Music

KENAPA BAND POP PUNK NECK DEEP PILIH TAMPIL DI 3 KOTA INDONESIA INI?

Penampilan Neck Deep di Mahaka Square Sabtu malam (16/09) menjadi bukti bahwa ‘Pop Punk never dies’.

title

FROYONION.COM - Lansekap industri musik saat ini sudah banyak berubah. Saat akhir dekade 1990-an hingga 2000-an, awal penjualan kaset dan CD dengan jumlah copy tertentu sangat amat berarti bagi keberlangsungan sebuah band. 

Namun, sebaliknya hal itu berubah tatkala platform penyedia layanan audio asal Swedia bernama Spotify lahir dan merenggut dominasi kaset-CD di industri musik dan menjadi tolak ukur sukses atau tidaknya seorang musisi atau band. 

Lalu apa hubungannya dengan Tour Australia-Asia Neck Deep 2023 ini? 

LOKASI TUR BERDASARKAN SPOTIFY?

Dominasi Spotify di industri musik saat ini mengingatkan penulis dengan alasan pemilihan 3 kota yang menjadi tujuan Australia-Asia Tour Neck Deep 2023 di Indonesia:  Jakarta, Medan, dan Surabaya.

Band yang beranggotakan Ben Barlow (vokalis), Matt West (gitaris), Sam Bowden (gitaris), dan Sebastian Barlow (bass) ini menurut dugaan penulis juga memilih lokasi konsernya di Indonesia dengan pertimbangan data pendengar musik mereka di Spotify.

Hal ini berbeda jauh dari kebanyakan tur-tur Asia-Australia lain yang hanya mengunjungi 1 kota. 

“Jangan sembarangan deh kalo ngomong, datanya mana?” Pasti bakal banyak yang bertanya demikian. 

Memang hingga saat ini belum ada satu media pun yang mengulas bagaimana persebaran lokasi pendengar Neck Deep di Spotify tetapi momen menjelang akhir konser Neck Deep Sabtu malam lalu kurang lebih bisa menjelaskan latar belakang pemilihan 3 kota tersebut. 

BACA JUGA: TERNATE BUKAN HANYA REMPAH, ADA SKENA MUSIK ALTERNATIF JUGA

Notes: Ben Barlow (Vokalis Neck Deep) memakai Jersey Manchester United apparel Umbro. 

POP PUNK NEVER DIES

Sonderland’ menjadi lagu pembuka band berlabel Hopeless Records tersebut. Sekilas trivia, Hopeless Records sendiri adalah sebuah label rekaman Amerika Serikat yang banyak sekali mengorbitkan band-band bergenre pop punk dari masa ke masa mulai Sum 41, All Time Low, hingga yang terbaru adalah Neck Deep. 

Kecintaan Ben Barlow kepada Manchester United malam itu ia tunjukkan dengan memakai kaos jersey hitam MU apparel Umbro yang menjadi official apparel resmi periode 1992-2002.  

Konser ruang tertutup di Mahaka Square Sabtu malam itu sama sekali tidak membuat fans Neck Deep bertingkah jaim.

Sebaliknya tingkahnya justru makin ‘liar’ lewat beberapa kali circle pit, crowd surf, moshing, dan sebagainya ketika beberapa lagu seperti ‘Heartbreak of The Century’, ‘December’, kemudian ‘When You Know’ dimainkan. 

Ben Barlow dkk benar-benar membuktikan malam itu kalau Pop Punk sama sekali nggak akan mati, dan justru akan abadi. 

Di jeda penampilannya, Ben Barlow masih saja kepikiran soal skor pertandingan antara Manchester United melawan Brighton. Kebetulan memang konser Neck Deep di Jakarta Sabtu Malam bertepatan dengan pertandingan tersebut. 

What scores between MU and Brighton, nil-nil zero-zero? Mungkin sekali manchunian akan tetap manchunian ya, itu yang nampak dari Ben Barlow. 

PENDENGAR TERBANYAK

Analisis ‘gembel’ dari penulis soal pengaruh Spotify di balik alasan dipilihnya 3 kota Indonesia sebagai destinasi Australia-Asia Tour 2023 akhirnya terungkap. 

Jakarta is one of our top cities of listeners on Spotify,” ucap Ben malam itu di panggung. 

Walaupun Medan dan Surabaya tidak disebut semalam, mungkin saja saat konser di Medan dan Surabaya Ben mengucapkan hal yang sama seperti konser di Jakarta. 

Jelas ucapan tersebut bukan sesuatu yang mengada-ngada karena memang komposisi pendengar di Spotify jelas bisa dicek dan diketahui oleh sang artis atau musisi sendiri lewat salah satu fiturnya. 

In Bloom” jadi lagu penutup penampilan Neck Deep malam itu di Mahaka Square, dan memang benar Neck Deep jadi bukti kalau Pop Punk akan terus eksis. (*/) 

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Fauzan Jamal

Seorang pekerja korporat, yang tipis-tipis suka menulis.