Tekno

CHIP KOMPUTER SEKARANG BISA DIBUAT DARI MADU

Kalau denger madu pasti pengennya minum. Tapi siapa sangka Civs, cairan yang dikumpulin sama lebah ini sekarang bisa dipakai jadi material chip komputer. Gimana caranya ya?

title

FROYONION.COM - Madu emang manfaatnya banyak banget. Dari sekadar bahan pemanis minuman alami hingga bahan ramuan natural untuk nyembuhin keluhan kesehatan, madu juga masih menyimpan banyak faedah yang kita belum tahu.

Salah satu potensi kegunaan madu akhir-akhir ini baru terkuak. Para peneliti di Washington State University sukses mendemonstrasikan satu cara menggunakan madu sebagai sebuah memristor, yakni suatu komponen yang serupa dengan transistor yang kita kenal. Memristor ini dikatakan bisa memroses dan sekaligus menyimpan data dalam memori. Hal ini dimuat dalam laporan studi mereka di Journal of Physics D.

Lebih lanjut, peneliti menjelaskan bahwa memristor dari madu ini ukurannya bakal lebih mungil dari transistor biasa. Strukturnya simpel tapi punya berbagai fungsi yang sama dengan sel neuron dalam badan manusia. 

Hebatnya, nantinya memristor bisa dihubungkan satu sama lain sampai jumlahnya bisa jutaan bahkan miliaran untuk membentuk suatu sistem neuromorfik terpadu yang fungsinya bisa mirip otak manusia. Gokil!

MUNGIL TAPI CANGGIH

Madu dipilih sebagai material organik untuk pembuatan chip karena madu tidak mengotori dan mengandung konsentrasi kelembaban/ air yang sangat rendah sehingga kecil kemungkinan bakteri atau mikroorganisme lain bisa bertahan hidup di dalamnya sehingga chip komputer dari madu dijamin bisa lebih tahan lama dan stabil saat dipakai dalam jangka panjang.

Buat lo yang penasaran cara membuat madu jadi memristor, begini penjelasannya: madu diproses dulu menjadi bentuk padat lalu dikompres memakai dua elektroda logam untuk membuat sebuah struktur yang mirip sinapsis atau pertalian antara dua sel saraf. Barulah kemudian dilakukan uji coba untuk mengetahui kemampuan memristor madu itu dalam meniru kinerja sinapsis dengan menghidupkan dan mematikan kecepatan 100 dan 500 nanodetik secara berurutan.

Saat ini, para insinyur Washington State University baru membuat memristor dalam skala mikro yang ukurannya selebar rambut manusia. 

Kalau dibandingkan dengan memristor, sistem komputer masa kini masih berdasarkan pada sistem yang disebut sebagai “arsitektur von Neumann”. Di dalam sistem ini, harus ada input berupa klik tetikus dan papan ketik dan outputnya berupa apa yang tertampil di layar komputer. 

BACA JUGA: “NGGAK MAU KALAH SAMA TWITTER, INSTAGRAM JUGA MAU LUNCURIN FITUR NFT

LEBIH HEMAT

Komputer sekarang juga masih terdiri dari sejumlah ‘organ’, CPU dan RAM atau penyimpanan memori. Transfer data melalui keduanya memakan banyak energi dan kurang efisien jika dibandingkan otak manusia. 

Sebagai perbandingan, superkomputer bisa menghabiskan energi 28 megawatt untuk dijalankan mengeksekusi perintah tapi otak manusia cuma butuh energi sebanyak 10-20 watt untuk mengerjakan sebuah perintah. Terbayang banyaknya jumlah energi yang masih bisa dihemat kan?

Kelebihan chip dari madu ini juga pastinya lebih ramah lingkungan. Banyak pengembang chip masa kini masih memakai bahan-bahan beracun dan tak terbarukan untuk membuat chip konvensional.

Jika bisa diproduksi secara masal, di masa datang sampah elektronik bisa ditekan. Chip-chip komputer dari madu ini juga nggak bakal beracun sehingga aman buat dibuang ke lingkungan sekitar. Itu karena madu bisa mudah larut dalam air.

Tapi karena kelebihannya itu, ilmuwan juga punya PR besar. Mereka mesti cari cara buat amanin chip itu dari tumpahan kopi, teh atau cairan apapun. Jangan sampe mau pake laptop nggak bisa karena chipnya meleleh kena air minum di tas. Hehe. (*/)

BACA JUGA: “CARA KREATIF BRAND PASARKAN PRODUKNYA LEWAT NFT DI ERA DIGITAL

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Akhlis

Editor in-chief website yang lagi lo baca