Music

SKANDINAVIA: WILAYAH PALING BAHAGIA, TAPI MUSIK METAL JUSTRU TUMBUH DI SANA

Jika negara-negara Skandinavia adalah negara paling bahagia di dunia, kenapa banyak band aliran kegelapan seperti black metal dengan tema kematian, mistis, dan penyiksaan malah bermunculan?

title

FROYONION.COM - Lagi-lagi negara-negara di tanah Skandinavia atau semenanjung wilayah Eropa Utara, menduduki tingkat tertinggi sebagai negara paling bahagia di dunia. 

Laporan terbaru dari World Happiness Report (WHR) 2024, menempatkan Finlandia, Denmark, Islandia, Norwegia, Swedia, dan Swiss di urutan 10 besar. Dalam tujuh tahun terakhir, Finlandia selalu ada urutan atas.  

Masyarakat di sana memiliki harapan hidup yang panjang, infrastruktur yang baik, pendapatan per kapita yang tinggi, dan masih banyak yang lain. 

Menurut Euronews program-program pemerintah mereka yang berpihak kepada para pengangguran, lansia, dan rakyat miskin diurus dengan baik sehingga publik sangat mempercayai institusi pemerintahnya.

Namun, laporan WHR 2024 itu menimbulkan pertanyaan. Jika negara-negara itu adalah negara yang bahagia, kenapa justru banyak band aliran kegelapan seperti black metal yang tumbuh di sana. Padahal black metal adalah aliran musik yang banyak mengangkat tema kematian, kejahatan, penyiksaan, dan hal-hal seram lainnya.

BACA JUGA: ‘SOUND OF METAL’ BISING YANG TIDAK IDENTIK

Menurut penelitian Jakub Marian, seorang matematikawan dan ahli bahasa dari Ceko, menemukan fakta bahwa dibandingkan dengan Amerika Serikat dan Inggris sebagai negara pelopor musik metal, Skandinavia memiliki jumlah band lebih banyak. 

Perbandingannya diukur dengan setiap satu juta penduduknya. Amerika memiliki 72 band dan Inggris punya 69 band. Sedangkan Islandia 341 band, Norwegia 299 band, Swedia 428 band, dan Finlandia punya angka tertinggi, yakni 428 band.

Untuk menjawab fenomena ini, berikut akan dijelaskan berbagai pernyataan yang telah diungkapkan oleh asumsi masyarakat umum, sejarawan maupun antropolog yang telah melakukan penelitian tentang berbagai alasan black metal menjadi aliran musik yang digemari di Skadinavia. 

PENGARUH SEJARAH BANGSA VIKING

Musik metal di Skandinavia mulai populer sejak awal tahun 1980-an. Satu di antara yang ada saat itu adalah Bathory dari Swedia. 

Band ini muncul tahun 1983 dengan mengangkat tema tentang nenek moyang bangsanya, yakni viking. Sejak saat itu, tema viking banyak diangkat oleh band-band metal lainnya sehingga tercetuslah identitas viking metal

Nikolas Sellheim dalam penelitiannya mengatakan bahwa black metal digunakan oleh para musisi untuk merebut panggung sejarah yang telah melanggengkan asumsi bahwa orang-orang viking melakukan ekspansi dengan kekerasan di dataran Eropa lainnya. 

BACA JUGA: POWER METAL: 36 TAHUN MENGGILAS ZAMAN

Bagi vokalis Burzum, Varg Vikernes, bangsa viking penganut paganism berabad-abad lalu justru mengalami kekerasan oleh pendatang yang membawa agama Kristen ke Skandinavia. Itu sebabnya ia pernah melakukan aksi pembakaran gereja untuk balas dendam. 

Secara musikalitas, black metal merepresentasikan semangat viking. Nyanyiannya yang eksplosif adalah simbol keberanian para pejuang di laut. Sementara itu, karakter sound yang menggelegar adalah kombinasi yang pas untuk membingkai semangat itu.  

BUDAYA JANTELOVEN PEMICU TUMBUH SUBUR BLACK METAL

Pendapat lainnya, orang-orang Skandinavia suka musik black metal karena mereka menganut budaya Janteloven. Budaya Janteloven adalah budaya yang mengedepankan kepentingan bersama daripada kepentingan individu. 

Maka dari itu, seseorang yang tidak dapat menjadi diri sendiri, berupaya merebut identitas dirinya dengan melekatkan diri pada subkultur black metal. Black metal adalah ruang yang sangat memungkinkan untuk menjadi penyalur kebebasan berekspresi. 

BACA JUGA: 5 BAND MIDWEST EMO INDONESIA YANG LAYAK DISEBUT 'HIDDEN GEM'

Asumsi yang cukup kontroversial mengatakan musik black metal menjadi populer di sana karena justru tingkat kebahagiaannya yang tinggi. 

Musik kelam menjadi pelariannya. Sebaliknya di negara yang tidak bahagia, musik yang bahagia menjadi pelarian. Misalnya seperti India dan Meksiko. Musik-musik folk di sana, terkenal mendunia karena tarian-tarian yang menghibur.

KUALITAS PENDIDIKAN DAN KEMAMPUAN FINANSIAL

DeHart mengatakan musik metal adalah musik dengan tingkat teknis yang rumit. Sedangkan di Skandinavia, masyarakatnya memiliki kapasitas kecerdasan yang mumpuni sehingga mereka memiliki ketertarikan khusus pada musik metal. 

Perihal demokrasi dan pemerintahan yang bagus juga memberikan celah masyarakat di sana untuk memiliki waktu berfilsafat dan konsentrasi pada pengembangan seni, khususnya di aliran black metal.

Selain itu, faktor lainnya adalah kemampuan finansial di sana. Mellander yang mengajar di Jönköping International Business School Swedia, mengatakan bahwa musik metal juga dipelajari di sekolah-sekolah. 

Jika mengacu di beberapa negara-negara terbelakang seperti Afrika, musik modern tidak memiliki tempat yang istimewa. Dikarenakan musik modern seperti black metal memerlukan biaya yang tidak sedikit. 

Dalam memainkan musik metal, akan jauh lebih baik jika menggunakan equipment yang mahal demi mendapatkan sound yang bagus.

Dari banyak pemaparan alasan itu, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa populernya musik metal di Skandinavia dipengaruhi oleh budaya, sejarah, dan letak geografis. Namun, faktor lain yang cukup kuat berpengaruh adalah kemampuan finansial dan tingkat pendidikan memungkinkan musik metal tumbuh subur di sana. (*/) 

(Photo credit: Revolver Magazine, Gorgoroth)

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Ugik Endarto

Pegiat di Perpustakaan Jalanan Wahana Baca juga berkecimpung di Metallagi.com