Pop

5 REKOMENDASI FILM KARYA SINEAS JOGJA YANG COCOK LO TONTON SEPULANG KERJA

Pulang kerja jangan langsung tepar! Kalau lo lagi merasa suntuk, boleh nih mengisi agenda menonton film pendek karya sineas Jogja yang dijamin bakal bikin lo terhibur. Baca selengkapnya di sini, Civs!

title

FROYONION.COMMerasa penat sehabis pulang kerja? Yuk, nonton film! Menurut Chief Executive Officer (CEO) Tribeca Film Festival, Jane Rosenthal, seperti dilansir dari tek.id bahwa ketika seseorang menonton film maka akan mendapatkan inspirasi yang berpengaruh positif terhadap peningkatan mood.

Menonton film juga nggak seribet beberapa tahun sebelumnya. Bioskop tampaknya bakal lo pilih jika ingin menonton bersama doi. Tapi, bicara kepraktisan, kini menonton film semakin mudah dengan kehadiran aplikasi streaming film, baik secara berbayar atau gratis. Jenis-jenis film yang ditawarkan juga banyak, berdasarkan durasinya terbagi menjadi film layar lebar, dan film pendek.

Khusus film pendek, durasi yang ditayangkan mulai dari 10 menit, sampai yang paling lama berkisar 30 menit. Menikmati film pendek sama halnya dengan mengapresiasi karya sineas dalam industri kreatif Indonesia. Tak terkecuali sineas asal Jogja yang memberikan nuansa tersendiri terhadap film pendek asal kota gudeg ini.

Bila diperhatikan, setiap ada film yang menyelipkan kisah maupun nuansa kota Jogja di dalamnya, entah mengapa rasanya ingin buru-buru berlibur dan menikmati suasana khas di sana. Masyarakatnya yang ramah, pemandangan alam, dan suasana kotanya yang juara, serta kulinernya juga menggugah selera.

Salah satu film pendek favorit gue yang berlatarkan tempat di Jogja adalah film Tilik. Film pendek yang diproduksi oleh Ravacana Films pada tahun 2018 ini sempat booming awal pandemi lalu karena menceritakan kisah sekumpulan ibu-ibu untuk ‘tilik’ alias menengok anggota tetangga yang sedang sakit. Tak lupa kebiasaan ghibah alias gosip juga ditampilkan sebagai bumbu film.

BACA JUGA: PROSES KREATIF BACEP SUMARTONO, PENULIS NASKAH FILM PENDEK ‘TILIK’

Selain film Tilik, ada banyak deretan film pendek yang menjadi pilihan tepat untuk ditonton. Berikut ini rekomendasi lima film pendek karya sineas Jogja yang rasanya sayang kalau nggak lo tonton sehabis pulang kerja. Let’s go!

1. TILIK (2018)

Karena saking jatuh cintanya dengan film Tilik, sampai-sampai tetap gue masukkan pada urutan pertama rekomendasi film pendek. Tapi, sejujurnya film pendek ini memang epic, sih. Bayangkan, lo akan mendapatkan pesan moral + gimik lucu khas ibu-ibu nge-ghibah di atas truk yang cuma lo temukan di sini, Civs.

Secara sinopsis, film pendek besutan sutrada Wahyu Agung Prasetyo dari rumah produksi Ravacana Films ini menceritakan rombongan ibu-ibu yang sedang menaiki truk untuk pergi menjenguk bu lurah yang tengah terbaring di rumah sakit. Sepanjang perjalanan diisi oleh ocehan bu Tejo yang doyan ghibah tentang sosok kembang desa yang cantik, dan mandiri bernama Dian.

Satu hal yang dapat dipelajari dari film Tilik adalah mengajarkan kita untuk selalu tabayyun yaitu mencari kebenaran dari setiap berita yang belum pasti kebenarannya. Dan bagi yang merasa terkena sasaran ghibah juga jangan langsung marah, lebih baik dibicarakan secara baik-baik.

2. ANAK LANANG (2017)

Film ini dibuat oleh rumah produksi dan pembawaan alur yang sama dengan film Tilik. Jika film Tilik menceritakan ocehan bu Tejo bersama rombongan ibu-ibu lainnya ketika berada di atas truk, sedangkan film Anak Lanang berlatar tempat menaiki sebuah becak dengan topik khas bocah siswa Sekolah Dasar (SD) saat pulang sekolah.

Mulai dari pembicaraan tentang kecerdikan mereka menggunakan media sosial untuk mempermudah urusan pekerjaan rumah atau PR, membahas berita yang sedang trending di jagat media sosial, sampai menceritakan sifat masing-masing dari kedua orang tua mereka.

Sejauh ini, respon positif begitu mendominasi film Anak Lanang. Pesan moral yang disampaikan juga begitu mengena perihal sindiran kebiasaan menyalin tugas PR, dan pentingnya kemampuan parenting yang baik bagi setiap orang tua. Barangkali, film ini mencerminkan kehidupan lo semasa duduk di bangku SD dulu, iya nggak, Civs?

3. LEMANTUN (2014)

Sedikit bergeser ke tahun 2014 di mana film pendek berjudul Lemantun menjadi salah satu karya terbaik sang sutradara Wregas Bhanuteja. Kata ‘lemantun’ memiliki arti lemari, dan film ini mengisahkan tradisi orang Jawa untuk menyerahkan warisan berupa harta benda. Bukannya uang, namun ibu dari kelima anak dalam film ini ingin membagi warisan berupa lemari kepada anak-anaknya.

Ikatan emosi dan pembawaan yang sangat tepat begitu terpancar dari masing-masing pemeran. Seperti saat Eko, Dwi, Yuni, dan Anto yang merupakan keempat anak sang ibu telah siap memboyong lemari warisan menggunakan kendaraan pribadi mereka. Tapi, gimana nasib Tri–sang anak tengah yang diceritakan belum punya rumah serta kendaraan pribadi?

Walaupun film ini mungkin akan membuat lo menebak suasana sedih yang begitu dominan, tapi semua emosi, mulai dari sedih, tegang, dan perasaan senang bercampur menjadi satu dalam film pendek berjudul Lemantun. Oh ya, jangan lupakan pesan untuk terus berbakti kepada kedua orang tua yang ditampilkan begitu menyentuh di film ini, Civs.

4. KTP (2017)

Jangan salah tebak dulu, Civs. Film KTP bukan menceritakan rumitnya pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang faktanya mungkin bisa memakan waktu lama, tapi di film pendek karya sutradara Bobby Prasetyo dari rumah produksi ASA film ini berhasil menyajikan kisah yang begitu menyayat hati soal diskriminasi yang dirasakan oleh pemeran utama Mbah Karsono.

Berlatar tempat di suatu perkampungan di Jogja, awal mulanya Mbah Karsono didatangi seorang petugas kecamatan untuk mengajak dirinya membuat KTP dalam rangka syarat memiliki kartu jaminan kesehatan. Namun, masalah muncul dari agama yang dianut oleh Mbah Karsono yang ternyata seorang penghayat kepercayaan.

Perlu diketahui, Civs, film ini bukan hanya menunjukkan diskriminasi terhadap ketidakadlian yang dirasakan oleh penganut selain keenam agama yang ditetapkan di Indonesia, tapi pesan yang begitu kuat juga berusaha tersampaikan sebagai sarana berekspresi menegaskan peran pemerintah dalam melayani urusan seperti ini.

5. SUNDAY STORY (2020)

Satu lagi rekomendasi dari kelima film pendek karya sineas Jogja yang patut lo tonton. Ya, Sunday Story adalah film karya sutradara Adi Marsono yang mengisahkan keluarga sangat sederhana di hari Minggu yang begitu cerah. Saking cerahnya, pemeran sang ibu sepertinya jadi terlalu bersemangat dan mengira kalau hari itu adalah hari Senin.

Selain tokoh ibu, film pendek ini dilengkapi dengan pemeran bapak sebagai suami sang ibu, dan kedua anak bernama Bono, dan Ira. Pembawaan tokoh ibu diceritakan sebagai sosok ibu rumah tangga yang tegas, dan gigih dalam mengurus kedua anaknya yang bandel, sedangkan sang bapak mungkin membuat banyak orang berspekulasi sebagai pria santai yang sukanya molor di pagi hari.

Tapi, di akhir cerita begitu banyak kejutan yang berusaha ditampilkan dalam film pendek berdurasi 8 menit 45 detik ini. Yang jelas, emosi antara sedih, kesal, dan sisi romantis ditampilkan secara seimbang dari setiap karakter yang terdapat di dalam film pendek Sunday Story. Daripada makin penasaran, mending lo tonton selengkapnya sendiri ya, Civs!

BACA JUGA: 5 FAKTA PENDANAAN FILM DI INDONESIA YANG JARANG LO KETAHUI!

Itulah kelima rekomendasi film pendek karya sineas Jogja yang cocok lo tonton sepulang kerja. Oh ya, film-film pendek tersebut bisa langsung disaksikan melalui platform YouTube, ya Civs! Jadi, nggak perlu bayar mahal untuk berlangganan, itung-itung menghemat pengeluaran. (*/)

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Lukman Hakim

Penulis lepas yang menuangkan ide secara bebas tapi tetap berasas