Music

FIDDLEHEAD MENGGUNCANG JAKARTA LEWAT ‘LIVE IN SOUTH EAST ASIA TOUR’

Band Fiddlehead sedang melangsungkan tur ke Indonesia. Kota Jakarta merupakan titik terakhir di Asia Tenggara sebelum lanjut ke Australia. Berikut ulasan tentang tur Pat Flynn cs.

title

FROYONION.COM - Fiddlehead merupakan unit post-hardcore supergroup asal Boston, Massachusetts, Amerika Serikat. Dengan Pat Flynn sebagai vokalis, juga diperkuat oleh Alex Dow pada gitar, Alex Henery dari band Basement pada gitar dan Nick Hinsch pada bass. Tidak lupa pada drum ada Shawn Costa, teman lama Pat Flynn di band sebelumnya: Have Heart.

Setelah berhasil dengan album dan EP sebelumnya, mereka telah merilis album baru lewat Run For Cover Records bertajuk Death is Nothing to Us pada beberapa hari yang lalu. Death is Nothing to Us merupakan album panjang ke-3 dari Fiddlehead. 

BACA JUGA: ANXIOUS ‘MEMBIUS’ JAKARTA DI PENAMPILAN PERDANANYA

Pat Flynn sangatlah lihai menuangkan sebuah perasaan mendalam pada lirik-lirik lagu yang ia buat, Pelbagai pengalaman hidup seperti hubungan ayah dan anak, pertemanan, cinta dan kasih sayang, duka, juga rasa kehilangan tumpah ruah di dalam lagu-lagu Fiddlehead.

Pat Flynn cs sedang melangsungkan tur ke Jepang, Asia Tenggara, dan Australia kali ini. Jakarta (20/8) merupakan titik terakhir di Asia Tenggara sebelum mereka lepas landas ke benua Kangguru. Dukungan dari promotor seperti Ice Grill$, Blacklisted Productions dan Last Ride Records membuat tur ini berhasil terlaksana.

PARA PENAMPIL PEMBUKA

Pada perhelatan kali ini cukup menarik karena ada No Peace, unit hardcore asal Australia dan beberapa band lokal yang juga sedang melangsungkan tur pada acara yang sama. Di antaranya ada 6 band pembuka pada acara tersebut, yaitu Indigo Moiré, Savage, Lost Sight, Sugar Thrills, Dead Pits dan No Peace. 

Indigo Moiré, band dari Bekasi ini merupakan penampil pertama dari helatan tersebut dengan membawakan musik indie rock dengan sentuhan emo di dalamnya. Membuat penonton yang datang satu per satu ke dalam venue penasaran dan menonton hingga selesai. 

No Peace Jakarta
Penampilan No Peace pada Minggu (20/8) di Toba Dream Cafe, Jakarta. (Foto: Dok. penulis)

Dilanjutkan oleh Savage, kuartet hardcore asal Salatiga yang sedang melangsungkan turnya di acara ini ikut meramaikan suasana. Terasa hentakan drum dan distorsi gitar mulai membangun ambience penonton yang mulai maju ke bibir stage dan bernyanyi.

Penampil ke-3 adalah Lost Sight yang merupakan salah satu dedengkot hardcore asal Jakarta. Penampilan mereka di event ini cukup menyenangkan, karena selain mereka bermain musik, mereka juga membagikan merch yang cukup banyak secara acak kepada para penonton. 

Selanjutnya ada Sugar Thrills dari Bali yang ternyata juga sedang melangsungkan turnya pada helatan ini. Toba Dream Cafe, Jakarta pada Minggu malam (20/8) sedikit demi sedikit mulai menarik penonton dan membuatnya menjadi penuh.

Terdapat 2 penampil sebelum si empunya acara, yaitu Dead Pits dan No Peace. Tak ayal penonton silih bersahutan juga berlompatan saat satu per satu lagu dibawakan oleh Dead Pits. 

Unit hardcore asal Jakarta ini tampil memukau malam itu dan satu hal yang cukup membuat tercengang adalah ketika Pat Flynn naik ke panggung dan mengambil alih vokal, lalu bernyanyi bersama membawakan lagu dari Gorilla Biscuits yaitu “New Direction”. 

Terakhir sebelum Fiddlehead naik panggung No Peace menghentak acara ini dan menuntaskan show-nya dengan cemerlang.

FIDDLEHEAD MENGGUNCANG JAKARTA

Fiddlehead Jakarta
Penampilan Fiddlehead pada Minggu (20/8) di Toba Dream Cafe, Jakarta. (Foto: Dok. penulis)

Satu per satu personil Fiddlehead muncul ke atas panggung membuat penonton mulai maju ke depan lantaran merasa penasaran. Lagu pertama yang dibawakan adalah “Grief Motif” lalu disambung dengan “The Years”. 

Semangat penonton tak terbendung lagi dan mulai bernyanyi juga melompat ke sana kemari saling bertubrukan. 

Terlihat Pat Flynn terhantam juga tertindih penonton yang naik keatas panggung. Ia terus bangkit bahkan beberapa kali topi yang Pat gunakan sampai terjatuh, tapi ia tetap bernyanyi dengan maksimal. 

Lagu per lagu berlalu hingga akhirnya Million Times dibawakan semua penonton tumpah ruah saling berebut mic bergantian naik ke panggung dan bersama menuntaskan lagu itu hingga usai.

Di sela konser, Pat juga mengungkapkan rasa senangnya bermain di Jakarta kembali setelah sebelumnya pada 2009, yang mana 14 tahun lalu, ia dan Have Heart sempat berkunjung ke sini. 

Ia juga sedikit bercerita tentang betapa berartinya topi dengan huruf “F” yang ia gunakan karena merupakan inisial dari anaknya, yaitu Fiona.

Hingga akhirnya Fiddlehead membawakan lagu “Lay Low” sampai tuntas, lalu rehat sejenak dan tanpa disangka mereka kembali ke stage dan memainkan lagu “Down University”. 

Para penonton nampak kegiarangan dan bernyanyi melantunkan lagu tersebut, ditutup dengan “Heart to Heart”, lagu kasih sayang dari orang tua kepada anaknya yang menutup malam itu dengan indah. 

Tur pertama mereka ini bisa dibilang cukup nostalgic bagi beberapa orang dan melunasi  penantian panjang penonton yang rindu akan sosok Pat Flynn.

EVENT MENDATANG

Blacklisted Productions membuat para penggila musik di Asia Tenggara kegirangan akan talenta yang diboyong oleh mereka, juga Trueside Jakarta dan Set The Fire Records yang selalu berhasil memenuhi keinginan penonton dengan acara yang disajikan maksimal dari hulu ke hilir, dari publikasi dan keseluruhan acara yang tertata. 

Bantuan dan dukungan dari berbagai pihak juga media sangat berpengaruh untuk membantu keberlangsungan acara ini. Pada event mendatang di bulan September nanti, Sunami siap mengguncang Jakarta

Pada bulan yang sama akan dilangsungkan Summer Lime Festival dengan headliner-nya yaitu Integrity. Hadir juga Angel Du$t, sebuah unit hardcore asal Baltimore, Maryland, Amerika Serikat ini siap menggelar konser pada Oktober nanti. 

Disusul Jesus Piece yang sudah siap berkunjung pada November tahun ini. Nantikan saja kabar terbaru dan info menarik pada perhelatan musik mendatang dengan mengikuti media sosial mereka, termasuk Summer Lime Festival 2023. (*/)

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Dikok

Peduli apa terjadi, Terus berlari tak terhenti.