Pop

YANG PATUT DITUNGGU DARI ‘QORIN’, FILM HOROR BERTEMA URBAN LEGEND INDONESIA

Biasanya kehidupan pesantren dekat dengan unsur religi, namun ternyata ada saja kondisi yang membuat personal ataupun komunitas yang diduga dekat dengan Tuhan sekalipun bisa menjadi sumber kejahatan. Sesuatu yang sesungguhnya menyadarkan kita, kalau godaan setan bisa terjadi pada siapa saja dan di mana saja.

title

FROYONION.COM - Apa sih sebenarnya yang membuat film horor itu jadi relevan, memorable, “menggigit”, dan nggak garing? Kalau saya sih menyimpulkan, enggak lain adalah unsur kedekatan dan ketersambungan antara scenes dan temanya. 

Intinya nggak muluk-muluk, ngawang-ngawang, ataupun mencoba menyerupai film horor luar. Pada akhirnya semua negara punya urban legend-nya sendiri nggak sih? Dan semestinya, film-film horor yang berangkat dari urban legend ini bakalan lebih ngena ke pasar lokal. 

Saya masih ingat, ibu-ibu yang mengantar jemput saya ke sekolah dulu ketika SD cerita, saat suaminya dinas kerja di Kalimantan, si ibu sedang hamil tua. Pasutri itu tinggal di tengah hutan, dan dia selalu membawa gunting kemanapun dia pergi. Katanya untuk melindungi diri dari jin ataupun makhluk halus. 

Relevan dan dekat.

Hal inilah yang saya dapatkan ketika menonton Inang (2022), film keluaran IDN Pictures yang tayang perdana di “Festival Film Fantasi Internasional Bucheon” (Juli 2022).  Ingin mengulang kesuksesan yang sama atau unsur kedekatan ini masih dipakai IDN Pictures untuk menggarap film horor selanjutnya, Qorin (2022) yang bakal tayang 1 Desember 2022 juga menerapkan pendekatan urban legend.

Kalau Inang mengadaptasi soal rebo wekasanQorin mengadaptasi soal jin pendamping manusia yang melekat seumur hidup pada manusia—dari lahir sampai mati. Terinspirasi dari situ, Qorin yang disutradarai oleh Ginanti Rona ini mengisahkan kehidupan pesantren.

Biasanya kehidupan pesantren dekat dengan unsur religi, namun ternyata ada saja kondisi yang membuat personal ataupun komunitas yang diduga dekat dengan Tuhan sekalipun bisa menjadi sumber kejahatan. Sesuatu yang sesungguhnya menyadarkan kita, kalau godaan setan bisa terjadi pada siapa saja dan di mana saja.

Terus, Qorin ini sebenarnya cerita tentang apa sih? 

Karena film ini bakal tayang di 1 Desember 2022, menurut beberapa laman berita yang saya baca, Qorin bercerita tentang kehidupan di pesantren putri. Tokoh utamanya Zahra Qorutun Aini yang diperankan oleh Zulfa Maharani. 

Zahra adalah siswi teladan dan juga ambisius ingin selalu menjadi yang terdepan. Saking ingin menjadi nomor satu, Zahra sampai menuruti apapun perintah gurunya Ustaz Jaelani, termasuk melakukan ritual pemanggilan qorin.

Dari apa yang saya baca, Ustaz Jaelani punya maksud terselubung dan sepertinya tidak beriman kepada Allah, dan saya berasumsi, sumber masalah dan rentetan peristiwa mistis di pesantren tersebut adalah ulahnya Ustaz Jaelani.

Hmm…kok jadi rada mirip Qodrat ya? Di Qodrat kan begitu, biang segala kesurupan warga desa karena ulah Zafar (Randy Pangalila). Belum lagi, ketika melihat trailer-nya ada salah satu adegan kesurupan dan yang kesurupan bilang, “Assalamualaikum penghuni neraka..”

Kok, sounds familiar ya hehehe…

Eniwei, enggak boleh langsung cepat menyimpulkan. Siapa tahu, walaupun temanya rada-rada mirip dengan QodratQorin menawarkan sesuatu yang berbeda. 

Dan saya rasa cukup menarik juga, mengingat beberapa pemain di Qorin cukup jempolan. Ada Aghniny Haque yang berperan sebagai santriwati Yolanda yang bengal dan menjadi salah satu pusat permasalahan di pesantren tersebut.

Kemudian ada Putri Ayudya yang berperan sebagai Umi Yana, membantu Umi Hana (Dea Annisa) menjaga pesantren dan para santriwati. Bermain film horor bukan hal baru lagi buat Putri Ayudya. Sebelumnya, alumni Psikologi UI ini juga pernah bermain di beberapa film horor seperti Kafir: Bersekutu dengan Setan (2018), Ratu Ilmu Hitam (2019), dan Pamali (2022).

Film Qorin cukup menjanjikan dan merupakan salah satu film horor yang ditunggu-tunggu, selain Keramat yang tayang perdana 24 November. Buat lo yang penasaran dengan Qorin, atau seenggaknya pengin meng-update perkembangan film horor di Indonesia, film besutan IDN Pictures ini bisa ditonton per 1 Desember 20221, di bioskop kesayangan Anda, halaaah

Sebagai penyuka film horor, saya sangat optimis dengan film-film horor Indonesia beberapa tahun terakhir ini. Setiap kali hendak menonton film horor, beberapa kawan, gebetan, kerap meremehkan keputusan saya nonton film horor Indonesia.

“Halah…palingan buka-bukaan..”

“Apa bagusnya sih?”

“Jual badan doang…”

“Paling enggak ada bedanya dengan film-film bokep…”

Hei Anda! Kita memang nggak bisa menghapus stigma demikian, mengingat perfilman Indonesia pernah berada di zaman, horor yang ‘menjual’ tubuh perempuan. Tapi itu sudah lama berlalu! Sekarang, perfilman Indonesia, terutama genre horornya sudah banyak berubah bahkan enggak kalah dengan film-film horor barat—kalau engkau pascakolonialis banget.

Gitu deh, cus ditonton Civs, kalau tertarik, seperti komentar teman saya, ketika saya bilang, “Kamu nonton Sri Asih? Memang bagus?”

Kemudian dia jawab, “Mending nonton langsung kan untuk membuktikan bagus enggaknya, ketimbang dengerin kata orang…” (*/)

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Ester Pandiangan

Penulis buku "Maaf, Orgasme Bukan Hanya Urusan Kelamin (2022)". Tertarik dengan isu-isu seputar seksualitas.