisa sambil ngemil kalo pas nonton. Mungkin kalo game, gue masih bisa terima karena game kan emang nggak real, apalagi Zombie Tsunami, kalo itu gue bisa terima banget.

Waktu drama ini tayang di TVING pada 29 April 2022, gue agak maju mundur buat nonton ini drama. Selain yang gue takutkan tadi yaitu munculnya zombie, gue masih belum nyelesain nonton drama 2521,  Extracurricular, dan Through The Darkness. Disisi lain gue takut juga kalo nonton horor malem-malem, mana di rumah gue jam 9 udah pada matiin lampu semua. 

Akhirnya gue memutuskan untuk maraton drama ini di malam hari, karena ternyata drama ini hanya membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam untuk menyelesaikannya. Masing-masing episode hanya sekitar 30 menit saja kayak web drama. Namun selama 3 jam itu, lo disuguhkan tontonan yang luar biasa menakjubkan.

Menurut gue alur cerita drama ini lumayan cepat dan padat banget, lo bakal ngerasain atmosfer yang gue sendiri nggak bisa ngejelasinnya. Intinya pas nonton drama ini, gue sering pause dan ulang beberapa scene-nya. Entah alurnya yang kecepetan atau gue yang terlalu lambat untuk mencerna atau mungkin karena gue gugup dan lumayan deg-degan pada saat itu. Pas filmnya lagi jalan nih, dipikiran gue tuh selalu terlintas “Setelah ini scene-nya gimana ya?.”

Yang bikin gue tertarik juga adalah pembagian babaknya yang bikin gue liatnya tuh “Oh, jadi scene tadi tuh artinya gini to, jadi nanti bakal jadi A atau B ya?.” Itu yang bikin gue pusing sendiri lihat dramanya karena pikiran gue yang mengganggu. Namun terlepas dari alur ceritanya yang menarik, sinematografinya juga ciamik banget. Gue aja lihat behind the scene-nya sampe melongo karena beda banget vibe dan feel nya dengan yang di dramanya.

Nggak hanya itu saja, artis yang memerankan karakter Lee Soo Jin juga kuat banget. Gue bisa melihat perbedaan antara Shin Hyun Bin pas waktu di Hospital Playlist dengan Shin Hyun Bin yang sekarang beda banget. Yang lebih mengejutkan lagi adalah Kwak Dong Yeon dan Nam Da Reum yang muncul di drama ini.

Gue inget banget pertama kali nonton Kwak Dong Yeon di drama My ID Is Gangnam Beauty yang jadi senior kalem banget, eh sekarang di drama ini jadi troublemaker rebel abis pokoknya, bikin games sendiri nonton drama ini. Kalau Nam Da Reum sendiri gue belum begitu banyak lihat drama atau film yang pernah dikerjakan dia, cuma gue  lihat pertama kali dia di drama Start-up dan gue lihat perkembangan dia cukup signifikan banget.

Mungkin hal itu juga yang bikin drama ini diundang di Cannes International Series Festival Season 5 yang digelar di Cannes, Prancis. Drama ‘Monstrous’ ditayangkan di acara tersebut pada tanggal 6 April 2022 sebelum rilis di TVING dan telah mendapatkan pengakuan secara global loh Civs.

Buat kalian yang suka banget dengan film atau drama horor misteri, gue saranin kalian untuk nonton drama ini, tapi jangan malem-malem sendirian di rumah lampu dimatiin kayak gue, nggak fokus jadinya nanti wkwkwk. Drama ini bisa kalian tonton di aplikasi Viu, namun daftar premium dulu Civs, karena hitungannya drama ini masih fresh. 

Gue masih nunggu banget drama ‘Monstrous’ season 2 nya (kalau ada) karena di akhir scene-nya yang open ending bikin gue penasaran banget dengan apa yang terjadi setelahnya antara Jeong Ki Hoon dan Lee Soo Jin. (*/)

BACA JUGA: YANG BISA KITA PELAJARI DARI FENOMENA DRAMA KOREA

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Dynasti Savira

Investor Reksadana, pro player Blossom Blast Saga, pegiat hidup monoton, dan penikmat seni tapi bukan air. Motto hidup : Semua masalah pasti akan berlalu, iya berlalu lalang.