Pop

KERAMAT 2: JAWABAN DARI AKHIR ‘MENGGANTUNG’ KERAMAT 2009?

Sebagai film horor, Keramat 2 sukses bikin saya enggak menjerit sepanjang film. Ibaratnya, flirting-flirting doang, orgasmenya nggak dapet. Tapi, kalau lo cuma cari sensasi, ya nonton film ini, kalau orgasme? Hmm yaaah sesungguhnya film ini sangat kentang…

title

FROYONION.COM - Setengah dari lima bintang (0,5/5) adalah rating yang diberikan seorang teman untuk film Keramat 2: Caruban Larang. Yah, wajar sih, sebagai orang yang menonton film ini karena keburu cinta mati dengan Keramat pertama keluaran tahun 2009, saya punya ekspektasi lebih. Setidaknya, kalau memang tidak sesuai ekspektasi, please jangan diganggu-gugat deh versi pertamanya. 

Tapi mungkin, karena kami berasal dari generasi Millennial yang punya pengalaman luar biasa saat menonton Keramat pertama. Bahkan, buat saya sendiri, Keramat adalah film horor terbaik yang pernah saya tonton setelah Karma (2008) dan saya menyejajarkannya dengan Constantine (2005). Lha, kenapa Keramat 2 agak zonk ya?

BACA JUGA: PENJELASAN FILM PENGABDI SETAN 2 BESERTA TEORI-TEORINYA, HATI-HATI SPOILER!

Anyway, meskipun zonk dan teriakan para karakter di film ini agak lebay—apalagi pas mau di-ending-ending-nya, yah film ini bakalan cukup menghibur buat anak muda zaman sekarang. Para kelahiran 90-an yang dibesarkan dengan paparan selebgram Keanu Agl dan teman-temannya. 

Kurang lebih hampir mirip dengan Keramat pertama, film Keramat 2 ini bercerita tentang sekelompok anak muda YouTuber yang pergi ke Cirebon untuk membuat konten horor. Sebenarnya enggak cuma bikin konten horor sih, beberapa orang dalam rombongan itu berencana membuat tugas penelitian mengenai seni tari yang sudah langka banget.

Nah, sebelumnya tuh, sekelompok orang, termasuk Keanu Agl dan teman-teman YouTuber-nya— anyway di film ini Keanu berperan sebagai Keanu juga—sempat punya masalah gitu. Seorang kru mereka yang juga cenayang—diperankan oleh Luthesa keluar dari tim Youtube horor mereka. Keluarnya tanpa alasan gitu, yang membuat Keanu dkk sempat kesal, si cenayang—namanya Ute di film—bisa dibilang maskotnya konten YouTube mereka.

Jadi, mereka berencana ingin membuat konten horor yang super horor walau tanpa Ute. Yah, semacam pembuktian lha…

Nah kan, saking pembuktiannya ya itu, beneran didatangi setan. Dan setannya nggak mau lepas, sampai mereka harus datang ke dunia arwah dulu, untuk melakukan sesuatu, baru setannya mau melepaskan mereka.

Sebenarnya ya, kalau misalnya kita coba ambil hikmahnya, Keramat 2 ini bisa jadi semacam teguran buat para pembuat konten horor, entah itu  ini bisa jadi semacam teguran buat para pembuat konten horor, entah itu YouTuber, TikToker, supaya jangan kelewat batas.  Demi konten sampai menghalalkan segala cara. Didatangi setan, malah kesenangan! 

Dan lucunya, begitu ada yang kesurupan, bukannya panggil pemuka agama, malah mengikuti saran cenayang. Gimana nih, kalau anak-anak muda terutama generasi Z pada ngikutin apa yang ditayangkan di film ini ya? Saya jadi agak wondering yah~

Ucul-nya lagi, ketika akhirnya Keanu dan gerombolan sampai di dunia arwah, itu kamera tetap bisa dipakai untuk merekam segala jenis kegiatan mereka di dunia para setan itu. Warbiyasaa ajaib yes!!

Tapi, begitulah, namanya juga film. Yang bikin saya agak kaciwa adalah, kenapa juga harus dihubung-hubungkan dengan Keramat pertama. Itu film sudah masterpiece lho, mulai dari teknis filmnya, tema, sampai ke pesan moralnya. Lha kok, disambung-sambungin seeeeeh…

Yang dulu biarlah ending-nya begitu, enggak perlu dipaksa nyambung ke yang baru. Tapi mungkin, ini adalah salah satu strategi marketing untuk menaikkan kembali film Keramat pertama. Supaya anak-anak muda aka generasi Z ini yang terpesona dengan Keramat 2 penasaran dengan Keramat pertama dan nonton lagi deh! Ya bagus sih, terserah Mas Monti Tiwa aja

BACA JUGA: YANG PATUT DITUNGGU DARI ‘QORIN’, FILM HOROR BERTEMA URBAN LEGEND INDONESIA

Begitulah jadinya pengalaman saya menonton Keramat 2. Mungkin selera saya sudah terlalu tua ya, jadi kurang begitu relate dengan film ini. Jujurly, saya sama sekali enggak ada teriak lho, pas nonton film ini. Padahal di film Keramat pertama, saya teriak heboh—even pas dengar gamelannya bunyi, dan tentu saja adegan kesurupannya yang WOW!!!! 

Oke, adegan kesurupan Luthesa bagus, cuma ya udah sih, belum bisa mengalahkan adegan kesurupan di Keramat pertama yang natural banget, tidak berlebihan, kalau kata Hindia secukupnya, namun justru itu yang bikin memorable banget.

Pun begitu, Keramat 2 pasti cukup relate-lah buat kalian anak muda, terutama yang gandrung dengan selebgram teman-temannya Keanu Agl. Keanu juga sebenarnya enggak berakting sih imho, kan sehari-hari dia bawaannya memang ngegas, dan itulah yang ditampilkan di film. 

Dan karena ini film formatnya mockumentary, tentu saja ini merupakan kesehariannya Keanu. Enggak ada sesuatu yang baru, kok saya nyinyir banget ya? Hehehe….

Film ini cukup menarik kok, sebagai film horor yang sukses bikin saya enggak menjerit sepanjang film. Ibaratnya flirting-flirting doang, orgasmenya nggak dapet. Tapi, kalau lo cuma cari sensasi, ya nonton film ini, kalau orgasme? Hmm yaaah sesungguhnya film ini sangat ‘kentang. (*/)

BACA JUGA: ALASAN KENAPA ORANG INDONESIA DEMEN BANGET MENONTON FILM HOROR

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Ester Pandiangan

Penulis buku "Maaf, Orgasme Bukan Hanya Urusan Kelamin (2022)". Tertarik dengan isu-isu seputar seksualitas.