Kolom Bang Roy

KENAPA ANAK MUDA INDONESIA NGGAK MALU LAGI MENIKMATI DANGDUT KOPLO?

Di kolom yang tayang tiap Senin ini, siapa aja bisa nanya dan bakal dijawab langsung oleh Bang Roy sendiri. Kamu bisa nanya segala macem tema pertanyaan yang berkaitan dengan kehidupan muda-mudi zaman sekarang. Untuk kirim pertanyaan kamu, bisa kirim DM langsung via Instagram @froyonion.

title

Pertanyaan: 

“Bang jawab, kenapa audio viral di TikTok isinya dangdut koplo semua hayo?” -(@**********)

Jawaban Bang Roy:

Yak, nggak bisa dipungkiri, beberapa tahun terakhir, dangdut koplo jadi makin hits dan dekat sama anak-anak muda Indonesia, Civs.

Dangdut ini sendiri juga sempat ngalamin fase evolusi nih. Banyak orang yang merasa musik dangdut mulai ngebosenin, katanya musiknya terasa gitu-gitu aja.

BACA JUGA: INILAH KEKUATAN MAGIS LAGU KOPLO, BIKIN LAGU GALAU MALAH JADI LAGU YANG BIKIN BAHAGIA

Nah sekelompok masyarakat di Jawa Timur, tepatnya di Pantura, pada akhirnya membuat musik dangdutnya sendiri. Tempo dan iramanya lebih cepat, terkesan lebih rame, terus ditambah dengan goyangan-goyangan aduhai yang dilakukan sama para biduanitanya.

Nah, jenis musik ini yang pada akhirnya dikenal dengan dangdut koplo. Dinamakan begitu karena musiknya yang upbeat sehingga bisa bikin orang joget, kayak abis menenggak pil koplo (jenis antidepresan).

Fakta ini mengubah persepsi masyarakat di awal tahun 2000-an juga, yang (beberapa) bilang kalo penikmat dangdut itu kampungan. Orang yang dengerin malah diejek, padahal kan preferensi musik orang juga beda-beda yak.

Nah, semakin positifnya kesan pendengar musik dangdut, serta meluasnya pendengar dangdut koplo ini makin dibuktikan dengan penyelenggaraan UUD (Ujung-Ujungnya Dangdut) Festival di Banyuwangi pada tanggal 19 November 2022 kemarin, Civs.

https://www.instagram.com/p/Ck4qCcvI9Sy/embed/captioned —> INSERT MEDIA

Dalam event di Banyuwangi ini, UUD turut mengundang penampil lintas genre dari Indonesia, dan ‘ujung-ujungnya’ berkolaborasi dan nyanyiin lagu-lagu dangdut. Ada rocker legendaris Candil yang kolaborasi bareng Danang juara D’Academy Asia, terus ada Coconuttreez yang terkenal sebagai grup reggae yang juga berkolaborasi dengan presenter sekaligus penyanyi Melanie.

Nggak ketinggalan, UUD Festival ditutup dengan penampilan Denny Caknan dan Laverda Caca si pedangdut metahuman.

BACA JUGA: LAVERDA SALSABILA, PIONIR ‘METAHUMAN’ DANGDUT YANG MEMBAWA MIMPI BESAR BAGI INDONESIA

Jadi, bisa dilihat bahwa antusiasme masyarakat terhadap musik dangdut terutama yang didominasi oleh Millennial dan Gen-Z emang makin besar dan lebih diterima secara luas, Civs.

Tapi, menurut gue, ada beberapa faktor yang turut mendorong perkembangan musik dangdut di kalangan Millennial dan Gen-Z nih, Civs.

Pertamamusik dangdut koplo bisa mengubah lagu apapun jadi joget-able.

Dari yang gue liat-liat nih, anak muda zaman sekarang tuh demennya ngelakuin sesuatu yang bisa bikin mereka lepas dari stress. Elemen lagu dangdut koplo yang bisa bikin lo otomatis berjoget mengikuti ketukan kendang ini jadi salah satu ‘obat’ buat mengusir stress itu.

Apalagi dalam beberapa festival musik terakhir (yang notabene punya target audience generasi muda) turut mengundang musisi yang berasal dari musik dangdut dan koplo, contohnya ada Denny Caknan, Barakatak, dan OM New Pallapa.

Jadi menurut gue, secara langsung, dengerin musik yang bisa bikin lo joget adalah salah satu shortcut menuju kebahagiaan dan stress relief, dan shortcut itu ada di dangdut koplo, hahay.

Kedua, kehadiran media sosial kayak TikTok mampu membawa musik dangdut koplo jadi lebih dekat dengan anak-anak muda.

Hal ini jadi alasan yang sangat kuat tentang kenapa dangdut koplo jadi makin dekat dengan anak-anak muda.

Tiap hari lo scrolling TikTok, lo bakal menyadari bahwa mayoritas sound yang viral berasal dari genre musik koplo. Entah kenapa, musik ini jadi salah satu musik yang asyik buat dikolaborasikan dengan jogetan–dance challenge–atau sekadar background music ala-ala buat memperasyik video yang mau di-upload.

Semakin sering kita mendengarkan musik (meskipun awalnya nggak sadar–bahkan nggak suka), pasti lama-lama bakal jadi terbiasa dan bisa jadi suka. Untuk itu, faktor ini cukup penting demi memajukan genre musik koplo di tengah-tengah gempuran musik lintas genre yang lagi trending sekarang, Civs.

Terakhir, ada semakin banyak musisi muda Indonesia yang melejitkan genre dangdut koplo.

Seperti yang gue bilang dalam 2 poin di atas, festival musik yang semakin marak di tahun 2022 ini turut diisi oleh musisi bergenre dangdut ataupun koplo yang berasal dari generasi muda. 

Contohnya Ada Denny Caknan, NDX AKA, Farel Prayoga, Via Vallen, Feel Koplo, dan masih banyak lagi.

Beragam musisi dangdut koplo yang datang dari generasi muda juga jadi bukti bahwa musik dangdut makin diterima, Civs. Nggak cuma dari daerah-daerah pelosok aja, tapi juga datang dari kota-kota besar–bahkan Ibu Kota.

Image musik koplo yang dulunya kampungan udah bukan hal yang relevan lagi nih. Ketika anak-anak mudanya mulai dengerin musik koplo, artinya kesempatan berkarier dan ‘pasar’-nya juga makin luas.

Juga dengan diselenggarakannya UUD Festival kemarin, harapannya sih dangdut dan koplo jadi makin dekat dan hangat sama generasi muda. Festival yang disebut sebagai next generation Dangdut Festival ini jadi pionir untuk memajukan dangdut secara luas. Jadi, moga-moga sound yang viral di TikTok diisi makin banyak musik-musik dangdut dan koplo lagi yak~ (*/)

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Bang Roy

Bang Roy