Esensi

TIPS KINUR SUPAYA KOPER KALIAN AMAN PADA SAAT TRAVELING

Pernah berkiprah di Bandara Soekarno-Hatta sebagai Ground Handling, kali ini Kinur ngasih tips supaya bagasi lo tetep aman selama traveling. Cekidot Civs!

title

FROYONION.COM - Sudah hampir 3 tahun kita dilanda ‘sakau’ karena nggak bisa traveling akibat pandemi. Tetapi akhirnya, beberapa negara di dunia sudah mulai membuka border-nya kembali untuk para jemaah-jemaah traveling yang sudah kangen banget ingin merasakan namanya liburan di luar negeri. 

Di sini gue akan memberikan tips traveling yang aman dan menyenangkan, tetapi bukan untuk lo, melainkan untuk koper atau bagasi yang lo bawa. 

Sebelumnya, gue mau kasih tahu masa sebelum gue bekerja di Froyonion. Gue sempat ‘membanting tulang’ di Bandara Soekarno-Hatta, tepatnya di terminal 2 untuk kedatangan internasional sebagai Ground Handling di bagian Baggage Service

Jadi, tugas gue adalah untuk mengamankan, menemukan, dan membetulkan bagasi penumpang pesawat. Ada beberapa tipe kehilangan dan juga kerusakan barang dalam sistem perjalanan udara. Dari kebanyakan kasus kehilangan bagasi adalah Mishandled Baggage, yaitu bagasi atau koper yang sampai di tempat yang bukan tujuannya. 

Dari pengalaman itu, gue bakal kasih beberapa tips buat lo supaya bagasi lo tetep aman selama bepergian dengan pesawat. 

BACA JUGA: TRAVELING ITU KAYAK JALANIN HIDUP, DI MANA PUN BERADA, KITA HARUS MENJAGA SOPAN SANTUN

TAMBAHIN AKSESORIS DI KOPER LO

Lo tahu nggak kertas panjang yang ada di koper kamu tujuannya untuk apa? Itu untuk mengidentifikasi lokasi keberadaan dan tujuan koper tersebut, dari barcode atau nomor bagasi yang ada di kertasnya. 

Di beberapa bandara negara maju, sistem handling kebanyakan sudah memakai sistem otomatis untuk men-scan dan mengkurasi jutaan koper yang harus berangkat. Namun beberapa masalah timbul ketika si sistem tidak membaca barcode yang ada karena mungkin tag-nya rusak, tertutup koper lain, ataupun lepas ketika melewati scanner. Akhirnya sistem itu tidak tahu harus memasukan koper ke jalur yang mana dan akhirnya salah masuk ke jalur penyimpanan pesawat lain. 

Nah, disitulah tugas gue untuk mencari tahu keberadaan si koper tersebut jika memang koper itu tidak sampai di lokasi tujuannya.Di satu sisi memang hal yang mudah, tapi di sisi lain sulit sekali jika tag-nya hilang. Karena harus mengidentifikasi lebih spesifik. 

Sehingga aksesoris lain yang membantu koper kalian gampang diidentifikasi akan sangat membantu. Seperti menambahkan gantungan nama, alamat, nomor telepon, stiker, atau hal lain yang sekiranya menarik. 

Contoh name tag yang bisa disematkan di koper lo. (Foto: Samsonite)
Contoh name tag yang bisa disematkan di koper lo. (Foto: Samsonite)

Karena gue sebagai petugas akan memasukan detail-detail tersebut ke dalam sistem jika ditemukan koper yang tak bertuan. Sehingga orang yang merasa kehilangan bisa dengan mudah mencari. 

itu baru kasus kehilangan bagasi, tapi bagaimana dengan isinya? 

PERHATIKAN ISI KOPER LO

Hal yang pertama harus gue ingatkan, JANGAN MEMASUKAN BARANG BERHARGA KE DALAM KOPER BAGASI.

Kenapa? Karena itu hal yang dilarang dan sudah diinformasikan sewaktu lo check in untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dari kedua belah pihak, yaitu lo dan maskapai penerbangan. 

Jadi kalo lo tetap memasukan barang berharga seperti barang elektronik, uang, atau surat berharga dan amit-amit ilang, barang berharga yang hilang tersebut tidak bisa diganti. SERIUSAN ITU GAK BISA DIGANTI! 

Semisal memang koper kalian hilang dan tidak ditemukan setelah kurang lebih 1 bulan, kalian bisa mengajukan klaim kepada maskapai dan akan diberikan kompensasi penggantian sesuai dengan isi koper tersebut. Tentunya di luar dari barang berharga yang tidak bisa diganti ya. Selain itu beberapa maskapai punya kebijakan klaim yang berbeda-beda. 

PAKAI PENGAMAN KOPER

Kalau terjadi kehilangan isi koper karena human error atau pengutil, sebisa mungkin kalian mengamankan koper kalian sebelum berangkat dengan cara memakai gembok atau di-wrap. 

Untuk gembok, kalo mau pake rantai atau gembok pagar juga bisa-bisa aja gak ada yang larang, asal bisa masuk slotnya dan tidak merusak si koper itu sendiri, Tapi gue menyarakan untuk memakai gembok khusus traveling yang berlabel standar TSA

Contoh gembok yang bersertifikat TSA. (Foto: Pinterest)
Contoh gembok yang bersertifikat TSA. (Foto: Pinterest)

TSA adalah sistem keamanan transportasi Amerika dan sejauh ini itu adalah salah satu gembok yang sulit untuk gue dibuka, eh uhuk, maksudnya di jebol sama orang. Karena yang bisa buka dan punya kuncinya hanya petugas TSA atau bea cukai setempat. 

Pemilihan koper pun jadi hal penting dalam traveling. Ada beberapa tipe koper seperti softcase yang biasanya pakai resleting dan ada juga yang berbahan katun atau kanvas. Selain itu ada juga tipe hardcase yang ada resleting maupun enggak dari bahan polycarbonate. Kedua tipe koper tersebut ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang mempengaruhi keamanan isi koper. 

Tingkat keamanan paling dewa adalah koper hardcase tanpa sleting yang digembok dan di tambah wrap (ini ciri-ciri orang kaya insecure mungkin :D). Jika kalian mendapati koper kalian rusak ketika kedatangan, baik pada roda, handle, atau sobek, kalian bisa membuat laporan di konter lost and found untuk diperbaiki.

Contoh koper hardcase dari American Tourister yang lebih aman dari koper softcase. (Foto: American Tourister)
Contoh koper hardcase dari American Tourister yang lebih aman dari koper softcase. (Foto: American Tourister)

Untuk merek-merek yang general seperti Polo, American Tourister, President, dan lainnya akan mudah untuk diperbaiki. Tetapi beberapa merek koper yang high end seperti Rimowa, Tumi, Samsonite, Delsey, dan Louis Vuitton, punya garansi tersendiri dan pakai sistem reimburse ke maskapai untuk menutup biaya perbaikan koper.

Jadi menurut pengalaman gue, alangkah baiknya memakai koper yang hardcase karena terbukti cukup kuat menahan banting dan juga anti air. Agak mahal memang tapi worth it kok. 

BAGASI LO KELEMPAR ATAU KEBANTING?

Kalau ditanya apakah bagasi kita dibanting pada saat loading atau outload, gue bisa bilang 75% iya. Kenapa? 

Karena mengangkat koper tuh sangat berat dan harus berpacu dengan waktu loading sehingga porter harus mempercepat prosesnya dengan cara melempar bagasi. Dilemparnya masih wajar kok, bukan yang pake emosi dan nggak dilempar dari ketinggian yang amat tinggi. Paling kurang lebih 1-2 meter. 


Tapi beda kelas pesawat beda treatment juga ya. Untuk penumpang business classfirst class, ataupun VIP, koper ditempatkan di compartment yang berbeda yang 85% lebih aman. Kalau memang bagasi kalian ada pecah belah, kalian bisa bilang di saat check in agar koper kalian diberi stiker fragile, agar saat di bawah tidak diperlakukan kasar saat loading

Paling kayak gitu saja hal-hal yang bisa gue sampaikan. Mudah-mudahan kita semua diberikan kelancaran saat traveling dan tidak terkena masalah kehilangan bagasi. Stay safe dan ikuti protokol kesehatan ya ketika jalan-jalan. Jangan lupa beli oleh-oleh juga, tapi jangan melebihi batas bea cukai ya. Hehehe (*/)

BACA JUGA: KINUR’S STORY: RESEP BERKIPRAH TANPA IJAZAH DI INDUSTRI KREATIF

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Kinur

Visual Compositor dan NFT artist. Untuk saat ini, jika sedang tidak sibuk, di Froyonion sebagai Head Video Editor