Potensi Diri

WAJIB TAU! INI ALASAN DI BALIK STARTUP INDONESIA YANG RAMAI PHK KARYAWAN

Faktor ekonomi menjadi alasan utama kenapa banyak startup di Indonesia yang terpaksa merumahkan karyawannya, Civs!

title

FROYONION.COMSatu per satu startup di Indonesia melakukan pemutusan hubungan kerja alias PHK. Gelombang PHK terhadap karyawan startup pun kian marak dilakukan semenjak Juni 2022, dan hingga kini diprediksi bakal terus terjadi, Civs!

Tapi, kok bisa sebagai perusahaan perintis yang kini tengah naik pamor terhadap tren anak muda Indonesia dalam bekerja, makin ke sini makin banyak startup yang berani mengambil langkah PHK?

Menurut fakta yang dikutip dari CNBC Indonesia, salah satu penyebabnya adalah kenaikan suku bunga yang ditetapkan bank sentral semakin tinggi, sehingga banyak startup yang kesulitan melakukan pinjaman maupun investasi.

Maka nggak heran jika di pertengahan tahun 2022 aja menurut situs layoffs.fyi, tercatat ada lebih dari 16 ribu karyawan startup di dunia terpaksa dirumahkan. Kira-kira perusahaan lo yang bergerak di industri kreatif Indonesia apakah termasuk juga?

Menurut gue, fenomena ini pasti membuat karyawan startup di Indonesia merasa cemas soal nasib karier mereka kedepannya. Belum lagi kerugian yang dialami startup juga berdampak terhadap kurangnya SDM, kerugian dana, dan merosotnya citra perusahaan.

Selain disebabkan oleh faktor-faktor yang berkaitan dengan keuangan, masih ada beberapa hal lain yang dapat memicu startup di Indonesia gencar melakukan PHK terhadap karyawannya.

Lantas, apa aja alasan tersebut? Selengkapnya, simak terus artikel ini sampai selesai, Civs!

BACA JUGA: 5 CARA MENGHINDARI MARAKNYA LOWONGAN KERJA PALSU DI LINKEDIN

APA ITU PHK?

Sebelum membahas alasan di balik PHK yang dilakukan startup, ada baiknya kita kilas balik soal makna dari istilah PHK. Nah, mendengarnya aja udah bikin merinding, apalagi kalau turut terkena getahnya. 

Dilansir dari situs Investopedia, PHK atau pemutusan hubungan kerja adalah kebijakan yang dilakukan perusahaan untuk memutuskan hubungan kerja secara sementara atau bahkan permanen yang didasari alasan efisiensi perusahaan terhadap biaya yang dikeluarkan.

Tapi, perlu digarisbawahi nih Civs. PHK itu nggak sama dengan pemecatan karyawan, ya! Namun, PHK dilakukan karena perubahan struktur organisasi di suatu perusahaan, penerapan teknologi terbaru maupun pengunduran diri secara sukarela, dan biasanya dapat timbul akibat resesi ekonomi yang sedang terjadi.

Terkait fenomena PHK yang melibatkan karyawan startup di Indonesia merupakan upaya melakukan efisiensi tenaga kerja. Posisi mereka yang terdampak PHK akan dikurangi atau justru digantikan dengan staf tenaga ahli. Sehingga, hal demikian juga mempengaruhi efisiensi startup dalam membayar karyawannya. 

Meskipun jika lo lihat fenomena PHK ini seolah terjadi secara masif dan besar-besaran. Keputusan ini nggak asal terjadi dengan sembarangan, loh! Justru, startup yang melakukan PHK merupakan pilihan terakhir yang harus dihadapi.

PENYEBAB BANYAK STARTUP BERANI PHK KARYAWAN

Terus, apa aja sih faktor-faktor atau penyebab lain di balik startup di Indonesia yang sekarang sedang gencar melakukan PHK terhadap karyawannya? 

1. PRODUK YANG KALAH SAING DENGAN KOMPETITOR

Umumnya, startup harus merelakan karyawannya untuk di-PHK terjadi karena produk yang kurang bersaing dengan kompetitor. Maka hal ini berimbas terhadap kehilangan pendapatan startup secara signifikan.

2. STARTUP KESULITAN MENCARI INVESTOR

Kelangsungan hidup startup memang bergantung terhadap investor. Namun, sayangnya makin ke sini banyak investor yang semakin jeli memilih startup yang berpotensi untuk berkembang dibanding startup yang asal berdiri.

3. FAKTOR MAKRO EKONOMI GLOBAL

Startup yang terpaksa melakukan PHK juga dipicu dari sikap investor yang semakin menghindari pembelian saham startup dengan risiko yang tinggi. Terlebih karena kenaikan inflasi yang nggak pasti, hal ini juga menjadi salah satu alasannya, Civs.

4. UNTUNG RUGI PROMO DAN DISKON

Alasan yang satu ini masuk akal. Beberapa startup di Indonesia yang tengah naik daun, tak lain bisa berkembang karena semakin gencar melakukan promo atau diskon yang menarik hati konsumen. Praktis jika kedua hal ini dikurangi maka startup pun merugi.

5. BERKURANGNYA MINAT INVESTOR UNTUK BAKAR UANG

Strategi bakar uang menjadi rahasia umum startup supaya bisa memperluas pasar dan meraih hati banyak konsumen. Sayangnya, investor juga semakin segan untuk bekerja sama karena hal ini juga didasari dari kenaikan suku bunga yang terjadi, Civs!

SOLUSI UNTUK BANGKIT DARI PHK

Di balik kejamnya dampak PHK terhadap karyawan. Tentu ada beberapa solusi yang bisa lo lakukan demi bisa bangkit dari dampak kerugian PHK. Berikut caranya, Civs.

Pertama, ambilah jeda sejenak. Apabila lo telah mendapatkan kabar kurang sedap terkait PHK, segeralah untuk mendinginkan pikiran lo dengan melakukan aktivitas favorit, misalnya curhat sejenak ke sahabat, atau gunakan waktu untuk mendalami hobi.

Kedua, lakukan penilaian keuangan. Setelah diri lo merasa lebih tenang. Sampaikan hak dan kewajiban lo sebagai karyawan yang terdampak PHK untuk mendapatkan pesangon maupun tunjangan lain. Sehingga, hal ini dapat membantu keuangan lo.

Ketiga, alihkan emosi secara positif. Memang betul pasca PHK, emosi lo bakal kurang stabil. Daripada melampiaskan rasa emosional dengan hal yang kurang baik, lo bisa mendatangi psikolog untuk memberikan saran terbaik demi kesehatan mental yang lebih baik juga, Civs.

Keempat, PHK bukanlah akhir dari segalanya. Selalu ingat dalam benak lo, Civs bahwa PHK bukanlah akhir dari puncak karier saat ini. Segala kemampuan yang lo punya, masih bisa dikembangkan di tempat atau perusahaan lain. Bukan mustahil jika lo akan mendapatkan masa depan karier yang lebih baik pasca kejadian ini.

Jadi, PHK memang nggak bisa kita hindari sepenuhnya. Namun dengan semangat untuk bangkit dari keterpurukan, dan selalu ingat bahwa roda kehidupan juga berlaku di startup yang tengah sukses pun sudah saatnya bikin lo tambah mawas diri, Civs. (*/)

BACA JUGA: 4 HAL YANG BIKIN LO MERASA BERSYUKUR BISA BEKERJA DI IBUKOTA

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Lukman Hakim

Penulis lepas yang menuangkan ide secara bebas tapi tetap berasas