Kreatif

CABOR E-SPORT DI PON 2021: HARAPAN MASA DEPAN E-SPORT INDONESIA

Setelah ajang eksibisi e-sport di acara Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 yang dilaksanakan di Jayapura, Papua telah selesai dilaksanakan, dunia e-sport Indonesia harus menghadapi tuntutan untuk lebih maju. Bisa nggak ya e-sport Indonesia mewujudkan itu?

title

FROYONION.COMPekan Olahraga Nasional (PON) 2021 yang dilaksanakan di Papua akan dimulai sejak hari ini (2 Oktober 2021) hingga 15 Oktober 2021. Melibatkan 37 cabang olahraga termasuk e-sport dan diselenggarakan di beberapa tempat di Papua seperti Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke, penyelenggaraan PON menjadi salah satu acara yang cukup berani untuk berjalan di tengah pandemi. 

Namun untuk cabang olahraga e-sport sendiri telah mengadakan eksibisi terlebih dahulu pada 21 September 2021 di Lapangan Hoki Indoor, Doyo Baru, Kabupaten Jayapura. Eksibisi yang berhasil menjaring 49.905 atlet e-sport dan 10.877 tim yang memiliki potensi dari 34 provinsi. Ajang eksibisi ini bertujuan untuk menyaring para tim e-sport di tingkat provinsi terlebih dahulu sebelum nantinya dapat berlomba di Papua. 

Selama ajang eksibisi ini, respon masyarakat dapat dikatakan sangat positif, loh. Mulai dari antusias masyarakat yang cukup tinggi untuk terlibat, hingga hasil pemenang eksibisi yang menunjukkan bahwa kemampuan masing-masing provinsi sangat merata dan kuat. Beberapa permainan mobile yang dibuka untuk PON 2021 kali ini adalah PUBG Mobile, Free Fire, Mobile Legends: Bang-Bang, dan Pro Evolution Soccer (PES) 2021. 

Dilansir dari SindoNews.com, ada 188 atlet dan 48 tim yang berasal dari 25 provinsi berhasil lolos tahap Pra-PON dan mendapat tiket ke Papua. Pembagian tim per provinsi di masing-masing permainan juga dapat dikatakan merata dan tidak hanya melibatkan provinsi-provinsi di Pulau Jawa saja. 

Setelah ajang eksibisi e-sport selesai, beberapa pemenang telah didapatkan setelah melalui pertandingan yang cukup ketat. Untuk kategori PES 2021, Provinsi Jawa Barat meraih medali emas, Provinsi Kalimantan Selatan meraih medali perak, dan Provinsi Gorontalo meraih medali perunggu. Untuk kategori Free Fire, Sulawesi Tenggara meraih medali emas, sedangkan medali perak dan perunggu diraih berurutan oleh Provinsi Bengkulu dan Maluku. 

Kategori Mobile Legends yang menjadi salah satu permainan yang paling banyak mengundang khalayak berhasil dimenangkan oleh Kalimantan Barat. Sedangkan Provinsi Jawa Tengah meraih medali perak dan Sulawesi Utara meraih medali perunggu. Provinsi Papua Barat sendiri berhasil meraih medali perak dalam kategori PUBG Mobile, sedangkan medali emas berhasil disabet oleh DKI Jakarta dan perunggu oleh Sulawesi Utara. 

Dari deretan provinsi yang berhasil meraih medali ini dapat dilihat bahwa kemampuan masyarakat Indonesia untuk memainkan game mobile cukup merata. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan beradaptasi masyarakat Indonesia dengan teknologi sudah cukup merata dan tidak terkonsentrasi di Pulau Jawa saja. Meski banyak yang memandang sebelah mata pengaruh positif game mobile, namun PON 2021 kali ini dapat menjadi bukti nyata akan harapan Indonesia untuk dapat lebih maju. 

BACA JUGA: 9 BRAND & 12 ARTISAN LOKAL DIRANGKUL MERIAHKAN PONDEMI

Beberapa atlet e-sport yang terlibat juga menuai sorotan yang positif. Seperti Muhammad Rafli Setiawan sebagai atlet termuda berusia 13 tahun yang terlibat dalam acara ini. Dilansir dari Liputan6.com, pemuda yang akrab disapa Rafli ini tergabung dalam tim yang bernama Basreng dan memainkan permainan Free Fire. Bocah satu ini mengaku sudah familiar dengan game tersebut sejak kelas 5 SD. Walaupun kerap diomeli sang ibu karena bermain terus, tapi kegigihan dan ketangkasan Rafli dalam menyusun strategi permainan berhasil membuatnya menjadi atlet termuda di PON XX ini. 

Selain itu, adanya cabang olahraga e-sport di PON 2021 ini kabarnya juga jadi tolok ukur agar Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) dapat melaksanakan liga e-sport nasional dengan kualitas yang sama baiknya bahkan lebih baik dari PON ini. Tampaknya ajang PON 2021 telah memberikan harapan bagi e-sport Indonesia untuk lebih percaya diri dan mengembangkan sayap. Pasalnya, selama ini ke-’seksi’-an e-sport Indonesia cenderung dipenuhi oleh tim-tim besar e-sport saja sedangkan para atlet lokal kurang tersorot. 

Perihal sorotan ini sebenarnya juga dialami oleh ajang PON 2021 yang cenderung lebih redup tingkat antusiasnya jika dibandingkan dengan Olimpiade Tokyo 2020 dan Asian Games 2018 lalu yang dilaksanakan di Palembang. 

Walaupun begitu, hal ini tidak menjadikan perhelatan PON 2021 menjadi kurang maksimal. Hal ini salah satunya juga terlihat dari opening ceremony Eksibisi E-Sport PON 2021 yang melibatkan Alffv Rev, Nowella Mikhelia, Epo D’Fenomeno, dan kelompok penari Funky Papua. Penampilan ini mendapat perhatian masyarakat dan menuai komentar positif. 

Perhelatan PON 2021 sendiri akan dimulai sejak 2 Oktober 2021 dan upacara pembukaannya dapat lo tonton di sini pada pukul 18.00 WIB atau 20.00 WIT. Yuk, ikut ramaikan PON 2021 dengan mendukung provinsimu masing-masing dengan semangat persatuan! (*/)

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Grace Angel

Tukang nulisnya Bang Roy dan supplier permen kantor