Potensi Diri

PAKAI CARA INI BIAR LO ENGGAK KETIPU GIMIK INFLUENCER

Lo pasti pernah ngeliat influencer media sosial habis membeli barang mewah. Sebetulnya itu adalah strategi pemasaran produk. Lalu gimana biar enggak ketipu gimik mereka?

title

FROYONION.COM - Di era perkembangan teknologi dan media sosial saat ini, influencer menjadi penting dalam mempromosikan produk sebuah perusahaan atau merek dagang. Setiap konten yang disajikan selalu bikin penasaran siapapun yang lihat. Gimik ini pun berhasil membuat mereka tertarik dan pake produk serupa biar mirip dengan idola.

Gimik sebagai strategi marketing mulai digunakan untuk menaikkan nama atau meningkatkan brand awareness suatu produk. Ada gimik yang baik, dan banyak yang menggunakan gimik buruk. Gimik yang berhasil tentu akan meningkatkan penjualan, sehingga menghasilkan banyak keuntungan.

Tahun lalu siapa yang masih inget Awkarin bikin heboh mengunggah foto rangkaian bunga yang berisi ucapan selamat karena ia telah membeli hotel mewah? Netizen ramai-ramai penuhi kolom komentar dan like postingan tersebut.

Di Twitter namanya muncul di pencarian paling atas alias trending topic. Bahkan nggak sedikit netizen kagum dengan pencapaian Awkarin di umur 23 tahun bisa beli hotel.

Nggak sampai 24 jam, terkuak sudah, ternyata pamer kekayaan itu hanya gimik pemasaran yang terselubung, promosi yang dikemas begitu aduhai dari jasa penyedia tiket dan hotel daring. Awkarin bukan membeli hotel dalam arti seluruh bangunan hotel, tapi kamar hotel yang disewa buat staycation.

Gimik lain mungkin bisa seperti pemasaran film. Film bergenre horor yang tayang di bioskop dengan acting penonton kesurupan lalu diunggah di media sosial, cocok buat menimbulkan rasa penasaran masyarakat akan film tersebut. 

Strategi menggocek ini ampuh mainin perhatian dan rasa penasaran seseorang, Civs. Namun, di satu sisi gimik dari para influencer ini juga banyak ngabisin waktu dan buat lo luput pada hal-hal yang jauh lebih penting. Makanya gue kasih tau biar lo nggak gampang ketipu sama gimik influencer, bisa dicoba!

1. Lo bisa coba kurangi kekaguman lo terhadap idola

Lo boleh kok mengagumi artis, penyanyi, seniman dan siapapun itu. Tapi lo mesti inget, sebagaimana manusia, mereka memiliki rutinitas seperti kita. Mereka sangat mungkin berbuat kekeliruan, kekonyolan, dan sifat-sifat manusiawi lainnya. Dan, reaksi kita terhadapnya nggak perlu berlebihan.

Kekaguman terhadap sang idola bakal menjadi bumerang ketika lo menyikapinya secara berlebihan dan fanatik. Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan juga tahun demi tahun telah berlalu, apakah seseorang yang menjadi idola itu akan tetap selamanya menjadi idola? Belum tentu Civs.

2. Jadi individu merdeka

Memang ini agak sulit untuk dilakukan. Sadar atau nggak kita selalu jadi korban iklan. Lagi scroll, nggak lama muncul di linimasa unggahan influencer memasarkan sebuah merek produk. Awalnya nggak tertarik tapi lama-lama salah satu produknya kita beli. Kadang ini jadi sulit untuk dihindari hehe.

Satu hal yang mungkin bisa lo lakukan biar nggak keseringan jadi korban gimik influencer adalah mengatur lingkar pertemanan lo di media sosial. Kendalikan algoritma dan tren-tren di linimasa lo, jangan sebaliknya. Jadilah individu merdeka!

3. Biasain berpikir kritis

Sekarang semua informasi bisa diakses melalui internet. Seluruh informasi terkait jadi gampang ditemukan bahkan mampu mempengaruhi sudut pandang hingga perilaku pengguna internet. Nah berpikir kritis itu jadi hal yang penting ketika lo sedang berselancar di internet.

Berpikir kritis bisa lo terapkan buat ngehindarin jebakan gimik influencer, hehe. Lo mesti skeptis nih tiap kali ada peristiwa mencurigakan. Misalnya, sesuatu yang sepele tapi jadi perbincangan banyak orang.

Kayak Awkarin yang beli hotel, ngga ada angin nggak ada hujan, gara-gara beli hotel tiba-tiba dia trending jadi omongan banyak orang. Bahkan sejumlah media massa ikut meramaikan peristiwa tersebut.

Kalo menurut lo gimana, Civs? Adakah cara lain biar enggak ketipu gimik influencer? (*/)

BACA JUGA: KESEHATAN MENTAL BUAT NFT ARTISTS, EMANG PERLU?

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Abdurrahman Rabbani

Cuma buruh tinta yang banyak cita-cita.