Pop

KIDUNG SYAHDU SOEGI BORNEAN, LAGU ‘SEMENJANA’ BISA BIKIN OVERTHINKING ANAK MUDA HILANG

Style pakaian etnik dan lagu yang syahdu membuat Soegi Bornean bisa dijadikan inspirasi, khususnya lagu ‘Semenjana’, liriknya mengandung pesan yang dibutuhkan anak muda masa kini.

title

FROYONION.COM - Zaman edan, begitulah kata penyair Ronggowarsito, seorang pujangga yang sangat masyhur pada masanya. Zaman edan ini ditandai sebagai zaman yang banyak ketidakpastian, nilai dan norma yang sudah luntur, keadaan negara yang amburadul, dan banyaknya penguasa yang sudah hilang akal serta etikanya. Jika ditelisik dan dihubungkan dengan keadaan saat ini, mungkin bisa dikatakan kita sedang hidup di zaman edan seperti kata Ronggowarsito.

Coba kita tengok berita dan fenomena terkini, kriminalitas merajalela, banyak permainan politik oleh oknum, seks bebas menjadi hal lumrah, tokoh penting negara korupsi, suap sana suap sini, dan pengangguran semakin banyak. Hal-hal tersebut adalah sedikit contoh jika kita sedang berada di zaman edan. Setiap hari semakin banyak permasalahan yang bikin miris, kadang jika dipikir-pikir tidak masuk akal.

Banyaknya ketidakpastian ini menimbulkan dampak yang turut dirasakan anak muda di zaman sekarang, terutama perkara materi dan masa depan. Harga kebutuhan yang semakin melambung dan susahnya mencari pekerjaan, jadi momok bagi anak muda zaman sekarang atau sebutan kerennya gen Z. Tidak jarang permasalahan ini menimbulkan overthinking bagi para anak muda.

BACA JUGA: SOEGI BORNEAN, BAND YANG BERNUANSA JAWA-KALIMANTAN

SOEGI BORNEAN DAN SEMENJANA

Soegi Bornean merupakan band yang terdiri dari 3 orang yaitu Fanny Soegi sebagai vokalis, Aditya Ilyas sebagai gitaris, dan Damar Komar sebagai gitaris juga. Memang konsep yang diusung Soegi Bornean ini cukup unik, dengan konsep trio mereka memiliki 2 gitaris sekaligus untuk saling kawin di setiap lagu ciptaan Soegi Bornean.

Band asal Semarang, Jawa Tengah ini viral lantaran lagu Asmalibrasi. Namun selain Asmalibrasi, terdapat lagu lain yang tak kalah syahdu, seperti Semenjana. Lagu Semenjana dirilis 1 tahun yang lalu dan sudah mendapatkan 1,1 M views di kanal Youtube. Jika dicermati secara mendalam, makna lagu ini akan terasa personal sekali dan mungkin relate bagi anak muda zaman sekarang yang sedang menghadapi fase hidup serba cepat dan erat dengan ketidakpastian.

Lirik yang memiliki makna mendalam, ditambah kemasan musik akustik bernuansa folk yang syahdu dibumbui sentuhan etnik perpaduan Jawa dan Kalimantan, dilengkapi dengan suara Fanny Soegi yang mendayu-dayu seolah sangat sopan sekali masuk ke telinga pendengar. 

Saya sendiri jatuh cinta pada lagu ini setelah mengalami overthinking dan stres berkepanjangan, akhirnya bertemu dengan lagu Semenjana di sore hari saat cuaca mendung sembari duduk di depan kamar kost menikmati kopi dan rokok. Karena relate dengan kehidupan personal saya, akhirnya lagu ini membuat saya tenang dan adem.

SEDERHANA, SEMENJANA

Kesederhanaan tergambarkan dari lirik dan konsep video musik lagu Semenjana milik Soegi Bornean. Musik video lagu Semenjana ini mengangkat cerita kehidupan seorang tukang ojek online dan keluarga sederhananya. Di beberapa scene memperlihatkan kendala dan hambatan yang dialami tukang ojek online ini. Namun, dia tetap ikhlas menjalani dan memberikan pelayanan yang prima ke pelanggannya. Hingga tiba waktunya untuk pulang dan bercanda bersama anak dan istrinya kembali. Seolah-olah kendala dan terik matahari yang dirasakan sudah tergantikan dengan senyuman anak dan istrinya.

Ada beberapa lirik yang bisa dibilang sangat relate dengan kehidupan saat ini terutama bagi anak muda. "Terpuruk bukanlah pilihan, alasan kembali tersenyum, mari berdendang" menjadi lirik yang seolah-olah mengajak kita untuk terus kembali tersenyum, bangkit menghadapi situasi yang kadang membuat down.

Masalah tentang kehidupan percintaan, pekerjaan, keluarga, dan pertemanan pasti ada solusinya. Kita harus bisa bangkit dan terus tersenyum meskipun permasalahannya berat, mencari hiburan dan berdendang agar tidak menimbulkan stres.

"Memburu tak perlu menggebu, menderu" menyiratkan kehidupan zaman sekarang yang serba cepat dan tidak pasti. Banyak orang yang terlalu ambisius karena perubahan zaman yang serba cepat, seolah-olah jika tidak ambisius tidak akan ada hal yang tersisa untuk dirinya. Kadang terlalu ambisius juga tidak baik, bisa rawan terpeleset dan saat tidak sesuai ekspektasi, akan sangat berat bangkitnya. Ambisius baik, tapi sewajarnya saja. Hal terpenting adalah tetap memiliki tujuan hidup dan berusaha mewujudkannya, hidup bukanlah perlombaan jadi tidak perlu saling mendahului.

"Materi tak selalu jadi solusi", ungkapan yang sangat tepat untuk menggambarkan kehidupan saat ini. Banyak yang memuja materi secara berlebihan hingga lupa menerapkan nilai dan norma yang masih berlaku. Bahkan masalah materi bisa menghilangkan nyawa seseorang karena di otaknya hanya ada materi, materi, dan materi. Memang materi penting untuk mencukupi kehidupan sehari-hari, tapi jangan lupa juga dengan nilai dan norma yang harus diterapkan agar seimbang, tidak dibutakan materi. Rejeki sudah diatur dan tidak akan tertukar dengan orang lain.

"Peluk orang terkasih, pelipur resah dari beban berat diri. Kembali terobati, membasuh rasa benci, merajut harmoni" membawa pesan pelengkap lirik sebelumnya, materi terkadang bukanlah segalanya dan uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Terkadang dengan cara sederhana, bahagia akan terasa nikmat. Berkumpul dengan keluarga, bercanda dengan sahabat, obrolan-obrolan abstrak yang mengocok perut hanya dengan secangkir kopi bisa membuat kesederhanaan terasa nikmat.

Terkadang saat memiliki masalah di tempat kerja, pulang ke rumah dan berkumpul dengan keluarga menjadi solusi paling ampuh untuk menghilangkan stres. Menceritakan tentang overthinking dan berbagi dengan sahabat juga bisa menghilangkan beban, meskipun tidak perlu nongkrong di cafe bintang 5 sekalipun.

Lagu Semenjana ini saya rasa akan sangat cocok buat kalian yang sedang mengalami masa-masa berat di hidup, harus survive dengan keadaan yang selalu memaksa kita untuk tersenyum. Tidak apa-apa untuk menangis sesekali sembari mendengarkan Semenjana ini, keluarkan beban di hati dan pikiran agar lebih lepas. Jangan berlarut-larut, kita harus segera bangkit karena masa depan masih panjang dan kita adalah penentu masa depan kita sendiri. Semangat untuk kalian semua. (*/)

BACA JUGA: GRUP MUSIK ‘SIMPLE SET’: BERMUSIK SEBAGAI ‘COPING MECHANISM’ DAN REKREASI

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Ade Bagus Mahendra

HR People Development. Anak rantau. Karyawan swasta yang suka baca dan nulis.