Pop

LIVE ACTION: APAKAH BENAR BAGUS? ATAU HANYA SEKEDAR FAN SERVICE?

Diadaptasi dari Webtoon “School Attack”, film “All of Us Are Dead” berhasil membuat serial live action jadi kembali diminati. Namun, gak semua serial live action berhasil merebut hati para penggemarnya.

title

Pasti di antara kalian ada yang sudah atau sedang on going nonton “All of Us Are Dead”? Kalian yang pecinta genre horor dan penyuka dunia perzombian pasti akan langsung dengan mudah menyukainya. Gue yang sudah mungkin 3 tahun yang lalu membaca webtoon-nya yang berjudul “School Attack” tentu saja dengan mudah melewatkan serial adaptasi dari webcomic tersebut. 

Beberapa pendapat dari teman-teman yang sudah menonton serial ini pun berkata, bahwa ceritanya menarik dan mayoritas dari mereka menyukainya. Namun, beda halnya pendapat yang gue dapet dari teman yang juga sudah baca webcomic-nya. “Beberapa karakternya sesuai, tapi kenapa Su-hyeok-nya jadi tampan?” diikuti tawa renyah temen gue yang gamau namanya ditulis di dalam artikel ini.

Yah memang gak bisa dipungkiri kemunculan live action dari webcomic maupun anime ini ditunggu berbagai kalangan. Harapan besar disimpan oleh beberapa penggemar agar versi live action dari manga atau webcomic yang mereka sukai, bisa menjadi serial yang bagus dan sesuai dengan apa yang dituliskan di karya original. Namun, tentu hal itu sepertinya cukup sulit untuk dilakukan. Kompleksnya jalan cerita, banyaknya karakter, sampai dengan budget tentunya akan jadi penghalang besar dalam membuat live action.

Kali ini gue bakal ngerangkum adaptasi atau live action mana yang berhasil. Berdasarkan dari banyaknya penonton dan serta perbandingan dengan orisinalitas cerita yang diadaptasi. Oiya penilaian ini hanya berdasarkan beberapa film adaptasi yang gue juga baca webcomic atau manga nya. Kalo yang kalian suka dan baca webcomic nya ga ada di sini berarti gue blum baca atau nonton adaptasi nya. Tapi penilaian gue disini akan dijelaskan secara detail. Jadi kalian bisa nentuin sendiri di level mana adaptasi favorit kalian berada. Berikut hasil rangkuman gue:

SUCCESS EVEN WITH SOME ADDITIONAL

Film berjudul Itaewon Class
Itaewon Class (Netflix)

Yesss, tentu saja kita harus membahas dulu beberapa adaptasi yang bisa dibilang sukses dari segi penonton maupun kesesuaian dengan jalan cerita. Walaupun ga bisa dipungkiri kalau Live Action akan selalu memiliki beberapa tambahan atau pengurangan yang bisa saja membuat penggemar fanatik dari karya yang diadaptasi sedikit kecewa. 

All of Us Are Dead” dan “Itaewon Class” merupakan contoh adaptasi yang berhasil menurut gue. Walaupun dengan beberapa tambahan mereka tetap sesuai pada alur cerita utama dan bahkan bisa membuat cerita yang didalamnya lebih menarik.

Film All of Us Are Dead.
All of Us Are Dead (Netflix)

GREAT, BUT THERE’S SOMETHING MISSING

Yahh mungkin kalian pernah pernah merasa kalo beberapa adaptasi terlihat begitu baik namun terasa seperti ada yang kurang. Entah itu dalam segi alur cerita atau penghilangan karakter, atau bisa saja itu terjadi karena peran beberapa karakter yang diubah. Walaupun tidak mengganggu jalan cerita secara besar namun perubahan yang terjadi kadang membuat penggemar dari karya webcomic atau anime yang diadaptasi pun terasa sedikit janggal walaupun berhasil membuat penonton terhibur. Gue menempatkan adaptasi anime “Another” dan “Assassination Classroom.” kedalam level ini. 
 

Film mengharukan Assassination Classroom.
Koro sensei di Assassination Classroom (Daily Texan)

IT'S GOOD, BUT NOT ENOUGH

Habis nulis level ini gue jadi merasa kalo level ini ditujukan buat diri gue sendiri ketika gagal deketin gebetan hahaha. Balik lagi ke rubrik yang kita bahas. Level ini tertuju buat adaptasi yang cukup okay untuk ditonton, walaupun terdapat plot hole dan perbedaan karakter yang cukup menonjol. Level ini dibuat juga untuk beberapa adaptasi yang memiliki ekspektasi yang tinggi dari para penggemar namun berakhir menjadi sebuah tatapan tanpa ekspresi ketika selesai ditonton. 

Film Strangers from Hell.
Strangers from Hell (Netflix)

Stranger from hell” merupakan salah satu adaptasi yang masuk kedalam level ini. Mungkin buat yang ga baca webcomic atau anime yang diadaptasi akan menjadi tontonan yg menarik. Tapi buat mereka yang juga membaca webcomic atau manga nya mungkin akan mengeluarkan reaksi seperti “eeehh”.

RUIN OUR IMAGINATION

Salah satu live action dengan rating paling buruk, Attack on Titan.
Attack on Titan live action (Liputan6)

Mungkin level terburuk dari rangkuman gue. Mulai dari produksi yang seakan-akan terburu-buru dan hanya ingin meraih keuntungan. Alur yang sangat jauh dari cerita utama. Beberapa karakter tambahan yang malah jadi karakter utama dari adaptasi. Sampai dengan buruknya animasi 3D didalamnya membuat para penggemar malas dan menjadi trauma untuk menonton versi adaptasi dan menghancurkan bayangan keren yang sudah diharapkan para fans. “Attack On Titan live action” yang memiliki fanbase besar didapuk menjadi Live Action terburuk sepanjang masa. Gue yang nonton anime nya pun sampai merasa rugi karena bela-belain nonton langsung ke bioskop. Selain itu gue juga bakal memasukan “Sweet Home” ke level ini karena jalan cerita nya yang ngawur banget dan bikin gua trauma buat nonton serial adaptasi lain.

Jadi itulah hasil rangkuman gue soal beberapa serial adaptasi. Memang harus diakui beberapa adaptasi hanya dilakukan sebagai fan service. Namun harus dipertimbangkan juga isi dari serial adaptasi itu dan kesesuaiannya dengan karya orisinalnya juga. Meski membutuhkan waktu lama atau persiapan yang lebih matang, gue harap kalo nanti ada webcomic maupun manga yang diadaptasi ke serial atau film bisa mempertimbangkan hal-hal yang tadi gue jabarin di atas. 

Oh iya, gue sendiri sekarang sih lagi nunggu adaptasi nya One Piece, kayaknya bakal epic sih. Secara Eiichiro Oda sendiri yang nentuin pemerannya, gua yakin gak bakal melenceng jauh dan bisa memuaskan para Nakama diluar sana. (*/)

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Prongs

Prongs