Tekno

IDE-IDE PENGGUNAAN NFT YANG BAKAL RELEVAN BUAT ORANG INDONESIA

Sering dilihat sebagai produk perkembangan teknologi semata, sebenernya NFT punya banyak kegunaan, loh! Apa aja itu? Coba simak dulu artikel satu ini.

title

FROYONION.COM - Beberapa waktu yang lalu, Indonesia sempat digemparkan dengan tren NFT. Orang-orang mulai berbondong-bondong membeli, menjual, bahkan menciptakan NFT. Hal ini tidak dapat dihindari karena beberapa waktu sebelumnya, Web3 sedang digembar-gemborkan menjadi dunia yang baru di masa depan. Sebuah kabar yang menggiurkan bagi banyak orang dari berbagai kalangan.

Sayangnya, hal ini tidak berjalan lancar. Harga NFT banyak yang turun drastis. Semua yang diimpikan sebelumnya seakan sirna dalam kurun waktu beberapa bulan saja. Sebut saja tweet pertama mantan CEO sekaligus pendiri  Twitter, Jack Dorsey, yang tweet tersebut terjual seharga 2,9 juta USD atau setara Rp41 miliar. Namun, kini harganya terjun bebas di angka ratusan juta rupiah saja. Trend negatif ini menjalar ke beberapa project NFT lainnya.

Buat yang belum tahu, NFT adalah sebuah token digital yang terdaftar pada jaringan blockchain. Yang membedakannya dengan kripto adalah NFT tidak dapat dipertukarkan. Dari kesederhanaan ini, sebenarnya banyak benefit yang bisa diambil dari trend NFT ini. Tapi tidak serta merta selalu berada di dunia virtual. Jujur saja, dunia masih belum siap dengan web3, NFT, kripto dan lain-lainnya.

Lalu bagaimana pemanfaatan NFT yang “relate” dengan kehidupan warga Indonesia? Kita berfokus pada utilityUtility adalah sejumlah kegunaan yang bisa didapatkan oleh pemegang NFT. Contoh saja BAYC yang merupakan singkatan dari Bored Ape Yacht Club. BAYC memberikan eksklusivitas bagi para pemegangnya. Namanya juga club, maka yang bisa masuk hanya orang-orang tertentu.

Karena pengetahuan dan wawasan di Indonesia tentang kripto, NFT dan web3 masih belum terlalu familiar, maka diperlukan sesuatu yang sifatnya dekat dengan keseharian kita. Dalam kasus ini, utility atau kegunaan NFT tidak berfokus pada jual-belinya di dunia virtual, tapi di dunia nyata. Beberapa orang skeptis dengan NFT karena sifatnya yang virtual. Jika hal itu dibawa ke dunia nyata, tidak menutup kemungkinan NFT masih digunakan sampai saat ini. Berikut beberapa contohnya.

BACA JUGA: SENIMAN RUSIA BAKAR PASPOR DAN JUAL VIDEONYA SEBAGAI NFT

NFT BUAT DI MINIMARKET

Sebenarnya, munculnya NFT merupakan kesempatan besar bagi para pemilik  bisnis ritel seperti minimarket di seluruh Indonesia. Mari gue jelaskan. Let’s say, sebuah waralaba minimarket dengan cabang yang tersebar hampir di seluruh Indonesia merilis NFT. NFT ini memiliki beberapa tingkatan yang tiap tingkatan memiliki kegunaan yang berbeda-beda. Semakin tinggi tingkatan maka akan semakin besar utility yang didapat oleh sang pemilik.

Sifatnya seperti kartu member. Namun, dengan utility yang menggiurkan, tidak sedikit pula orang yang menginginkan memiliki NFT tersebut demi mendapatkan utility yang diberikan. Dengan jual-beli NFT di second market, maka minimarket tersebut juga akan mendapatkan sedikit bagian hasil dari jual beli itu berupa royalti.

NFT DI CAFE? KENAPA NGGA!

NFT bisa juga digunakan oleh para pemilik cafe dengan utility yang mereka ingin berikan. Tapi jika dipikir-pikir, kalau sang pemegang mendapatkan potongan harga khusus pemilik NFT, maka akan berdampak kurang baik bagi keuangan cafe. Alih-alih memberikan diskon atau potongan harga, mari pikirkan utility yang lebih “eksklusif”.

Eksklusif berarti hanya dapat didapatkan oleh beberapa orang saja. Bagaimana bila hanya ada beberapa menu yang bisa didapatkan oleh para pemilik NFT? Menu-menu eksklusif ini akan membuat beberapa orang penasaran. Rasanya hal itu akan lebih aman ketimbang memberikan potongan harga yang tidak seberapa.

NFT BUAT BAND LOE!

Buat loe-loe yang punya band, nggak ada salahnya bikin NFT buat para penggemar loe. Mungkin sifatnya akan sama kayak pemegang kartu musiman, tapi kali ini bentuknya virtual. Benefit buat para pemilik tentu saja banyak. Bisa meet and greet sama loe, bisa dapet merch khusus, atau bahkan bisa ikut tour bareng loe! Semua itu kembali ke manajemen loe dan tim, ya!

Masih berhubungan dengan per-band-an duniawi. Kalo loe suka ke festival musik, nggak ada salahnya juga kan festival itu ngejual exclusive pass berbentuk NFT? Exclusive pass ini tentunya memiliki utility yang lebih besar ketimbang pemilik tiket biasanya. Tentunya dengan berbagai pertimbangan ya, Civs!

BACA JUGA: CARA KREATIF BRAND PASARKAN PRODUKNYA LEWAT NFT DI ERA DIGITAL

TAPI...

Dari semua hal yang gue paparkan barusan, perlu diingat bahwa semua hal di atas memerlukan banyak sekali usaha yang besar. Mengapa? Karena kehidupan ekonomi dan teknologi di Indonesia belum terlalu mendukung. Banyak sekali masalah-masalah yang sifatnya krusial dan harus diperbaiki apabila ingin menjadikan NFT sebagai bagian dari perekonomian di Indonesia.

Kita mulai dari masalah internal sebuah bisnis. Apabila ingin mengimplementasikan NFT di dalam bisnisnya, maka dibutuhkan berbagai hal. Mulai dari sumber daya manusianya yang capable dan minimal memahami apa itu kripto, NFT, dan blockchain. Selain itu juga perubahan model bisnis besar-besaran yang nantinya akan berdampak pada sistem enterprise perusahaan atau sebuah bisnis. Hal-hal detail sekecil apapun dapat memiliki dampak yang besar.

Lalu kita bicara tentang pelanggan. Kita tahu lingkungan ekonomi di Indonesia belum begitu stabil. Dengan dipaksakannya implementasi NFT, itu tidak menjamin bahwa model bisnis yang menerapkan NFT akan memperbaiki kondisi ekonomi kita. Selain itu pengetahuan masyarakat terkait NFT dan kripto juga masih terlalu minim, sehingga rawan terjadinya FOMO.

Mungkin untuk sekarang hal itu akan sulit diterapkan. Sebuah tantangan tersendiri untuk generasi penerus. Apakah mereka bisa mewujudkan dunia baru dengan Web3 dengan segala isinya. Atau malah kembali mengulangi siklus yang sama seperti pendahulunya yakni generasi sekarang. 

Tulisan ini mungkin belum bisa berguna untuk saat ini. Namun, siapa tahu, akan berguna 10 tahun mendatang. Siapa tahu kan, Civs! (*/)

BACA JUGA: VITALIK BUTERIN: KECEMASANNYA AKAN MASA DEPAN DAN PERSEPSI NEGATIF MASYARAKAT SOAL NFT

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Fandy Sulthan

Peracik kata, penikmat dunia 3 dimensi dan pengagum rahasiamu