Music

BIGU FESTIVAL: ASYIKNYA NONTON KONSER DAN BELAJAR INSIGHTS BARU SAMBIL LESEHAN

Yup! Benar sekali pada festival ini penonton duduk berlesehan dengan tikar di Hutan Kota GBK seperti piknik ala-ala. Namun, Bigufest bukanlah sekedar acara musik belaka. Emang ada apa aja? Simak pengalaman gue di event ini.

title

FROYONION.COM - Ketika pemerintah mulai menetapkan PPKM level 1 di berbagai daerah karena seiring berjalannya waktu jumlah kasus Covid-19 telah berkurang. Festival-festival musik mulai bermunculan kembali. 

Hal tersebut juga disambut baik masyarakat. Terbukti seberapa banyak apapun festival musik yang ada hingga akhir tahun ini hampir semua acara tiketnya terjual habis alias sold out. Hal ini menandakan bahwa masyarakat juga sudah haus hiburan musik langsung (live), setelah puasa menonton konser selama sekitar 2 tahun.

Bigufest ini pun menjadi festival musik pertama yang aku datangi setelah pandemi. Diselenggarakan pada 16-17 Juli 2022 di Hutan Kota GBK, festival ini menghadirkan beberapa bintang kenamaan seperti Hivi, Rizky Febian, dan Rendy Pandugo pada hari pertama. Setelah hari sebelumnya hujan mengguyur Jakarta untungnya pada hari Sabtu sore cuaca sudah bersahabat namun tidak terlalu panas terik juga. Jadi menonton acara outdoor seperti ini menjadi terasa nyaman. 

Acara dibuka dengan Hivi yang membawakan lagu-lagu yang ceria dan kadang membuat penonton galau tapi tetap ikut bernyanyi bersama. Terakhir pada malam hari acara ditutup dengan asik dengan sesi karaoke bersama Oomleo.

Pada hari kedua acara dibuka oleh Ardhito Pramono dengan membawakan beberapa lagu lamanya dan lagu terbaru di album terbarunya Wijayakusuma.Lalu ada bintang tamu lainnya juga seperti Idgitaf, Hindia, dan Yura Yunita. Serta masih ada banyak lagi ya bintang tamunya. 

Namun memang bintang tamu acara ini lebih ke generasi 2000-an dan kekinian bahkan beberapa baru tau dari acara ini untuk aku anak 90-an, atau memang akunya saja yang kudet tidak install TikTok jadi tidak tau apa lagu yang sedang hits yang biasanya langsung di-remix? Jadi acara ini juga bisa menjadi ajang memperkenalkan bintang-bintang muda baru yang ada di Indonesia.

Ini juga merupakan acara musik lesehan pertama untuk aku pribadi. Sebenarnya memang enak,  lega, dan bisa melihat bintang tamu lebih jelas. Tapi ternyata tepos juga pantat kalau lama-lama duduk atau memang aku saja yang sudah jompo. Karena acara ini juga lumayan lama durasinya, Civs. Dibuka dari jam 3 sore hingga 10-an malam. 

Di sela-sela jeda antar bintang tamu, para pengunjung dapat mengunjungi stand makanan dan produk-produk local brand yang menarik, seperti Sepasang Hapsara, Ber Tjorak (bagi kalian para cewek kue pasti kalap!), We.kala, dan lain-lain. Serta kalian juga bisa mengunjungi experience yang disediakan seperti Linked Skiiin dan Face Painting. Jadi bisa seperti serasa  datang ke acara ala-ala Coachella, ya kan?

Nah lalu apa bedanya dengan acara musik lain selain penonton yang ala-ala piknik di taman ini? 

Selain penampilan dari pemusik. Bigufest juga mempunyai Talk Show di sela-sela acara musik ini. Dengan bintang tamu berbeda dan tema yang berbeda di setiap harinya. Pada hari pertama pembicaranya adalah Andovi Da Lopez, Erika Richardo, dan Rifan Rahman. Dengan tema “Bergerak Kreatif di Jaman Serba Adaptif”, para pembicara mempunyai cara atau platform untuk “berkreatif” dengan jalur masing-masing. 

Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini industri kreatif Indonesia sangat berkembang pesat. Semua kalangan muda tua kaya miskin anak daerah atau ibu kota sangat mudah menjadi terkenal atau berkreatif dengan cara masing-masing. Dikarenakan media atau sarana untuk penyalurannya sudah beragam seperti YouTube, Instagram, TikTok bahkan jalan Sudirman (SCBD) saja bisa menjadi sarana yang mendukung kreativitas anak muda bangsa saat ini. 

Dalam industri ini pun kita harus kuat mental menerima berbagai macam komentar netizen akan karya yang kita buat atau lakukan. Ada pesan yang terkenang dari salah satu pembicara yaitu Andovi dalam menghadapi kritik di sosial media. Bahwa kita harus bisa memilih untuk mendengar dan membaca kritik dari orang lain untuk membuat kita lebih baik dan dijadikan pembelajaran. Namun, apabila itu bukan kritik namun hanya hinaan yang tidak jelas lebih baik dihiraukan dan tidak dimasukan ke hati agar kita tidak menjadi down.

Sedangkan pada hari kedua pembicaranya adalah Ardian EP, Humam Arief, dan Kiki Aulia Ucup dengan tema “Di Balik Festival Musik yang Asik”. Di mana pembicaranya adalah pegiat festival-festival musik. Menanggapi persaingan banyaknya festival musik yang ada saat ini bahkan mungkin dengan list guest star yang semua hampir sama menurut  bang Ucup adalah hal yang lumrah ibarat penjual nasi goreng banyak namun tetap mempunyai cita rasa yang berbeda penonton tinggal memilih. Maka baginya kunci sukses festival adalah identitas dan karakternya. 

Dengan adanya segmen ini membuat diriku ini merasa flashback jaman kuliah saat sedang sering-seringnya mengumpulkan sertifikat seminar yang rumornya akan ditanyakan atau menambah nilai saat sidang, tapi ternyata itu hanyalah akal-akalan kating saja agar tiketnya laku. Padahal pas sidang yang ditanyakan dosen adalah “mengapa memilih judul skripsi ini?”, bukan “berapa  banyak sertifikat seminar yang kamu punya?”. Dunia ini memang penuh dengan intrik dan hanya waktu yang bisa menjawab.

Selain itu di Bigufest juga ada segmen Stand Up Comedy. Mungkin ini seperti ice breaking untuk penonton agar tidak penat maka dihibur dulu dengan komika-komika kenamaan bangsa. 

Pada hari pertama ada Oza Rangkuti yang dikenal sebagai bapak Adat Jaksel. Membahas perjakselan dan meteri agak jurang yang tidak usah kita bahas terlalu dalam. 

Lalu pada hari kedua ada Rais Marasabessy komika opener Cerita Cintaku Raditya Dhika tahun ini yang pasti lucu!

Dengan harga one-day ticket Rp150.000 dan 2-day ticket Rp275.000, menurutku ini sangat worth it, mengingat jumlah bintang tamu lumayan banyak dan nggak ‘kaleng-kaleng’. Serta pengunjung juga diberikan pengalaman berbeda dan tidak hanya sajian musik. Pahe komplit lah ya dapat hiburan dan insight baru.

Kalau kalian pernah nggak datang ke acara musik yang lesehan ala-ala piknik seperti ini juga? 

Lalu hingga sekarang, sudah beli tiket festival mana saja hingga akhir tahun ini? 

Hamburkan saja uang kalian, tidak usah menabung karena kita harus work-life balance, self reward, ingat motto hidup: muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga! Canda, Civs. (*/)

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Tria

Pendatang yang suka bahasa tapi kerja menghitung duit orang.