Pop

APA ITU FILM REMJET? APA BENAR MERUSAK KAMERA ANALOG?

Walaupun dibandrol murah, bukan berarti film remjet berhasil memuaskan pengguna. Apa itu film remjet? Dan apakah benar bikin kamera cepat rusak?

title

FROYONION.COM - Harga roll film analog makin mahal. Jika dua tahun lalu masih di kisaran Rp50 ribu, kini untuk membeli satu roll film analog murah harus merogoh kocek sampai Rp150 ribu. Harga yang sangat mahal dan menguras kantong muda-mudi zaman sekarang yang ikut-ikutan mencoba kamera analog entah itu dalam bentuk plastik atau SLR. Pilihan pun jatuh untuk membeli roll film yang lebih terjangkau di pasaran sekitar Rp50-75 ribu.

Sayangnya, banyak yang mengeluh karena hasil jepretan tidak sesuai ekspektasi. Ada harga tentu ada kualitas. Hasil jepretan dengan harga murah bisa kalian lihat di bagian kepala tulisan yang dari warnanya saja nggak sesuai dengan jepretan analog seperti di bawah ini:

Sumber foto: Dokumentasi pribadi
Sumber foto: Dokumentasi pribadi

Bukan hanya hasil foto. Ada juga kasus dimana kamera analog rusak setelah memasang beberapa roll film. Kerusakan tersebut di bagian gerigi yang berfungsi untuk mengganti jepretan. Kalau geriginya rusak ya sama saja kamera sudah nggak berfungsi

Ini adalah hasil dari ketidaktahuan masyarakat dalam membedakan jenis-jenis roll film analog. Roll film yang sekarang dibanderol dengan harga murah merupakan roll film remjet yang akan dibahas dalam tulisan kali ini. Walaupun sama-sama roll film negatif, sebenarnya ada beberapa perbedaan yang membedakan roll film biasa dengan roll film remjet lo, Civs! Apa sajakah itu?

Kita mulai dulu dari pengertian remjet. Sebenarnya, remjet merupakan film yang digunakan untuk syuting film layar lebar pada masa lalu. Karena beberapa syuting film sekarang mengalami digitalisasi, roll film tersebut mulai jarang digunakan. Sekilas info, film-film remjet yang banyak beredar di pasaran sebenarnya berasal dari satu roll film yang sama, yakni Kodak Vision 250D. 

Dengan adanya inflasi dari harga roll film analog sekarang, otomatis ada peluang bisnis dimana film remjet dimodifikasi dari satu bulk film menjadi ratusan roll film analog yang difungsikan untuk fotografi. Maka dari itu, tren kamera analog masih bertahan di masa sekarang yang salah satunya akibat kreatifitas masyarakat dalam membuat roll film murah.

Film remjet punya banyak perbedaan dengan roll film biasa. Kita mulai dari penampilannya dulu. Jika film ditarik dari gulungan, roll film biasa terlihat berwarna coklat transparan dan lebih mudah untuk ditarik. 

Sedangkan untuk roll film remjet, terlihat bahwa film tersebut berwarna hitam dan butuh tenaga lebih untuk ditarik dari gulungan karena lebih tebal. 

Lapisan hitam tersebutlah yang dinamakan remjet. Fungsinya untuk mencegah film terbakar ketika kamera sedang rolling saat syuting film. Karena asal kalian tau, semakin cepat kamera diputar, semakin tinggi risiko film kebakar. Oleh karena itu, diberilah lapisan remjet agar saat syuting terhindar dari resiko buruk. 

Perbedaan selanjutnya adalah saat proses cuci film atau yang kita kenal dengan devscan (Develop and Scan). Kali ini gua memakai istilah C-41 untuk film biasa dan ECN-2 untuk remjet biar lebih mudah. Dua istilah tersebut sebenarnya merupakan proses dari devscan dengan menggunakan cairan khusus sesuai nama caranya. Bagi tukang lab (orang yang jual jasa untuk devscan), mereka paling benci kalau disuruh devscan film remjet. Kenapa? Karena film remjet nggak bisa sepraktis C-41 yang sekarang bisa devscan lewat alat otomatis sehingga nggak perlu waktu lama buat nunggu. 

Satu hal yang bikin tukang lab bete adalah saat ngilangin remjet dalam film. Kalau remjet nggak bisa dihilangin, ya fotonya nggak bisa dilihat. Dan untuk ngilanginnya harus dilakukan manual dengan cairan ECN-2 sehingga butuh waktu lama sampai hasil fotonya terlihat. 

Dalam urusan devscan, C-41 lebih unggul dibanding ECN-2. C-41 sekarang bisa dilakukan dengan mesin otomatis khusus untuk mencuci film sehingga hasil bisa keluar lebih cepat. Nggak lama kok, paling cuma nunggu sejam. Beda cerita kalau lewat proses ECN-2. 

Ngilangin remjet butuh biaya lebih karena harus beli cairan khusus agar film dapat dipindai. Kadang kalau tukang lab-nya sibuk banget, bisa-bisa harus nunggu sehari sampai tiga hari buat lihat hasil potretan kita. Makanya alasan kenapa harga devscan ECN-2 lebih mahal karena proses mencucinya lebih ribet dibanding C-41. 

Bagaimana hasilnya? Yah lo semua nggak usah ngarepin lebih deh sama remjet. Sesuai fungsi di penjelasan sebelumnya, di atas kertas roll film biasa lebih unggul daripada remjet. Fading, exposure, dan warna nyaman secara visual dan sesuai dengan realita. 

Sedangkan untuk remjet, waduh ancur-ancuran parah. Saat gua mencoba pertama kali film remjet, exposure nggak stabil dan tone warna yang selalu hijau bikin gua nggak minat pakai film ini lagi. Contoh fotonya seperti di atas tadi ya sebagai perbandingan.

Ada satu lagi tentang remjet. Jadi, ukuran file foto setelah di-scan justru berbeda. File remjet punya ukuran file lebih besar dibanding film biasa. Pengalaman ini baru saja gua alami setelah devscan di tukang lab. Jika biasanya satu foto punya ukuran sebesar 5 MB, remjet justru lebih besar sebesar 18 MB. 

Ukuran yang tidak normal buat satu foto. Kemungkinan besar dikarenakan dari fungsi film remjet sendiri yang khusus digunakan untuk keperluan film sehingga berpengaruh pada besarnya ukuran foto. Oleh karena itu, gua cukup kaget ketika dikirimi file drive dari tukang lab sebesar 700 MB, padahal biasanya hanya mendownload file sekitar 200 MB.

Walaupun murah, sebaiknya jangan keseringan pakai film remjet. Bukan cuma tukang lab saja yang kesal, tapi kamera lo juga yang harus narik roll lebih berat. Lapisan remjet yang berguna untuk melindungi film ternyata punya efek buruk lho buat kamera. 

Seperti pengantar di atas, semakin sering pakai remjet, gerigi kamera akan cepat rusak karena nggak kuat nahan beban film. Rasanya kan rugi ya udah beli kamera mahal-mahal dan rusak karena hal konyol.

Beruntungnya, pantangan tersebut khusus buat pengguna kamera analog tipe plastik/ pocket/ point and shoot. Jadi buat kalian pengguna kamera analog tipe SLR, berbahagialah karena punya body kamera yang lebih kuat sehingga bisa pakai film remjet berkali-kali. 

Oke, cukup sampai sini saja penjelasan tentang film remjet. Semoga setelah baca tulisan ini, wawasan kalian tentang roll film juga ikut bertambah. Biarpun remjet harganya murah, bukan berarti dapat memberi rasa puas, kan? (*/)

BACA JUGA: DIGICAM: ALTERNATIF BAGI YANG SUKA KAMERA ANALOG TAPI PUSING DENGAN HARGA ROLL FILM

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Haekal Ali

Mahasiswa yang gabut nulis sesuai jurusannya.