Potensi Diri

METODE NARASI: MENGASAH KREATIVITAS BIAR LO JADI LEBIH KREATIF LAGI

Kata professor di Ohio University, semua orang itu pada dasarnya kreatif. Dengan cara latihan yang sesuai, tentunya lo bisa jadi lebih kreatif lagi.

title

Dalam menemukan ide, tiap orang punya cara yang beda-beda. Ada yang baru dapat ide pas lagi di luar rumah, ada yang perlu meditasi di kamar, ada juga yang tiba-tiba aja dapat ide pas lagi di kamar mandi. Lo harus mengasah kreativitas lo supaya bisa dapat ide yang lebih kreatif.

Kreativitas pada diri lo itu dapat bertumbuh dari waktu ke waktu. Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Annals of the New York Academy of Sciences, telah menemukan metode baru yang dapat melatih seseorang untuk memiliki percikan inovasi. Mengutip dari Martha Stewart, nama metodenya adalah “Metode Narasi”.

Metode Narasi dibuat oleh Angus Fletcher, seorang profesor bahasa Inggris dan anggota Proyek Narasi di Ohio University. Metode Narasi mengakui bahwa setiap orang pada dasarnya kreatif. "Masyarakat kadang meremehkan kreativitas anak-anak karena beberapa orang lebih kreatif daripada yang lain," kata Fletcher.

Perlu disadari bahwa setiap orang bisa menjadi kreatif. Fletcher menjelaskan bahwa, semua orang menjadi lebih kreatif dengan melihat bagaimana anak-anak dan seniman sering mengekspresikan kreativitas mereka sendiri.  

Kata Science Daily, lo bisa lebih kreatif dengan melakukan tindakan yang tak terduga dengan mengubah perspektif dan membayangkan sebuah cerita di dalam dunia alternatif. Metode pelatihan naratif bergantung pada teknik serupa yang digunakan seorang penulis untuk membuat cerita, atau yang diandalkan anak-anak untuk mencerna cerita dongeng. 

Kemampuan anak-anak untuk berpikir kreatif mulai menurun setelah empat atau lima tahun di sekolah. Dan pendekatan naratif dapat membantu orang untuk membuka inovasi bagi mereka yang sudah dewasa dan merasa tidak kreatif lagi

BACA JUGA: KENAPA IDE KREATIF SUKA DATANG SAAT KITA DI KAMAR MANDI?

Salah satu teknik yang bergantung pada metode ini adalah mengubah perspektif dan menciptakan dunia baru dalam pikiran lo sendiri. Bukan berarti bahwa skenario yang lo pikirkan akan benar-benar terjadi, kata Fletcher. "Kreativitas bukan tentang menebak masa depan dengan benar. Ini tentang membuat diri Anda terbuka untuk membayangkan kemungkinan yang sangat berbeda."

Mengajarkan kreativitas sangat berharga karena, menurut Fletcher, hal tersebut menghilangkan kebutuhan organisasi untuk mempekerjakan orang-orang kreatif. "Mencoba mempekerjakan orang kreatif menyebabkan masalah, karena orang yang diidentifikasi sebagai orang yang kreatif, hampir selalu sama seperti mereka sendiri,” kata Fletcher.

Sebaliknya, Fletcher mengatakan untuk fokus mempekerjakan sekelompok orang yang beragam dan kemudian melatih mereka untuk menjadi kreatif. "Mengajarkan kreativitas adalah salah satu hal paling berguna yang dapat Anda lakukan di dunia, karena kreativitas menghasilkan solusi baru untuk memecahkan masalah," ujar Fletcher.

Fletcher dan Mike Benveniste, konstituen lain dari Project Narrative, telah menggunakan Metode Narasi untuk mengajarkan kreativitas kepada berbagai orang, termasuk anggota Sekolah Staf Umum dan Komando Angkatan Darat AS, Sekolah Bisnis Booth Universitas Chicago, Sekolah Tinggi Negeri Ohio Engineering, dan beberapa perusahaan Fortune 50.

Sejak 1950-an, orang telah menggunakan teknik yang dikenal sebagai pemikiran divergen (memikirkan banyak keadaan) untuk menjadi kreatif. Namun, menurut Fletcher, pemikiran divergen belum memberikan hasil yang diharapkan banyak orang. Sekarang sudah ada latihan menggunakan Metode Narasi untuk memperluas memori kerja, mengasah pemikiran analogis, dan mendorong pemecahan masalah.

"Pemikiran divergent tidak dapat membantu mempersiapkan orang untuk tantangan baru. Cara tersebut tidak dapat menghasilkan tindakan yang benar-benar orisinil," kata Fletcher. "Tapi Metode Naratif pada otak manusia bisa melakukannya." (*/)

BACA JUGA: CARA MENJADI KREATIF WALAU TAK TERLAHIR KREATIF

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Fadhil

Content writer Froyonion, suka pameran seni dan museum, sesekali naik gunung