Design

ALASAN FREELANCE DESIGNERS KADANG PERLU TOLAK PEKERJAAN

Sejak dua tahun lalu, Covid berhasil memberikan dampak terhadap perekonomian dunia yang berimbas kepada para pekerja, tak terkecuali para desainer. Tapi ada yang menarik, ketika desainer lepas memilih menolak pekerjaan karena ada alasan tertentu. Tak bisa dihindari, padahal mereka harus mengisi perut dan memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk bertahan hidup. Lalu kenapa mereka menolak?

title

Dalam sebuah campaign marketing, desain memberikan peran besar untuk menciptakan dan meningkatkan penjualan. Desain bisa hadir dalam berbagai bentuk seperti halnya design web, poster, brosur, flyerbanner dan masih banyak lainnya. Tidak sedikit orang yang tidak mementingkan desain sebagai salah satu strategi marketing terdepan.

Desainer sangat penting untuk setiap bisnis. Mereka mampu menggambarkan image yang dibangun untuk sebuah perusahaan atau proyek yang mereka kerjakan. Tapi ternyata, desainer tidak akan bekerja untuk sembarang bisnis.

BUKAN KARENA UANG DAN LINGKUNGAN

Penelitian ini dilakukan oleh platform desain freelance 99designs, mereka bilang hampir setengah dari semua desainer lepas menolak pekerjaan tahun lalu. Mengutip Fast Company, mereka menolak bukan karena uang atau ruang lingkup yang nggak mendukung. Alasannya para desainer nggak setuju dengan sikap klien tentang topik sosial yang mereka pedulikan.

Misalnya sampai sekarang masih banyak industri atau kantor yang belum LGBTQ friendly. Ketika para desainer mungkin mengemukakan gagasan dari desainnya yang pro LGBTQ atau pro-abortion, tapi industri atau klien belum bisa menerima, atau bisa juga sebaliknya. Hal tersebut kadang buat para desainer menolak karena bertentangan dengan prinsip mereka.

Temuan ini berasal dari survei pendapat tahunan besar-besaran yang dilakukan oleh 99designs. Mereka meminta lebih dari 10.000 desainer lepas untuk menjadi responden. Jumlah yang cukup banyak untuk mengukur dan mendapat hasil valid dari survei tersebut.

Penelusuran ini bahkan masih berlanjut dan 99designs bilang bahwa mereka belum bisa memastikan apakah jumlahnya akan terus meningkat atau tidak. Tapi perlu diketahui bahwa pekerja lepas 99designs menerima bayaran dari klien rata-rata 400 US dollar atau sekitar 5.700.000 rupiah.

“Kami tahu penyebab dan masalah yang sering disebut-sebut desainer. Dan masalah ini penting bagi mereka, terutama topik terkait kesehatan masyarakat, perubahan iklim, dan ketidakadilan rasial,” kata Patrick Llewellyn, CEO 99designs.

ADA TOPIK SOSIAL YANG MEREKA PEDULIKAN 

Penelusuran tersebut menyoroti delapan topik sosial yang paling diperhatikan oleh para desainer, seperti kesehatan masyarakat, perubahan iklim, keadilan rasial, kesetaraan pendapatan, kesejahteraan anak, imigrasi, ketahanan pangan, dan kesetaraan LGBTQ.

Temuan ini perlu diperhatikan, mengingat desainer lepas menjadi salah satu pekerja yang terdampak hebat sejak Covid. Sumber ini mengatakan, satu dari lima desainer 99designs benar-benar bekerja untuk sebuah agensi, namun hampir setengah dari mereka mempertimbangkan untuk meninggalkan pekerjaan mereka tahun lalu.

Llewellyn bilang hal ini nggak begitu mengejutkan jika mereka selektif dengan siapa mereka bekerja. Karena desainer lepas berkualitas sangat diminati secara global. Itulah sebabnya kebanyakan dari mereka nggak begitu khawatir.

“Mereka melakukannya berdasarkan seluruh beban kriteria, salah satunya jelas merupakan dampak sosial dari klien atau merek tersebut, tetapi yang lain adalah pilihan kreatif dan preferensi pribadi,” ujarnya.

Lalu bagaimana pendapat para desainer lepas dalam negeri?

Gue pun berhasil mengumpulkan pendapat para desainer tentang tawaran klien yang bertentangan dengan prinsip mereka. Ada yang menolak, ada juga yang menerima demi memenuhi tuntutan dan ekspektasi.

Salah satunya desainer lepas berpengalaman, sebut saja Komeng (25 tahun). Awalnya ia memiliki prinsip dan idealisme yang kokoh. Menolak setiap tawaran yang bertentangan dengan prinsipnya. Tapi lama-lama idealismenya runtuh, sebab keadaan yang menuntutnya bertindak demikian.

“Setiap ada tawaran sekarang gua ambil, meski awalnya agak susah dan gua suka nolak,” ujarnya.

Pendapat berbeda disampaikan oleh Brilian (21 tahun) mahasiswa di salah satu kampus negeri di Jakarta. Sebagai seorang desainer lepas, dia tegas menolak tawaran kerja yang bertentangan dengan prinsipnya.

“Gua biasanya berat hati pasti kalo mau ambil. Dulu kalo lagi butuh uang banget, gua ambil, sekarang kayanya kalo dapet klien yang beda prinsip, gua lepas sih bang hehehe,” katanya.

Belum lama ini, ia dua kali menolak tawaran yang bernilai fantastis. Bukan karena nggak sanggup, tapi emang bertentangan sama prinsip yang selama ini dia pegang. Selain menguras tenaga dan pikiran, batin pun lelah.

Sebagai pekerja kreatif, kalian harus percaya diri kalau punya kualitas bagus pasti akan selalu dibutuhkan. Dalam bekerja kita juga jangan mengkhianati prinsip dan nurani kita sendiri meski diiming-imingi uang banyak ya Civs! (*/)

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Abdurrahman Rabbani

Cuma buruh tinta yang banyak cita-cita.