Movies

RENUNGAN YANG BISA KITA AMBIL DARI DRAMA ‘IF YOU WISH UPON ME’ - AWAS SPOILER!

Industri media kreatif di Korea memang nggak henti-hentinya dalam membuat karya, termasuk drama yang satu ini. Drama ini termasuk drama slice of life yang sangat menohok, menyayat, bahkan bikin kita jadi merenung di setiap episodenya. Emang pelajaran apa sih yang bisa kita ambil?

title

FROYONION.COM - Seperti judulnya, If You Wish Upon Me merupakan drama yang menceritakan upaya mewujudkan keinginan terakhir pasien yang sedang sekarat. Drama yang diperankan Ji Chang Wook (Yoon Gyeo Rye), Soo Young SNSD (Seo Yeon Joo), dan Sun Dong Il (Kang Tae Shik) ini terinspirasi dari Stichting Ambulance Weens (Ambulance Wish Foundation), sebuah organisasi yang didirikan pada 26 Februari 2007 di Belanda. Organisasi ini bertujuan mengabulkan permintaan terakhir dari para pasien yang terkena kanker parah.

Drama ini berpusat pada suatu rumah sakit tempat perawatan orang-orang yang terkena sakit parah dan hidupnya tidak lama lagi. Di rumah sakit ini memiliki orang-orang yang istimewa, bahkan mereka membuat salju di tengah musim panas. Mereka berkumpul tanpa memandang usia, jenis kelamin, dan pekerjaan. Hati mereka sangat hangat dan manis, mereka bisa disebut  ‘Tim Genie’ yang senantiasa mengabulkan permintaan terakhir para pasien.

Orang-orang di Tim Genie ini juga memiliki cerita sendiri-sendiri. Setiap episodenya selalu membawakan pesan moral dan pelajaran hidup yang bisa kita terapkan dalam hidup kita. Apa aja sih yang bisa kita pelajari dari drama ini?

1. Kematian Menang Menakutkan, tapi Lebih Menakutkan untuk Bertahan Hidup

Itulah inti deep talk Gyeo Rye di episode 2 dengan salah satu pasien yang ingin pulang ke rumah lamanya untuk terakhir kali sebelum meninggal. Gyeo Rye pada saat itu memang putus asa dengan kehidupannya yang selama ini tidak ada kebahagiaan sama sekali di dalamnya. Ia ingin meninggalkan dunia ini bersama anjingnya yang juga sakit keras karena dia lebih takut untuk hidup daripada mati.

Gue sendiri juga tertohok dengan percakapan mereka, lo tau sendiri kan kehidupan setelah kita mati memang menakutkan, tapi kita nggak ada yang tau dengan hal tersebut. Bagaimana nasib kita setelah mati, apakah menderita di akhirat atau tidak, nggak ada bisa memastikan hal apa yang terjadi setelah kematian.

Lalu bagaimana dengan bertahan hidup? Gue dengernya aja udah merinding Civs dengan keadaan saat ini. Mikirin besok ada masalah apa lagi di kerjaan, hal apa yang harus diselesaikan besok, kuatin mental biar nggak goyah dalam urusan apapun, belum lagi semua harga komoditi naik tapi gaji nggak naik-naik. Memang hal yang gue sebutkan tadi itu masalah sepele, tapi jika masalah sepelenya banyak ya engap juga buat bertahan hidup.

2. Tidak Perlu Menahan Rasa Sakit, Tidak Semua Orang Tau Penderitaan Lo Kalau Lo Nggak Memberitahunya

Kadang ada beberapa orang yang merasa ‘Gue nggak papa kok’, padahal di dalamnya tidak baik-baik saja. Ini seperti yang dilakukan Se Hee (salah satu pasien yang terkena kanker) ketika kesakitan. Dia menahan rasa sakit tersebut dan ketika tidak tertahankan, dia malah merepotkan semua orang.

Sebenarnya Se Hee tidak bermaksud untuk membuat keributan, tapi penyakitnya membuat dia frustasi dengan hidupnya. Perawat See Yeon Joo menasehatinya dan bilang kalau memang sakit ya jangan dipendam, kalau perlu berteriak agar semua orang tau apa penderitaanmu. Ini mengingatkan gue yang selalu bersikap baik-baik saja padahal tidak. 

Jadi Civs, tidak semua orang itu peka terhadap apa yang lo maksud atau apa yang sedang lo hadapi. Jika merasa bisa menyelesaikannya, silakan saja tapi jangan sampai mengutuk orang lain bahkan diri sendiri jika tidak bisa mengatasinya. Masih ada kok orang yang mau dimintai tolong. Jangan merasa nggak ada orang yang mau nolongin, itu bikin sakit hati orang yang pengen nolongin lo.

3. Mimpi dan Kebahagiaan Tidak Harus Besar

Di episode 5 dan 6, ada scene saat Gyeo Rye dan perawat Seo berbincang di sela-sela pekerjaannya di rumah sakit. Ketika Gyeo Rye bertanya apa yang membuat perawat Seo bahagia selama ini, dia hanya menjawab bahwa yang membuatnya bahagia selama ini yaitu berolahraga, pekerjaannya di rumah sakit, dan makan bersama para staf di ruang tunggu.

Perawat Seo juga bertanya balik kepada Gyeo Rye, apa mimpi dia yang ingin terwujud, tapi dia tidak tau karena dia pikir mimpi adalah suatu hal yang terlalu besar. Perawat Seo meresponnya dengan jawaban “Mimpi tidak harus besar, misalnya membuat tubuh lebih berotot seberat 1 kg setiap tahunnya.” Betapa sederhana sekali pemikiran perawat Seo.

Terkadang ada aja orang yang merasa nggak bahagia dengan apa yang dilakuin sekarang, padahal sebenarnya kebahagiaan itu ada pada diri kita sendiri. Bagaimana cara mengubah penderitaan menjadi lelucon di hidup kita, bagaimana cara menikmati apa yang kita kerjakan, semua kita yang mengatur. Se-monoton apapun hidup kita sehari-hari, jika menikmatinya dan tidak membandingkan dengan milik orang lain, itu termasuk kebahagiaan dan privilege yang kita miliki.

Begitu pula dengan mimpi, kita tidak diwajibkan untuk bermimpi besar seperti kaya diusia muda, punya aset di mana-mana sebelum menikah, dan lain sebagainya. Sebenarnya punya mimpi yang besar juga nggak salah, asal itu nggak bikin lo stress sama mimpi lo sendiri kalau nggak terwujud nantinya. Punya mimpi besar dan terwujud itu suatu privilege, tapi punya banyak mimpi kecil dan lo bisa mewujudkannya satu-persatu tanpa membuat stress itu lebih istimewa lagi.

4. Tidak Seharusnya Anak Menjadi Korban Keegoisan Orang Tua

Terkadang kita sebagai anak menjadi salah satu tempat untuk keegoisan orang tua. Di episode 6, ada scene tabrak lari yang dialami oleh teman Yoo Seo Jin (salah satu anggota Tim Genie) sehingga menyebabkan luka serius. Pelaku tabrak lari tersebut bukanya minta maaf sama korban tapi malah berpura-pura ikutan sakit dan membungkam media agar tidak tersebar aibnya karena pelaku termasuk orang penting.

Hal tersebut memberikan trauma yang membekas terhadap anak dari pelaku karena dia adalah saksi kunci terhadap tabrak lari tersebut. Dia tidak berani bilang yang sebenarnya di sidang ataupun kepada awak media karena takut dengan orang tuanya. Orang tuanya sendiri tidak peka terhadap perasaan anaknya yang trauma dengan kejadian tersebut.

Kita sebagai anak tidak minta untuk dilahirkan dan tidak bisa memilih mau dilahirkan dikeluarga seperti apa, tapi kita dituntut untuk menurut kepada orang tua entah itu salah atau benar. Sebagai orang tua yang baik seharusnya mengajarkan mana yang baik dan mana yang tidak, agar suatu saat nanti anaknya tidak melakukan penyimpangan. Orang tua juga harus memberitahu kepada anak untuk mengkritiknya jika orang tua melakukan penyimpangan, ya biar ngerti lah ya satu sama lain.

5. Lepaskan Seseorang yang Tidak Bahagia Bila Bersamamu

Beberapa dari kalian pasti pernah menjalani hubungan yang toxic dengan seseorang, seperti Gyeo Rye dengan Jun Kyung. Jun Kyung (anggap saja mantan Gyeo Rye tapi sebenarnya bukan, ceritanya panjang) ini sebenarnya cinta banget sama Gyeo Rye, bahkan dia ingin mati bersama Gyeo Rye. 

Mungkin Jun Kyung pikir cara dia sudah benar untuk mempertahankan hubungan dengan Gyeo Rye, tapi itu tidak membuat Gyeo Rye bahagia. Hal itu malah membuat Gyeo Rye tersiksa setiap harinya, bahkan Gyeo Rye memohon kepada Jun Kyung untuk melepaskannya agar dia bisa bahagia di tempat lain.

Kalau setidaknya tidak bisa membahagiakan orang yang kamu sayangi, setidaknya jangan jadi manusia toxic dan egois untuk memenuhi keinginan sendiri. Lepaskan apa yang bukan sepenuhnya milik kita. Jika memang benar-benar mencintai seseorang, bahagiakanlah dia walaupun tidak bersama.

Itulah beberapa hal dari catatan gue tentang drama ini yang bisa dijadikan renungan. Sebenarnya masih banyak lagi yang bisa dibahas dalam drama ini. Banyak pelajaran kecil di setiap episodenya yang bisa lo jadikan pegangan buat menjalani hidup lo nantinya. 

Pembahasan kali ini udah banyak banget spoiler yang gue kasih dan intinya drama ini wajib ditonton karena masih anget (on going). Kalau gue kasih tau semua di sini, kalian nanti ga bakal nonton dong. Kalian bisa nonton drama ini di platform VIU setiap hari Rabu dan Kamis malam. (*/)

BACA JUGA: TIPS MENJALIN PERSAHABATAN YANG LANGGENG ALA DRAMA KOREA HOSPITAL PLAYLIST

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Dynasti Savira

Investor Reksadana, pro player Blossom Blast Saga, pegiat hidup monoton, dan penikmat seni tapi bukan air. Motto hidup : Semua masalah pasti akan berlalu, iya berlalu lalang.