Tekno

REKOMENDASI LAPTOP TERBAIK 2022 UNTUK DESAINER GRAFIS

Masih bingung mau beli laptop yang model gimana? Tenang Civs, nih gue kasih rekomendasi laptop yang cocok buat lo sebagai desainer grafis. Tentunya dengan harga yang masih manusiawi.

title

FROYONION.COM - Bekerja di industri media kreatif memang membutuhkan tools yang sangat efektif, salah satunya yaitu laptop. Apalagi yang bekerja sebagai desainer grafis, laptop menjadi salah satu tools yang sangat diperlukan untuk menunjang pekerjaan mereka yang berkaitan dengan visual.

Seperti yang udah gue bahas di artikel sebelumnya, laptop yang cocok untuk desainer grafis pastinya harus memiliki prosesor yang mumpuni. Selain itu memori yang harus dimiliki minimal 8GB (kalau bisa sih yang 16GB aja). Resolusi layar juga menjadi salah satu faktor penting untuk memilih suatu laptop.

Terus, gimana caranya mendapatkan spesifikasi bagus dengan harga yang manusiawi? Eits, tenang dulu. Nih gue rekomendasiin laptop yang spesifikasinya bagus menurut gue dengan harga yang masih manusiawi.

1. LENOVO THINK BOOK 14 G2 ITL

Pasti udah nggak asing lagi kan dengan merek yang satu ini. Lenovo Think Book 14 G2 ITL tak hanya sekedar mengandalkan spesifikasi, tetapi juga fitur keamanannya yang lengkap. Dengan dukungan sensor sidik jari support Windows Hello, webcam dengan privacy shutter, TPM 2.0, dan banyak lagi, membuat laptop ini memiliki daya tarik tersendiri. Selain itu, laptop ini sudah dijalankan dengan software Windows 11.

Kalo masalah performa nggak usah diragukan lagi. Laptop ini dibekali prosesor Intel Core i7 Gen 11 yang ditandemkan dengan RAM sebesar 8GB/16GB dan kartu grafis NVIDIA GeForce MX450 GDDR6. Mana memorinya bisa di-upgrade pula (dual channel capable).

Storage yang ditawarkan pun nggak tanggung-tanggung Civs. Dengan SSD sebesar 512 GB, lo nggak akan khawatir dengan yang namanya memori cepat penuh dan laptop tiba-tiba ngelag ketika sedang bekerja. Storage ini bisa di-upgrade up to 1TB untuk SSD, 2 TB untuk HDD.

Untuk masalah display, laptop ini memiliki ukuran 14 inch dengan Full HD IPS 250 nits Anti Glare yang artinya laptop ini memberikan reproduksi warna yang lebih baik. Ini sangat menguntungkan bagi desainer grafis karena warna yang dikeluarkan mendekati objek nyata. Teknologi Anti Glare juga membuat pengguna nyaman karena dapat membantu mengurangi pantulan dari sinar matahari.

Battery life yang ditawarkan juga lumayan sih, walaupun hanya di angka 45 Wh (kira-kira 6 jam pemakaian). Namun kapasitas baterai inilah yang membuat laptop ini cukup ringan, hanya berbobot 1,4 kg aja. Untuk harganya di pasaran berkisar Rp 13-15,8 jutaan, tergantung memori yang ditawarkan.

2. DELL INSPIRON 15

Buat lo yang belum tau, Dell Inspiron ini memiliki banyak seri yang beragam model serta spesifikasinya. Seri Dell Inspiron sendiri mulai dari Inspiron 13 sampai 15 dan setiap seri memiliki banyak variasi yang beragam dan spesifikasi yang berbeda-beda. Dari sekian banyak seri, gue paling suka sama Dell Inspiron 15 yang seri 5510 prosesor Intel Core i7-11370H.

Dengan kartu grafis Intel Iris Xe Graphics dan memori up to 32GB (dual channel), laptop ini memiliki performa yang cukup kencang. Storage-nya sendiri sebesar 512GB SSD dan bisa di-upgrade up to 2TB. Untuk software yang dijalankan juga menggunakan Windows 11.

Harga yang ditawarkan lumayan terjangkau menurut gue, yaitu berkisar di harga Rp 15,8-17,1 jutaan. Dengan harga segitu, lo udah mendapatkan laptop berukuran besar yakni 15,6 inch dan bobot yang cuma 1,6 kg. Baterainya pun juga lumayan tahan lama Civs, yaitu 4-cell polymer (54 Wh).

3. ASUS TUF GAMING A15 DAN F15

Seperti yang kita ketahui, laptop gaming memiliki performa yang sangat bagus sehingga laptop gaming juga cocok untuk para desainer grafis. ASUS menawarkan berbagai laptop gaming yang bervariasi dan desainnya juga memanjakan mata. Beberapa model harganya memang menguras kantong, tapi yang gue bahas ini masih manusiawi harganya.

Perbedaan yang mencolok antara A15 sama F15 adalah prosesor yang dimiliki. A15 menggunakan prosesor merek AMD, sedangkan F15 menggunakan prosesor Intel. Tentunya menggunakan generasi terbaru yaitu AMD Ryzen 7 Gen 5/6 dan Intel Core i7 Gen 11/12. Kalau kartu grafisnya sih rata-rata sama, yaitu menggunakan NVIDIA GeForce RTX 3050 atau NVIDIA Geforce RTX 3060.

Untuk display-nya sih sama semua, yaitu 15,6 inch Full HD IPS 250 nits. Memori pun juga sama, 8GB up to 32GB (bisa di-upgrade). Storage yang ditawarkan juga sama, yaitu SSD 512 GB up to 1TB. Battery life di angka 56Whr, kecuali yang seri F15 FX506HM-1736B7T-O11 yaitu di angka 90Wh. Semuanya juga dijalankan oleh software Windows 11.

Kalo soal berat sih laptop gaming nggak ada yang ringan Civs. ASUS TUF Gaming sendiri memiliki berat sekitar 2 kg-2,3 kg. Ya lo tau sendiri kan spesifikasi dari laptop gaming itu nggak main-main dan kapasitas baterainya lumayan gede. Kalau soal harga, laptop ini dibanderol Rp 17,5-20 juta, tergantung prosesor sama kartu grafis yang ditawarkan karena tipe yang ini lumayan banyak variasi dan modelnya.

4. ACER SWIFT X SFX 14 - 41G R6NV

Dari sekian banyaknya seri Swift X, gue paling suka sama yang satu ini. Kali ini prosesornya bukan dari Intel, tapi dari AMD yaitu AMD Ryzen 7 5700U. Kartu grafisnya juga nggak main-main Civs, NVIDIA GeForce RTX 3050 Ti GDDR6. Untuk urusan memori, laptop ini dibekali memori sebesar 16GB yang bisa dual channel, jadi bisa ditambah kapasitasnya Civs. Selain itu storage-nya menggunakan SSD 512 GB yang dijalankan dengan software Windows 11.

Kalau ukuran layarnya sendiri emang nggak begitu besar sih, tapi kalo 14 inchi mah udah cukup lah ya, apalagi IPS nya di angka 300 nits yang bikin visualnya kelihatan nyata. Baterainya juga tahan lama banget, bisa sampai 14 jam jika pemakaian normal.

Yang gue heran adalah, bobot laptop ini lumayan ringan, yaitu 1,39 kg. Padahal spesifikasi dan kapasitas baterainya cukup besar. Harga yang ditawarkan juga lumayan terjangkau menurut gue, berkisar di harga Rp 17 jutaan.

5. MACBOOK PRO M2

Sudah tidak diragukan lagi bahwa produk Apple yang satu ini memang juaranya buat yang bekerja di industri kreatif bahkan juga cocok buat programmer. Macbook Pro M2 ini memang baru dirilis beberapa bulan lalu, dan ada perbedaan yang lumayan signifikan dari seri sebelumnya.

Perbedaan yang gue maksud di sini adalah chip yang digunakan. MacBook Pro M1 menggunakan GPU 8 core dan CPU 8 core, sedangkan Macbook Pro M2 menggunakan GPU 10 core dan CPU 8 core. Selebihnya sih masih sama, baik display, RAM, storage, maupun kapasitas baterai.

Yang gue suka dari MacBook ini adalah display mereka yang jarang ada dimiliki di laptop merek lain. Apple sendiri hanya menggunakan layar sebesar 13 inch saja, namun kualitas yang disuguhkan sebesar 2560 x 1600 pixel dengan IPS sampai 500 nits. Ini membuat visual di dalamnya terasa nyata dan warna yang dikeluarkan hampir sama dengan yang aslinya.

Ketahanan baterainya juga sangat lama menurut gue daripada merek laptop lainnya, bahkan bisa mencapai 20 jam bila pemakaian normal. Kalau harganya sendiri emang lumayan mahal di pasar Indonesia, yaitu sekitar Rp 21 jutaan. Di Amerika sendiri cuma dibanderol dengan harga Rp 17,3-18,7 jutaan saja, kalau misal ada temen lo yang di Amerika mending nitip beliin aja wkwkwk.

Itulah beberapa rekomendasi laptop untuk lo yang bekerja di industri media kreatif, khususnya desainer grafis. Sebenarnya banyak yang lebih murah dari laptop yang gue sebutkan di atas. Lenovo dan Acer memiliki banyak tipe dan spesifikasi yang macam-macam, harganya pun berbeda-beda tetapi rata-rata masih di bawah Rp 20 jutaan.

Baik Lenovo dan Acer juga memiliki laptop gaming dengan spesifikasi yang lumayan juga buat desainer grafis, tetapi harganya beda tipis dengan laptop gaming keluaran Asus. Jika lo pengen punya laptop bagus dengan spesifikasi yang bisa buat gaming juga, laptop keluaran Asus bisa menjadi solusi. Walaupun harganya emang agak mahal dikit tapi spesifikasinya sebanding dengan harganya. Intinya sesuaikan antara budget dan laptop impian lo, Civs. (*/)

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Dynasti Savira

Investor Reksadana, pro player Blossom Blast Saga, pegiat hidup monoton, dan penikmat seni tapi bukan air. Motto hidup : Semua masalah pasti akan berlalu, iya berlalu lalang.