Penyanyi asal Bandung berterima kasih pada para penikmat karyanya karena telah menghidupkan Banda Neira selama ini.
FROYONION.COM - Beberapa waktu lalu, Ananda Badudu mengumumkan bahwa dirinya memasuki lembaran baru dalam perjalanan kariernya sebagai seorang musisi setelah ia lepas dari Banda Neira.
Hal ini selaras seperti apa yang pernah ia ucap sebelumnya di postingan Instagram. Dalam unggahannya tanggal 20 September 2023, ia menceritakan dalam caption mengenai Monita Tahalea, atau yang akrab disapa sebagai Momon, sebagai seorang yang “membukakan bab-bab baru dalam kehidupan bermusik” Ananda.
Ananda berperan dalam membantu menyelesaikan beberapa lagu di album Momon terdahulu. Hal ini ternyata menjadi sebuah pemantik bagi Ananda untuk terus bermusik hingga detik ini.
Penulis merasa antusias saat menyaksikan penampilan Ananda yang membawakan kembali lagu-lagu dari Banda Neira di event Pestapora 2023 lalu.
Sudah 8 tahun lamanya grup musik ini resmi bubar dan lagu-lagu Banda Neira yang dulu ia ciptakan bersama-sama Rara Sekar kini ia coba kembali hadirkan lewat Pestapora bulan lalu.
BACA JUGA: SINERGI MUSIK, TUMBUHAN, DAN MANUSIA DALAM PESTAPORA 2023
Di event tersebut, Ananda membawakan lagu-lagu tersebut sendirian di panggung. Hal ini disayangkan sebagian orang terutama mereka yang sudah menjadi penggemar Banda Neira sejak dulu.
Sehari sebelum tampil, Ananda Badudu mem-posting beberapa kolaboratornya satu persatu melalui akun Instagram pribadinya. Dalam caption unggahannya, Ananda mengungkapkan apresiasi dan rasa terima kasihnya terhadap sejumlah nama yaitu Nadin Amizah, Eky Rizkani (Reruntuh), dan Monita Tahalea yang menemaninya di atas panggung sebelumnya.
Ketiganya dianggapnya sebagai sahabat dekat sekaligus orang-orang yang ia kagumi. Mereka sudah mau menerima ajakannya untuk main dan membawakan kembali karya-karya Banda Neira yang dulu pernah dia hasilkan berdua dengan Rara Sekar.
Menurut Ananda, Eky adalah seorang sosok musisi yang patut dikagumi karena ia memiliki keberanian dan kelugasan dalam mengangkat hal-hal personal ke dalam karya-karyanya di Reruntuh. Inilah kenapa Ananda tertarik mengajaknya tampil di panggung Pestapora 2023.
Sementara itu, bagi Ananda penyanyi Nadin Amizah adalah seorang yang sudah ia kenal karena paman Nadin (Doly Harahap) adalah teman Ananda. Doly sendiri bermain gitar untuk mengiringi Nadin. Ia juga pernah menjadi manajer proyek musik Daramuda, yang juga melibatkan Rara Sekar dan sejumlah musisi lain.
Juli 2023 lalu untuk menandai bab barunya dalam bermusik, Ananda membentu sebuah band baru bernama Sauh. Band ini beranggotakan 6 orang, yakni Nenny NM (flute), Fariz Triandy (cello), Albertus Wicaksono (piano dan cello), Ananda Badudu (vokal dan gitar), Asa Sabu (bas, drum, dan vokal), Rubina Winnie (vokal).
Lewat lagu perdana dengan judul “Benderang” yang bercerita tentang sebuah grup pertemanan, Ananda seolah ingin mengungkapkan keinginan untuk mendorong dan membangkitkan semangat dalam berkarya apabila salah satu di antara temannya sedang jatuh dan kehilangan semangat.
Pesan dalam lagu perdana tersebut selaras dengan pertemanannya dengan Monita Tahalea. Setidaknya ini menurut dugaan penulis.
Kembali ke Pestapora 2023, tak ketinggalan para pendengar setia Banda Neira yang sebelumnya diseleksi dalam sayembara dengan total 30 orang juga ikut membantu Ananda di track lagu “Biru” dan diakhiri dengan “Berjalan Lebih Jauh” yang menjadi lagu terakhir sekaligus penutup penampilannya malam itu.
Meskipun tanpa kehadiran Rara Sekar, Ananda terbukti masih piawai dalam membangkitkan emosi penonton lewat sejumlah lagunya di Banda Neira dulu. Dan hal ini mengobati kerinduan para penggemar setia Banda Neira. Ananda Badudu dengan suara khasnya berhasil membuat Banda Neira seakan kembali hidup meski cuma sementara. (*/) (Photo credit: Pixabay)