Kreatif

KABAR BAHAGIA INDUSTRI MUSIK INDONESIA: KEMBALINYA KONSER OFFLINE

Setelah hampir dua tahun beberapa industri di Indonesia mengalami hambatan bahkan mandek, kini kabar gembira hadir dari industri musik tanah air. Perlahan tapi pasti, konser secara offline mulai dilaksanakan kembali!

title

FROYONION.COM - Bosen nggak sih cuma bisa liat konser via live stream? Kangen nggak sih nyanyi bareng di gigs bareng temen-temen lo? Atau ada yang kangen rebutan front row biar bisa rebutan set list?

Nggak terasa udah hampir dua tahun kita nggak bisa nonton konser seperti sebelum diserang COVID-19. Kita cuma bisa dengerin lagu band kesayangan di aplikasi streaming musik, bahkan konser pun juga berpindah format menjadi siaran langsung.

Bukan hanya penggemar dan penikmat musik, para musisi juga menghadapi beragam kekecewaan dan kendala karena pandemi COVID-19. Bahkan, keadaan ini juga memaksa vendor-vendor dan event organizer memutar otak untuk cari penghasilan lain buat bertahan hidup.

Harus diakui, datangnya COVID-19 menghambat proses produksi para musisi, sedangkan memproduksi musik dan mendistribusikannya adalah sumber penghasilan utama mereka. Selain itu, konser dan acara-acara musik sebagai sumber penghasilan baik bagi musisi, juga para vendor dan pihak-pihak terkait juga ikut mandek karena larangan membuat kerumunan. 

Keadaan itu membuat beragam ide untuk mendistribusikan dan promosi musik makin beragam dan menyesuaikan dengan keadaan, demi tetap menyambung hidup para musisi dan beragam kru di belakang layar.

Sebenarnya, sejak akhir tahun 2021, pemerintah sudah memperbolehkan untuk mengadakan acara secara offline. Wilayah yang berada di PPKM Level 1 diperbolehkan untuk membuat acara dengan kerumunan, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

D:\ARVY\work\froyonion\on progress\konser offline\poster ppkm.jpg
Foto diambil dari: Instagram.com/coldiac

Coldiac, menjadi salah satu yang memeriahkan PPKM di Indonesia, dengan mengadakan tur kecil di Jawa bertajuk Pelan-Pelan Kita Mulai (PPKM). Tur ini dilaksanakan di 9 kota di Jawa di bulan November 2021.

D:\ARVY\work\froyonion\on progress\konser offline\ngamen 02.jpgFoto diambil dari: Instagram.com/pamunqkas

Selain itu, Pamungkas juga turut mengadakan tur dengan skala sedikit lebih besar, yakni se Jawa-Bali. Tur ini diberi nama Ngamen 0.2 dan seluruh tiket yang dijual berhasil sold out. Bahkan, karena tingginya antusiasime dari para penggemar, Pamungkas juga menambahkan beberapa tiket ekstra untuk beberapa kota.

Kebetulan, gue juga turut memeriahkan salah satu dari dua tur tersebut. Gue hadir di Tur PPKM Coldiac wilayah Surabaya, yang diselenggarakan di Rooftop Unicorn Creative Space. Sebanyak 200 tiket terjual habis dalam kurun waktu kurang lebih 3 hari, menandakan kerinduan para Squaw (nama fans dari Coldiac) sama penampilan langsung Coldiac.

D:\ARVY\work\froyonion\on progress\konser offline\20211117_205843.jpg
(Foto: Dokumentasi pribadi penulis)

Malam itu rooftop penuh banget, bahkan nggak cuma dipenuhi dari Squaw Surabaya, ada juga temen-temen yang datang dari Surabaya. Kalau gue nggak salah dengar, ada yang datang jauh-jauh dari Banyuwangi karena kangen banget nikmatin performance dari Coldiac.

Walau penuh, semua yang datang sudah lolos screening protokol kesehatan, karena memakai masker dan sudah melakukan vaksin. Selain itu, MC dan Sambadha (vokalis Coldiac) nggak henti-hentinya buat ngingetin temen-temen untuk tetap memakai masker.

Coldiac membawakan sederetan lagu mereka, terutama single baru mereka, Beautiful Day. Bahkan, para penonton nggak puas dengan set list  yang udah dibuat, yang pada akhirnya membuat Coldiac menyanyikan satu lagu tambahan lagi. Bagi gue, PPKM dari Coldiac berhasil jadi gigs pertama dan terakhir di tahun 2021 yang sukses dan membekas di hati.

Gue enjoy banget di tur ini, karena gue udah kangen banget buat dateng dan nikmatin live performance dari band-band favorit gue, yang salah satunya Coldiac. Karena gue nungguin sing along di lagu Vow, gue bener-bener all out dan senang banget karena bisa nonton Coldiac membawakan Vow secara live. Walau gue engap karena harus tetap pakai masker, gue tetap bahagia karena lagu ini tetap pecah pas dibawain sama Coldiac, sama pecahnya seperti biasanya.

Dari tur ini, gue melihat bagaimana perjuangan para pekerja kreatif untuk tetap berkarya dan bertahan hidup meski sedang terhambat pandemi. Mulai dari event organizer yang bolak-balik rapat buat nyari vendor sampai ngurus perizinan dan keamanan. Serta semangat dari band pembuka, Kiara Kelana, yang bisa gue lihat aura kebahagiaannya karena bisa kembali tampil di muka umum, sekaligus mempromosikan lagu barunya.

Memasuki 2022, gue berharap biar makin banyak diadakannya acara musik dan konser offline. Dan ternyata harapan gue udah mulai dijawab!

Konser offline mulai di beberapa kota di Jawa. (Foto: Instagram.com/realityclub)

Dalam rangka mempersiapkan album studio ketiganya, pada tanggal 22 Januari 2022 Reality Club mengumumkan bahwa mereka akan menyelenggarakan tur. Kota pertama yang telah mereka umumkan adalah Bogor, disusul Bandung, yang tiketnya mulai dijual Senin, 31 Januari 2022, jam 7 malam. Sementara itu, kota-kota lain akan diumumkan segera. Lo bisa cari tahu info-info lain seputar tur mereka di Instagram mereka @realityclub.

Gue merasa tur mereka akan menjadi tur pembuka yang baik untuk awal tahun 2022. Sempat akan berangkat ke SXSW, tapi harus dibatalkan karena pandemi, kini Reality Club bangkit dengan menyelenggarakan tur dan mempersiapkan album baru. Melihat semangat itu gue makin yakin kalau industri musik tanah air akan segera kembali berjaya!

Menurut lo, kira-kira band mana lagi ya yang bakal ngadain tur, Civs? (*/)

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Arvy

Musisi kamar mandi, suka Reality Club dan 1975