Tekno

CARA KREATIF BRAND PASARKAN PRODUKNYA LEWAT NFT DI ERA DIGITAL

Semakin banyak perusahaan atau brand terkenal dunia yang memasarkan produk lewat ‘jalur’ NFT. Beberapa menganggap ini jadi cara yang kreatif, dan ada juga menganggap hal ini dapat merusak ekosistem NFT. Lalu, tepatkah sebuah brand mempromosikan produknya lewat NFT?

title

Beberapa waktu yang lalu, salah satu brand permen yang udah nggak asing lagi di telinga kita yaitu FOX’S meluncurkan line-up permen terbaru mereka yang bernama ‘Heritage’. Promosi line-up terbaru mereka ini dilakukan dengan cara kreatif, yaitu dengan menggunakan NFT untuk menyebarkan brand awareness ke target audience mereka.

Bekerja sama dengan seorang visual artist asal Jakarta yang bernama FahmiUco, FOX’S memperkenalkan jenis permen dengan cita rasa Indonesia (Tamarin dan Jahe) yang dibalut dengan visual NFT-nya yang khas ‘nusantara’ banget, Civs.

NFT collectibles yang di dalamnya ada 100 edisi ini bernama ‘Lestari Rasa Indonesia’, dan tersedia untuk dikoleksi secara gratis saat awal masa promosi di marketplace NFT berbasis Tezos, yaitu HIC.AF. Nggak berselang lama setelah primary sale dibuka, seluruh koleksi NFT dari FOX’S ini ludes dan sekarang bisa dikoleksi di secondary sale seharga 1.3 Tezos atau sekitar $5.

Dikutip dari artikel oleh marketing-interactive.comVanessa Ingrid Pamela selaku brand manager FOX’S mengatakan bahwa dalam promosi produk terbaru ini mereka ingin menyediakan jenis permen dengan ‘kelokalan’ khas Indonesia dan juga tetap relevan dengan target audience-nya.

FOX’S yang menjadikan NFT sebagai sarana untuk melakukan promosi produk bagi brand tentunya bukan kali pertama terjadi di dunia. Sebelumnya, berbagai brand terkenal dunia kayak brand mobil mewah Acura merilis ‘mobil virtual’-nya di metaversefashion brand kayak Gucci dan GAP, juga Adidas dan Nike yang nggak mau kalah untuk ikut menyelami dunia metaverse untuk menjaring lebih banyak brand awareness – bahkan menjaring lebih banyak konsumen untuk produk-produk mereka.

BACA JUGA: PENGALAMAN PERDANA JUAL-BELI NFT: APA ITU PRIMARY SALE, SECONDARY SALE, DAN SHILLING?

KENAPA BRAND POPULER PADA IKUT ‘MENYELAMI’ DUNIA NFT?

Kalo ngomongin strategi pemasaran atau promosi produk, NFT jadi sarana yang cukup menjanjikan bagi para brand ini terutama karena NFT membantu mereka dalam menciptakan jalur baru dalam brand storytelling dan interaksi konsumen yang lebih immersive.

Maksudnya gimana nih?

Simpelnya, dengan menggunakan NFT, pengalaman yang didapat oleh konsumen / target audience dari brand-brand ini jadi jauh lebih menarik dan unik. Secara nggak sadar, promosi yang dilakukan via NFT bisa membantu meningkatkan brand awareness dari para pengguna internet dunia yang sekarang udah cukup ‘melek’ sama dunia kripto dan NFT.

Image sebuah brand juga ikut terdampak sama NFT. Konsumen di zaman modern kayak saat ini lebih kritis dan memerhatikan nilai yang dijunjung sama sebuah brand. Dengan ikut menyelami dunia NFT, sebuah brand yang bahkan nggak sama sekali berhubungan sama dunia digital (kayak Taco Bell, Papa John’s) sekalipun bakal jadi lebih relevan dan dianggap up-to-date atau mau bergerak lebih dinamis dibandingkan rival brands.

KIRA-KIRA, APA SIH PLUS MINUS PROMOSI BRAND LEWAT NFT?

Manfaat paling besarnya, target audience jadi lebih cepat aware atau sadar tentang kehadiran sebuah produk baru yang diluncurkan sebuah brand. Tingginya brand awareness bisa berarti tingginya kesempatan konsumen untuk membeli sebuah produk.

Terlebih lagi, brand yang menggunakan NFT sebagai media promosi secara kredibilitas dan reputasi lebih bisa dihargai oleh konsumen. Alasannya, brand-brand yang bergerak secara dinamis (dari sisi pemasaran / promosi) akan bisa dilihat oleh konsumen sebagai brand yang mau mengikuti perkembangan zaman.

Tapi, NFT sebagai sarana promosi bagi para brand ini nggak luput dari sisi negatif juga, Civs. Beberapa berpendapat bahwa perusahaan-perusahaan yang ‘terjun’ ke dunia NFT dapat merusak pasar atau merusak tujuan terciptanya NFT di awal, yaitu untuk mewadahi para creator atau visual artist dunia dalam memasarkan karya mereka sendiri.

Juga, promosi lewat NFT dinilai akan lebih sukses ketika para brand berhasil riding the wave di masa-masa tertentu aja, nggak semua momen bisa digunakan para brand untuk melakukan promosi produk lewat NFT.

BACA JUGA: VITALIK BUTERIN: KECEMASANNYA AKAN MASA DEPAN DAN PERSEPSI NEGATIF MASYARAKAT SOAL NFT

Pada akhirnya, apakah NFT sebagai sarana promosi bagi brand-brand populer di dunia ini bisa dikatakan cukup worth it untuk dicoba? Jawabannya yaitu tergantung pada situasi tertentu dan juga tergantung pada bagaimana si perusahaan / brand ini bisa membuat sebuah campaign yang interaktif dan menarik bagi target audience-nya.

Terlebih, isu lingkungan yang disebabkan oleh NFT – kripto secara umum dianggap bisa jadi pisau bermata dua bagi sebuah perusahaan. Mereka harus bisa untuk menemukan titik keseimbangan antara memanfaatkan sebuah tren dan juga konsekuensi yang bisa terjadi. (*/)

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Garry

Content writer Froyonion, suka belajar hal-hal baru, gaming, dunia kreatif lah pokoknya.