Kolom Bang Roy

DASAR-DASAR DIGITAL MARKETING YANG PERLU LO KUASAI

Di kolom yang tayang tiap Senin ini, siapa aja bisa nanya dan bakal dijawab langsung oleh Bang Roy sendiri. Kamu bisa nanya segala macem tema pertanyaan yang berkaitan dengan kehidupan muda-mudi zaman sekarang. Untuk kirim pertanyaan kamu, bisa kirim DM langsung via Instagram @froyonion.

title

Pertanyaan: “Bang cara jadi digital marketer yang baik gimana? Lagi belajar nih ehhe.” (@luthfiimhd)

Jawaban: 

Semenjak banyak perusahaan yang mulai go digital, pekerjaan yang satu ini jadi incaran anak muda banget yak. Kalo dilihat-lihat, digital marketing tuh kerjaannya cukup asyik, lo bisa brainstorm ide untuk konten bareng sama tim lo, kerjaannya juga kelihatan lebih fleksibel, dan lingkup kerjanya bisa dibilang lebih modern, karena biasanya pekerjaan ini adanya di perusahaan-perusahaan startup terkenal.

Nah, meskipun profesi digital marketing dirasa cocok banget buat dijalani millennial dan Gen-Z, tapi bukan berarti kerjanya bisa leha-leha dan malah bikin lo terlena. Lo perlu kuasai beberapa hal fundamental dalam digital marketing biar lo bisa jadi seorang marketer yang nggak cuma sukses finansial, tapi juga bisa diandalkan.

Dari pengamatan gue, ada beberapa elemen dasar dalam digital marketing yang harus lo kuasai dan nggak boleh lo lupakan dalam tiap prosesnya, Civs.

PERMULAAN: RISET, RISET, DAN RISET

Kalo di-trackback, dalam setiap penjualan produk dan juga campaign yang baik, pasti selalu diawali dengan riset yang baik pula.

Riset sendiri punya banyak macamnya, mulai dari riset kompetitor, riset target audience, riset ekspektasi pasar, dan riset-riset basic lainnya. Apapun bentuk risetnya, pastikan bahwa hasilnya mampu memberikan insight positif buat campaign yang lo akan buat nantinya. 

Dengan melakukan riset mendalam sebelum lo terjun ke teknis konten dan campaign, lo akan punya dasar yang kuat dan membantu lo menentukan strategi yang lebih pas ke depannya.

BACA JUGA: CARA KREATIF BRAND PASARKAN PRODUKNYA LEWAT NFT DI ERA DIGITAL

BUAT TUJUAN YANG SPESIFIK DAN JELAS

Mudah aja untuk menjawab pertanyaan macam “Lo pengen campaign-nya nanti kayak gimana? Output-nya kayak apa?”. Gue yakin, sebagai digital marketer, lo pasti tahu harus jawab apa.

Tapi, apakah tujuan itu udah cukup spesifik? Atau masih terlalu umum buat dicapai nantinya?

Nyatanya, menurut pengamatan gue, banyak perusahaan yang gagal mencapai tujuan mereka karena tujuannya itu dirasa nggak make sense, atau bahkan sebenarnya nggak ideal untuk dicapai sedari awal. 

Perusahaan-perusahaan ini dirasa terlalu cepat menentukan tujuan akhir tanpa pikir dua kali tentang bagaimana mereka bisa mencapai titik itu nantinya.

Salah satu cara untuk mencapai tujuan yang realistis dan juga spesifik bisa dengan rumus SMART, Civs.

SMART ini sendiri adalah singkatan dari specific, measurable, achievable, realistic, dan time-bound.

Nah, inget-inget rumus ini yak. Usahakan dalam tiap campaign atau tiap produk yang lo buat selalu punya tujuan yang spesifik, terukur, bisa tercapai, realistis untuk dieksekusi, dan punya timeline yang jelas.

BUTUH KETERLIBATAN BANYAK PIHAK

Seorang digital marketer juga nggak boleh egois, Civs. Terkadang, dalam pengerjaan campaign dan konten yang menarik itu perlu input atau masukan dari banyak pihak, ide-ide menarik nggak cuma datang dari tim marketing aja.

Semakin banyak saran dan masukan dari pihak-pihak yang terlibat, maka lo akan semakin mudah dalam merumuskan jenis campaign apa yang sesuai dengan tujuan perusahaan/organisasi.

Tapi ada catatan penting nih, saran dan masukan dari banyak pihak cuma dianggap krusial di tahap awal aja, Civs. Lo harus memastikan bahwa tetap ada batasan yang jelas antara masing-masing divisi yang terlibat.

APAPUN KONTENNYA, ‘PESANNYA’ TETAP SAMA

Dari yang gue lihat, beberapa brand atau perusahaan terkadang miss di bagian ini nih. 

Contohnya, beberapa brand terlalu ‘terbawa’ sama konten yang mereka buat, misalnya dari segi visual atau copy yang bisa bikin lo bilang “Wow!”, tetapi ‘pesan’ dalam konten untuk menggiring audience untuk beli produk mungkin belum tersampaikan. Sayang banget kan jadinya?

Ibarat lo jualan kopi susu literan lewat Instagram. Lo buat konten untuk produk lo dengan visual yang keren dan copy yang nyeleneh tapi juga lucu. Lo bisa dapet banyak komentar dan likes, tapi itu semua terjadi hanya karena konten lo bagus aja, sedangkan ‘pesan’ yang pengen lo sampaikan misalnya untuk meningkatkan penjualan itu nggak masuk di kepala audience sama sekali.

Maka dari itu, jangan pernah lupain core message yang berusaha lo bawa dalam produk atau campaign lo. Karena no matter how good the content is, kalo nggak menghasilkan penjualan atau awareness yang tinggi, ya jadi sia-sia aja, Civs.

Nah, itu tadi beberapa elemen dasar yang harus lo kuasai dalam dunia digital marketing, Civs. 

Strategi digital yang baik dan bagus itu nggak bisa lo dapetin secara tiba-tiba, melainkan lo perlu mengikuti prosesnya dengan serius, fokus, dan jangan keluar ‘jalur’. Tetap ingat-ingat fundamental biar nggak kacau. Semangat terus belajarnya, Civs! (*/) 

BACA JUGA: PITCHPLAY: ‘MARKETPLACE’ ANYAR KHUSUS PARA KREATOR BUAT JUALAN KONTEN

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Bang Roy

Bang Roy