Tips

CARA BAWA SEPEDA DI COMMUTER LINE (KRL), SEPERTI APA ATURANNYA?

Bolehkah membawa sepeda ke dalam KRL? Simak artikel berikut ini.

title

FROYONION.COM - Untuk mengurangi emisi asap kendaraan, penggunaan sepeda jadi marak ditemukan di berbagai sudut kota di Jabodetabek. Lalu, bisakah kita mambawa sepada ke dalam KRL?

Kita punya tempat-tempat favorit untuk mengayuh sepeda kita. Bagi yang tempatnya bersepedanya jauh dari tempat tinggalnya, menggunakan transportasi publik seperti KRL guna  tentu jadi pertimbangan agar lebih menghemat waktu dan tenaga. 

Akan tetapi mungkin masih ada beberapa orang yang ragu dan bingung cara membawa sepeda di KRL. 

Apakah boleh membawa sepeda di KRL? Jawabannya adalah boleh, hanya saja ada aturan yang harus ditaati.  

1. Hanya boleh sepeda lipat

Jika ingin membawa sepeda ke dalam KRL, kamu hanya diizinkan membawa sepeda lipat saja. Hal ini disampaikan oleh VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba yang menyatakan, “KAI Commuter mengizinkan sepeda lipat untuk dibawa dalam perjalan KRL”. Demikian dilansir dari Kompas.com

Dari laman resmi KAI menjelaskan bahwa barang maksimal yang boleh masuk ke KRL adalah memiliki dimensi 100 cm x 40 cm x 30 cm. Untuk sepeda lipat harus berukuran roda 22 inci. 

Bagi yang membawa sepeda non-lipat dapat menggunakan layanan angkutan barang yang disediakan KA Logistik. Tarif pengirimannya nantinya ditentukan berdasarkan jarak yang ditempuh. 

2. Sepeda lipat tidak boleh lebih dari 20 kilogram 

Berat sepeda tak boleh lebih dari 20 kilogram Hal ini agar dapat menjaga kenyamanan dalam KRL. Tak menyusahkan diri sendiri serta mengganggu penumpang lainnya, apalagi saat jam ramai KRL. 

3. Jangan taruh di sembarang tempat 

Untuk menjaga kenyamanan penumpang lainnya, jangan taruh sepeda lipat di sembarang tempat seperti sambungan KRL. Simpan sepeda lipat dengan keadaan terlipat pada tempat yang sekiranya tak mengganggu kenyamanan orang lain.  

Jika pergi bersama rombongan, penataan sepeda lipat akan dibantu oleh petugas. Bagi rombongan juga disarankan untuk naik di gerbong KRL paling belakang untuk tetap menjaga kenyamanan penumpang lainnya.

“Dengan berada di gerbong belakang tentunya juga akan lebih nyaman bagi pengguna yang bepergian dalam rombongan,” ungkap Anne masih dilansir Kompas.com.

Begitulah cara membawa sepeda ke dalam KRL. Selamat bersepeda, dan jangan lupa memperhatikan kenyamanan orang lain juga, ya. (*/)

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Pasthiko Pramudhito

Sedang belajar jadi Content Writer. Penggemar sepakbola dan pop culture.