Potensi Diri

CARA MENJADI KREATIF WALAU TAK TERLAHIR KREATIF

Banyak banget dari kita yang ingin menjadi orang yang kreatif, tapi banyak yang terbelenggu karena mereka berpikir tidak terlahir menjadi orang yang kreatif. Padahal menjadi kreatif juga bisa diusahakan kok.

title

Apa itu kreativitas sebenarnya? Kreativitas itu adalah cara manusia untuk menghubungkan ide-ide yang pernah ada sebelumnya untuk membuat sebuah ide atau konsep yang baru. Jadi buah dari kreativitas itu gak selalu menghasilkan hal yang baru atau berbeda dari yang lain, tetapi kreativitas itu mempelajari ide yang pernah ada dan menyempurnakannya. Dengan kreativitas, kitabisa menjadi lebih produktif dan dapat memecahkan masalah lebih baik.

Namun bagi sebagian orang mengira kreativitas merupakan sebuah kemampuan alami atau bawaan lahir, kalau mereka merasa gak kreatif maka mereka merasa tidak terlahir menjadi orang yang kreatif. Tapi emang beneran ada orang yang terlahir menjadi kreatif?

Menurut Profesor bidang psikologi Barbara Kerr faktor genetik menjadi faktor penyubang terbentuknya kreativitas, tetapi hanya sebesar 22 persen. Tapi menurutku 22 persen itu angka yang kecil, masih ada sekitar 78 faktor pembentuk kreativitas berasal dari usaha untuk melatih dan mengasah kemampuan berpikir kreatif. Kesimpulan yang gue ambil adalah sebagian besar orang yang kreatif membentuk atau mengembangkan kreativitasnya waktu demi waktu. Jadi kalau kita beralasan kita gamau kreatif karena kita tidak terlahir menjadi orang yang kreatif, itu bukan sebuah alasan buat kita gak jadi kreatif loh.

“Jadi gimana dong biar jadi orang yang kreatif?”

Yang harus kita rubah adalah mindset kita terhadap kreativitas itu sendiri!

Dalam hal kreativitas juga memperhatikan faktor kepribadian. Jika seseorang itu memiliki fixed mindset akan lebih sulit mencapai kreativitas ketimbang seseorang yang memiliki growth mindset. Orang yang memiliki fixed mindset percaya kalau kemampuan seseorang itu pemberian takdir dan gak bakalan bisa dimiliki oleh orang yang tidak pernah memiliki kemampuan tersebut. Beda banget dengan orang yang memiliki growth mindset yang percaya kalau setiap kemampuan atau bakat itu bisa diasah dan dilatih.

Makanya, mindset sangat berperan kalau kita mau jadi orang yang kreatif.

Mindset yang harus kita ubah yaitu kreativitas itu dimiliki seseorang karena seseorang itu membuat karya yang sempurna. Ini sebuah mindset yang salah, mengapa? Mereka ini yang kita anggap suhu ternyata dulunya juga pernah jadi cupu kok, mereka gak langsung membuat kreasi yang sempurna dalam sekali coba melainkan mereka ini menerima kalau kreasi mereka jelek pada awalnya tetapi mereka terus mencobanya dan menemukan ‘nyawa’ pada kreasinya. 

Kita bisa ambil contoh seorang pelukis profesional, pada awalnya mereka juga membuat karya yang gak bagus-bagus amat tetapi dia menerima bahwa karyanya gak bagus-bagus amat itu dan terus mencoba melatih kemampuan melukisnya. Dan karena penerimaan dan ketekunan itulah dia menjadi pelukis yang profesional.

Mindset kedua yang perlu kita ubah adalah kreativitas hanya didapatkan oleh mereka yang memiliki privilege. Seperti yang gue singgung sebelumnya kalau terdapat 78 persen orang yang mendapatkan krativitasnya dari usaha membentuk dan mengembangkan kemampuannya dan cuma 22 persen doang kreativitas itu terbentuk dari genetik kreatif.

Untuk memaksimalkan faktor 78 persen ini, kita membutuhkan ketekunan dan pengorbanan. Orang kreatif adalah mereka yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran untuk menekuni hal tersebut. 

Misalkan para pelukis yang sudah profesional berlatih melukis secara tekun, mereka mengalokasikan jam demi jam untuk berlatih, mereka mengeluarkan tenaga untuk menghasilkan berbagai karya lukisan, mereka mengalokasikan pikiran dan mental untuk trial and error. Pada akhirnya ketekunan dan pengorbanan tersebut membawa mereka menjadi master dalam bidangnya,

Sama halnya dengan kita, kita harus menerima kalau kita menghasilkan sebuah sampah pada cobaan pertama sampai kesekian kalinya. Hal tersebut berguna karena hal ini dapat mengendalikan ekspektasi kita terhadap kemampuan kita dan kreasi yang pernah kita buat, dengan ini kita menjadi timbul keberanian untuk menghasilkan sesuatu.

Mindset ketiga yang perlu kita ubah adalah kita sebagai orang kreatif berpikir bahwa kreasi kita adalah yang paling benar, dan orang lain tidak berhak untuk mengkritik atau berkomentar soal kelemahan kita. Ini yang sering gue jumpai bahkan gue sendiri sedang berusaha untuk merubah mindset yang salah ini.

KIta sangat-sangat memerlukan feedback atau umpan balik entah itu berbentuk feedback positif seperti kritik, saran, atau bahkan feedback negatif seperti cemoohan dari orang lain. Dalam berbagai kasus, banyak sekali orang yang takut terjerembab karena feedback negatif. 

Sebenarnya berkomentar itu juga harus memperhatikan perasaan orang lain tetapi kita sebagai orang yang dikomentari tidak bisa mengontrol hal tersebut. Ketimbang kita memikirkan bahkan berusaha untuk membuat orang berhenti memberikan feedback negatif kita harus merefleksikan apa yang mereka ungkapkan dan gunakan itu sebagai pendorong untuk melakukan perubahan. Meskipun begitu, gue gak menyarankan kalian untuk mengiyakan semua feedback yang kita dapatkan. Daripada mengiyakan semua feedback lebih baik kita cukup menerimanya saja sebagai feedback, untuk mengembangkan diri kita itu tetap menjadi kendali kita.

Untuk itu kita jika ingin menjadi orang kreatif, kita harus siap dengan berbagai feedback apapun bentuk feedback-nya. Karena apa? Karena kita sebagai manusia memiliki kecenderungan untuk selalu mempercayai apa yang telah kita percayai terlepas hal itu benar atau tidak, nah feedback itulah yang berperani untuk menguji dan mengulas kembali hal-hal yang telah kita percayai supaya kita tidak berlama-lama mempercayai hal yang kurang benar. Karena untuk menjadi orang kreatif kita dituntut untuk selalu mengevaluasi pemikiran dan kepercayaan kita biar kita tidak melakukan bias dalam menyelesaikan masalah.

Bagaimana dengan kita? Mari kita membuat jadwal kapan kita untuk berlatih mengkreasikan, berapa banyak kreasi yang kita buat dalam sebulan ini? dan berapa feedback yang kita dapatkan dari mentor kita atau orang terdekat?

Apa lu siap untuk menjadi orang yang kreatif, Civs? (*/)

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Luki Setiawan

Pernah jadi jurnalis waktu SMA, tahun ini gapyear tapi nyambi jadi penulis dan desainer freelance