Figur

CERITA PRASETYO BUDIMAN BANGUN ‘SUPERLATIVE SECRET SOCIETY’

Berawal dari kekagumannya terhadap karya seni digital buatan seniman lokal, Prasetyo Budiman terjun ke dunia NFT dan menginisiasi NFT collectibles yang dikenal secara global. Kabarnya, komunitas yang diinisiasinya ini mau buka NFT gallery pertama di Indonesia, lho! Cekidot, Civs.

title

FROYONION.COMMenjalani karier di dunia seni emang nggak semudah kata orang. Para pelaku di dalamnya pasti punya idealisme terhadap karyanya masing-masing, dan di saat yang bersamaan, dituntut harus dinamis dan ngikutin perkembangan teknologinya. Belom lagi kalo ngomongin tentang how to survive, pastinya harus bisa membaca keinginan pasar dan nggak sebatas ngandelin kualitas karya aja.

Dan di era modern kayak sekarang, semua orang berlomba-lomba untuk jadi early adopter dari inovasi teknologi yang lagi happening, termasuk di dunia NFT. Konsep ini sendiri sebenarnya udah muncul sejak tahun 2012, tapi, mulai booming dan dikenal secara luas dari akhir tahun 2017. Waktu itu, CryptoPunks ngeluncurin marketplace pertama di dunia untuk rare digital art dengan koleksi sebanyak 10.000 karakter kartun yang diperjualbelikan pake mata uang kripto Ethereum.

Nah, ngomongin tentang NFT collectibles yang sekarang lagi ‘anget-angetnya’, gue berkesempatan untuk ngobrol bareng Prasetyo Budiman, pendiri sekaligus CEO dari Superlative Secret Society (SuperlativeSS). Jadi, SuperlativeSS ini sendiri merupakan sebuah komunitas NFT berskala global dengan jumlah collectibles yang cukup besar, dan tentunya komunitas ini diprakarsai sama orang-orang lokal Indonesia.

BACA JUGA: SUPERLATIVE SECRET SOCIETY: KOLEKSI NFT UNIK KARYA ANAK BANGSA YANG HADIR DI USS 2021


AWAL MULA TERBENTUKNYA SUPERLATIVESS

Para punggawa Superlative Secret Society dari kiri ke kanan: @adammadha, @witjk, @prasdiman, @faatihrm (Sumber: Instagram @prasdiman)

Awalnya, Prasetyo dapet inspirasi dan tertarik buat memulai karier di dunia NFT gara-gara ngeliat posting-an Yudisthira Israel “Izzy” Wijayanegara atau biasa dikenal dengan @VNGNC di Instagram. Prasetyo kagum sama karya 3D-nya Izzy yang keren dan bisa dijual dengan harga yang ‘wah’. Doi juga nyeletuk terus bilang, “Kalo gue nggak ngeliat story-nya Izzy, mungkin nggak ada Superlative sampe sekarang,”. Dari situ, Prasetyo juga mulai tau platform SuperRare, di mana nggak sembarangan digital artist bisa minting artwork-nya di sana.

Nah, sebelum ada SuperlativeSS, Prasetyo sempet aktif ‘nyemplung’ di Hic Et Nunc (HEN) dan juga sering sharing sama komunitas NFT yang ada di Twitter. Terkadang ada momen-momen di mana doi bikin thread, kayak “Drop your NFT, share your artwork and I’ll retweet” gitu-gitu. Gara-gara thread ini, Prasetyo bisa saling follow sama beberapa digital artists, termasuk Arief Witjaksana, salah satu digital artist yang sekarang jadi artist di SuperlativeSS bareng Prasetyo.

Kilas balik sedikit, ada salah satu NFT collectible yang sempet booming di pertengahan tahun 2021, di mana terjadi ‘invasi’ di skena NFT Twitter oleh akun-akun avatar bergambar monyet ‘keren’, yaitu Bored Ape Yacht Club. Karena fenomena ini, Prasetyo jadi bersemangat buat ngumpulin uang supaya bisa beli artwork dari Bored Ape. Tapi sayangnya, Prasetyo bilang kalo waktu itu doi masih belum mampu buat beli salah satu koleksi Bored Ape.

“Gue jadi mikir, karena gue nggak mampu beli, jadinya gue bikin aja kali ya?” lanjutnya.

Dari situ, Prasetyo mulai mendalami lebih lanjut tentang pembuatan collectibles, mulai dari generate artwork, membuat smart contract, membangun komunitas di Discord dan hal-hal lainnya. Ilmu-ilmu baru yang masih berupa kepingan puzzle ini diperoleh dan mulai disatukan. Alhasil, Prasetyo mulai dapet insight tentang apa yang harus doi lakukan selanjutnya, yaitu ngajakin Arief Witjaksana buat membangun SuperlativeSS.

Selanjutnya, Prasetyo ngajakin salah satu teman kampusnya untuk men-develop smart contract. Doi cukup nyediain modul dan source code buat developer-nya, “Dia bener-bener belajar dari nol, dia bisa bikin smart contract dalam waktu satu bulan, itu keren banget sih,” kata Prasetyo.

Terus, community manager-nya juga emang udah doi kenal dari lingkup pertemanannya sendiri. Tugasnya buat handle komunitas di Discord dan platform lainnya. Alhasil, empat orang ini berhasil disatukan oleh inisiasi dari Prasetyo dan bergabung di dalam SuperlativeSS.

APA SIH DEFINISI SUPERLATIVE SECRET SOCIETY MENURUT PRASETYO?

Pas kuliah, Prasetyo ngambil jurusan sosiologi di Universitas Padjadjaran. Doi merupakan orang cukup aware dan antusias sama hal-hal yang menyangkut teknologi ataupun hal-hal happening yang potensial untuk masa depan. Prasetyo juga ingin membangun sesuatu yang besar seperti startup.

Early adopter itu akan menjadi pemain utama di industri manapun,” jelas Prasetyo.

Sebenernya, apa yang diinginkan sama Prasetyo cukup sejalan sama program studi yang diambilnya pas kuliah. Menurutnya, jurusan sosiologi mengharuskan mahasiswa lulusannya untuk menghasilkan sesuatu yang memiliki impact bagi masyarakat luas.

Kalo dicek di kamus-kamus macam Cambridge dan Oxford Dictionary, kata ‘Superlative’ ini punya arti “of the highest quality or degree” atau secara harfiah di bahasa Indonesia bisa berarti “yang tertinggi; puncak; terbaik”.

Portal Menuju Planet Multi-Dimensi dalam Superlative Multiverse (Sumber: Instagram @superlativesecretsociety)

“Menurut gue, karya-karya Mas Arief itu sangat bagus, akhirnya kita kasih nama Superlative,” jelas Prasetyo.

Nah, untuk kata ‘Secret Society’ sendiri, doi bilang kalo doi ter-influence dari secret society yang ada di dunia, di mana banyak orang-orang berpengaruh masuk ke dalam sebuah komunitas rahasia dan mengatur dunia di balik layar. Hal ini juga sejalan lurus sama cita-cita Superlative, yaitu membuat komunitas membership kayak Bored Ape, di mana banyak orang-orang terkenal dan berpengaruh yang masuk ke dalamnya.

“SuperlativeSS bukan sekedar ‘.jpeg’, tapi juga keseluruhan cerita yang bisa aja diadaptasi ke film, animasi, dan lainnya,” lanjut Prasetyo.

Doi melanjutkan, bentuk abstrak dari collectibles mereka ini disebut sebagai makhluk metafisik, tinggal dalam sebuah multiverse yang baru selesai civil war. Selepas perang, ada sebuah monster yang muncul dan menyerap energi negatif dari para survivor, disebut sebagai The Chosen. Setelah monster ini menghilang, energi-energi itu dimanifestasi menjadi artifacts yang mengandung traits/ energi udah yang diserap sebelumnya. Nah, traits ini yang jadi nilai tambah dari rare collectibles, ada beberapa bagian yang lebih langka daripada yang lainnya.

Nah, ke depannya, bakal ada project ‘Repus’ yang bakalan nge-showcase villain baru di Superlative multiverse. Waktu rilisnya ada di antara bulan Desember ini atau Januari tahun depan, ditunggu aja Civs di channel Discord mereka~

TANTANGAN TERBESAR DAN PENTINGNYA SEBUAH KOMUNITAS

“Kita harus mengedepankan guyub. Dari masa pre-sale sampe sekarang, kita turun ke komunitas, nongkrong bareng, ketawa-ketawa bareng, jadi ada kedekatan emosional di situ,” jelas Prasetyo.

“Kita di NFT space tuh bukan siapa-siapa, kita nggak pake influencer,” celetuk Prasetyo.

Prasetyo Budiman dalam Urban Sneaker Society 2021 (Sumber: Instagram @superlativesecretsociety)

Lanjutnya, Prasetyo bilang kalo SuperlativeSS nggak bisa jadi apa-apa tanpa komunitas. Dan kalo udah ngomongin komunitas skala global, udah pasti kultur dan bahasa jadi kendala.

“Tantangan yang paling sulit adalah language barrier, sih,” kata Prasetyo.

Bahasa emang diakui jadi keterbatasan terbesar yang dirasain Prasetyo. Tapi selanjutnya doi bilang: “Yang penting jalanin aja dulu, kita learning by doing,”.

TIPS YANG BISA LO KASIH KE ANAK-ANAK MUDA YANG MAU TERJUN KE NFT?

“Kuncinya ya lo aktif di komunitas, aktif di Twitter, shilling is everything. Nantinya lo bisa muncul di ‘Topics’ gitu. Lo bisa juga ikut event-event NFT, ikut spaces juga. Perlahan-lahan lo membangun nama, nggak bisa ‘ujug-ujug’ tiba-tiba minting dan berharap cepet laku,” ujarnya.

Terus, Prasetyo juga bilang kalo pelaku NFT juga harus konsisten, “Kolektor itu nggak sepenuhnya tertarik sama karya, tetapi lebih ke artist-nya. Online presence kita emang harus besar,” katanya.

Ke depannya, SuperlativeSS bakal membuka temporal gallery NFT pertama di Indonesiagrand opening-nya di tanggal 11 Januari 2022 dan lokasinya terletak di Legian, Bali. 

Setelah itu, di akhir 2022, mereka juga berencana untuk membuat permanent gallery NFT terbesar di dunia, tepatnya di daerah Uluwatu.

“Mudah-mudahan, NFT gallery ini bisa jadi katalis bagi seniman-seniman atau artists yang mau terjun ke NFT space. Soalnya SuperlativeSS nggak cuma produk kita aja, tapi ada banyak, kita akan menggandeng lebih banyak artists lokal untuk masuk ke gallery itu,” jelas Prasetyo.

KOMENTAR PEJABAT SOAL SUPERLATIVESS?

Beberapa waktu lalu, SuperlativeSS juga hadir di Urban Sneaker Society 2021. Kehadiran mereka di event tahunan besar kayak USS ini juga mengundang perhatian dari beberapa pejabat penting, dari Menparekraf Sandiaga Uno juga Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri Airlangga Hartarto.

Bincang-bincang Prasetyo Budiman dan Sandiaga Uno di USS 2021. (Sumber: Instagram @superlativesecretsociety)

“Pak Sandi (Sandiaga Uno) sangat mendukung banget, apalagi kalo ada NFT gallery di Bali, supaya kita nggak cuma di lingkup nasional aja, tapi sampe ke internasional juga.” kata Prasetyo.

“Kalo Pak Airlangga, dia sampe tau Bored Ape Yacht Club lho, sangat update.” lanjutnya.

Dan ketika gue meminta komentar soal pandangan Prasetyo soal dukungan pemerintah, doi cuma minta pemerintah untuk bisa lebih mengedukasi masyarakat tentang manfaat NFT.

“Untuk pemerintah sekarang, gue rasa lebih ke mengedukasi masyarakat kita soal NFT sih. Karena NFT tuh lebih banyak manfaatnya dibandingkan sisi ketidakbermanfaatannya,” tutup Prasetyo.

Nah, kalo udah ada inisiator lokal kayak Prasetyo, gue pribadi pun jadi ikut terpicu untuk semakin maju dan belajar lebih dalam tentang perkembangan teknologi, Civs. Sesuai harapan Prasetyo juga, gue harap dengan semakin dikenalnya NFT collectibles dari Superlative Secret Society, kemudian masyarakat jadi semakin inovatif dan bisa ‘tangkep’ peluang dari suatu fenomena yang lagi happening kayak NFT ini.

Kalo kalian, udah mulai kepikiran untuk memulai sesuatu belom? Mulai aja dulu, belajarnya sambil dijalanin, Civs~ (*/)

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Garry

Content writer Froyonion, suka belajar hal-hal baru, gaming, dunia kreatif lah pokoknya.