Figur

PEMBUAT MANGA ‘NINJA HATTORI’ FUJIKO A. FUJIO MENINGGAL DUNIA

Sebagian dari lo mungkin familiar dengan serial kartun Ninja Hattori. Pembuat manga dari serial kartun tersebut adalah Fujiko A. Fujio, yang pada Kamis lalu baru saja meninggal.

title

FROYONION.COM - Pada hari Kamis (7/4) pembuat manga atau mangaka terkenal bernama Fujiko A. Fujio meninggal dunia di rumahnya di Kawasaki, Prefektur Kanagawa, Tokyo. Fujiko A. Fujio dikenal dengan karya serial manga atau kartun populernya yang berjudul Ninja Hattori dan Kaibutsu-kun

Fujiko Fujio adalah nama samaran bagi dua mangaka asal jepang, yaitu Fujiko F. Fujio dan Fujiko A. Fujio. Fujiko F. Fujio memiliki nama asli Fujimoto Hiroshi dan Fujiko A. Fujio memiliki nama asli Motoo Abiko. Fujimoto Hiroshi alias Fujiko Fujio pertama telah meninggal pada 23 September 1996. Lalu Fujiko Fujio kedua meninggal pada Kamis lalu (7/4).

Melansir dari Nippon, kepolisian prefektur Kanagawa menerima laporan pada hari Kamis, sekitar pukul 08:40 waktu setempat, yang mengatakan bahwa seorang pria telah ambruk di rumah Motoo Abiko. Petugas polisi yang tiba di tempat kejadian membenarkan kematian Motoo Abiko alias Fujiko A. Fujio.

Fujiko A. Fujio dikenal dengan manga Ninja Hattori-kun dan berbagai karya lainnya. Fujiko A. Fujio alias Motoo Abiko meninggal dunia di usia 88 tahun. Sedangkan Fujiko F. Fujio dikenal dengan manga populernya yang berjudul Doraemon. Lo pasti pernah baca komiknya atau nonton kartun Doraemon di televisi, ya kan?

Fujiko A. Fujio mulai membuat manga dengan Fujiko F. Fujio, yang merupakan teman sekelasnya di sekolah dasar. Pada tahun 1951, ketika mereka masih menjadi siswa di sekolah menengah, mereka membuat debut manga berjudul Tenshi no Tama-chan

Setelah lulus pada 1954, mereka berdua memutuskan untuk pindah ke Tokyo dan lanjut menjadi pembuat manga dengan nama Fujiko Fujio yang diambil dari nama mereka berdua. Mengutip dari The Japan News, Fujiko A. Fujio lahir di Prefektur Toyama. Dia penggemar Osamu Tezuka dan bercita-cita ingin menjadi pembuat manga alias mangaka. 

Motoo Abiko pergi ke Tokyo dan mulai tinggal di Tokiwaso, sebuah rumah apartemen tempat banyak mangaka muda berkumpul. Pada tahun 1964, dia dan Fujimoto memulai serialisasi Obake no Q-Taro di majalah manga Shonen Sunday dengan nama pena bersama Fujiko Fujio. Manga mulai amat populer karena menggabungkan humor dan fantasi.

Fujiko Fujio mulai membagi segmen manga yang akan mereka buat. Fujimoto berfokus pada manga untuk anak-anak, sementara Abiko mengambil karya yang lebih luas, dari manga anak-anak hingga manga horor untuk pembaca dewasa. 

Tim Fujiko Fujio secara resmi bubar pada akhir 1980-an dan Abiko membuat awal baru dengan nama Fujiko A. Fujio. Pada tahun 2005, dia menerima penghargaan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains dan Teknologi dari Asosiasi Kartunis Jepang untuk karyanya. (*)

BACA JUGA: TANDUK PUTIH: DIARY ‘LEBAY’ SEORANG KOMIKUS LAMONGAN

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Fadhil

Content writer Froyonion, suka pameran seni dan museum, sesekali naik gunung