Pop

JANGAN SALAH, 4 FESYEN FEMININ INI DULU SERING DIPAKAI KAUM COWOK

Seperti pakaian berwarna pink ternyata pernah menjadi simbol maskulinitas di abad 18. Lalu, gimana dengan beberapa fesyen feminin lainnya? Baca selengkapnya di sini, Civs!

title

FROYONION.COMCivs, pasti seumur hidup lo pernah dibilang feminin karena pakai kaos oblong berwarna pink–yang entah mengapa kok identik dengan warna favorit kaum hawa. 

Padahal, sah-sah aja kan? Mau pakai kaos berwarna pink, asalkan jiwa lo tetap lakik–lo tetap berperilaku sebagaimana mestinya seorang laki-laki tulen. Namun, terkadang kita juga rada gemes dibilang kemayuPadahal, bukannya fesyen ini sempat jadi tren anak muda Indonesia, yah?

Inilah yang dikatakan bahwa fesyen, terutama suatu warna ternyata memiliki hubungan terkait identitas gender yang seringkali disematkan. Seperti warna pink yang identik dengan warna gender perempuan, dan sebaliknya–laki-laki hanya pantas memakai warna hitam atau warna maskulin lainnya.

Dikutip dari cnn.com, sebetulnya asumsi yang menyebutkan kalau warna pink hanya dipakai untuk cewek aja, faktanya nggak begitu. Pada abad 18, perusahaan tekstil di Amerika justru memasarkan warna pink untuk laki-laki, sedangkan warna biru untuk perempuan.

Selain itu, pada era kekaisaran Mesir dulu, makeup dan wig adalah dua hal yang lazim dipakai sama kaum bangsawan, baik laki-laki maupun perempuan. Di negara Skotlandia juga begitu. Pakaian tradisional untuk kaum pria, malah mengenakan rok pendek yang dikenal dengan kilt.

Jadi, biar kita sama-sama tahu–apa aja sih fesyen feminin yang ternyata pernah hits dipakai kaum cowok di zaman dulu? Berikut informasi yang sayang banget kalau lo lewatkan, Civs!

1. MEMAKAI BAJU BERWARNA PINK

Yap, pemakaian baju berwarna pink menjadi urutan pertama sebagai pakaian feminin yang dulunya sering dipakai kaum cowok. Sebenarnya, warna pink itu universal yang bebas digunakan oleh semua gender. Jaman dulu, warna pink melambangkan maskulinitas, sedangkan warna biru melambangkan kelembutan. Terbalik, ya?

Tapi, kenapa warna pink identik sama cewek? Terkait hal ini, belum ada sumber yang merujuk resmi. Namun, lo bisa membaca sejarah di era Nazi yang dikenal dengan logo segitiga pink–yang justru digunakan untuk menandai pertahanan dari kalangan homoseksual. Sehingga, saat itu bisa menjadi kecenderungan untuk mengaitkan warna pink ke sifat feminin.

BACA JUGA: APA SIH BEDANYA 'STYLE' DAN 'LOOK' DALAM FASHION?

2. MENGENAKAN ROK PENDEK 

Rok pendek juga menjadi salah satu fesyen yang dulu sempat wajar dipakai oleh kaum cowok. Asal muasalnya, rok digunakan manusia sejak zaman purba dan saat itu menjadi pakaian universal yang cocok bagi semua gender. Tradisi mengenakan rok pendek di antaranya dilakukan di peradaban Mesir, Yunani, Romawi, dan Skotlandia.

Sama seperti halnya pakaian berwarna pink. Penyesuaian stereotip gender pada rok, mulai disematkan sejak abad ke-18 setelah revolusi Perancis. Konon, saat itu kaum cowok mulai meninggalkan segala aksen dekoratif heboh–termasuk rok. Kemudian, beralih memakai fesyen yang lebih sederhana seperti celana.

3. MENGGUNAKAN SEPATU HIGH HEELS

Jangan salah lho, Civs. Cowok pakai sepatu high heels bakal terlihat lebih maskulin. Fakta ini yang dirasakan oleh tentara Persia di zaman baheula–yang mana mereka akan memakai sepatu berhak tinggi untuk menjaga kestabilan tubuh saat berkuda. Makanya, mereka bisa lebih lincah memainkan senjata tanpa khawatir terjatuh dari kuda.

Penggunaan sepatu high heels bagi kaum cowok, mulai digunakan oleh bangsawan Eropa. Katanya, semakin tinggi high heels, maka semakin menunjukkan derajat status sosial, dan bisa melindungi dari jalanan kota yang begitu berlumpur. Semenjak revolusi industri yang menghadirkan kendaraan bermesin, sepatu berhak tinggi ini pun mulai ditinggalkan dan menjadi tren yang diteruskan bagi kaum cewek.

4. MEMAKAI LEGGING

Seperti nggak kalah sama fesyen feminin sebelumnya, legging pun pernah dipakai secara percaya diri oleh kaum cowok. Tepatnya pada abad pertengahan, legging digunakan untuk berperang yang ditambahkan pelindung baja di sisi bagian luar. Karena banyak digemari lelaki zaman dulu, legging pernah menjadi tren fesyen yang cukup lazim.

Seiring perkembangan zaman, pemakaian legging oleh kaum cowok mulai ditinggalkan. Tepatnya, sejak abad ke-20, faham feminisme yang kian tumbuh subur, alhasil fesyen legging tergantikan dengan penemuan sepatu boot militer yang dinilai lebih praktis, fleksibel, dan lebih banyak disukai oleh kaum cowok hingga sekarang.

Keempat fesyen feminin di atas menyisakan kenangan tersendiri khususnya bagi sejarah dan peradaban fesyen dunia yang menyatakan fakta bahwa ternyata cowok juga pernah kok pakai beberapa fesyen feminin. Bukan mustahil juga hal tersebut malah jadi angin segar bagi perkembangan industri kreatif Indonesia, Civs! (*/)

BACA JUGA: PENGKATEGORIAN CEWEK KUE, MAMBA, DAN BUMI ITU BUKAN STYLE FESYEN

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Lukman Hakim

Penulis lepas yang menuangkan ide secara bebas tapi tetap berasas