Tips

CARA AMPUH CARI TAHU INI ITU SOAL PERUSAHAAN SEBELUM GABUNG KERJA

Sering anak muda sekarang ngerasa perusahaannya nggak cocok setelah masuk kerja. Padahal, bisa banget loh kalian cari tahu sebelumnya dulu. Ini tipsnya!

title

FROYONION.COM - Interview kerja sebenarnya bukan momen yang penting untuk dimaksimalkan sama perekrut kerja doang. Seringkali para pencari kerja hanya berfokus untuk bisa diterima suatu perusahaan, tanpa menggali lebih dalam tentang perusahaan dituju selama interview. 

Padahal, melakukan research kecil-kecilan tentang perusahaan yang dituju menjadi penting untuk dilakukan para jobseeker. Bersikap antusias dengan selalu bertanya tentang perusahaan juga penting dilakukan selama interview. 

Dengan ‘ngepoin’ perusahaan, kalian bisa mengetahui enak tidaknya work-culture di suatu perusahaan meski belum bergabung secara official di sana. Upaya itu tentunya sangat penting kalau kita punya ekspektasi jangka panjang bekerja di perusahaan tersebut.

Mungkin bisa dibilang, dengan menyelidiki bagaimana perusahaan itu kalian bisa punya gambaran tentang bagaimana harus bersikap dan apakah memang pekerjaan yang dituju benar-benar sesuai. 

Yang sering jadi masalah adalah, upaya cari tahu tentang perusahaan sebelum bergabung itu seringkali dianggap nggak esensial. Terkadang juga, mungkin metode yang dilakukan tidak tepat sehingga malah membuat proses interview tidak berjalan lancar.  

BACA JUGA: 5 KEBIASAAN BURUK YANG PERLU DITINGGAL DI DUNIA KERJA 2023

Nah, untuk membantu persiapan riset tersebut ada beberapa rekomendasi cara yang bisa dilakukan dari Natalyn McCants, seorang ekspertis human resources global. Saran profesionalnya ini dimuat dalam situs Welcome to the Jungle

RISET SEMUA HAL TENTANG PERUSAHAAN

Menurut Natalyn, pelamar kerja bisa melihat kanal ‘About Us’ resmi milik perusahaan yang dituju. Dia menerangkan jika kanal tersebut biasanya merupakan DNA yang paling krusial dari suatu perusahaan. 

Banyak informasi yang bisa digali dari situs resmi milik perusahaan. Dengan begitu, pelamar bisa mengetahui secara rinci mengenai cerita perjalanan hingga sejarah dari perusahaan. 

“Kamu harus mau belajar sebanyak mungkin yang dibisa tentang perusahaan tersebut,” kata Natalyn, dilansir Selasa (18/4/2023). 

Satu fakta menarik lainnya, berdasarkan hasil studi dari Qualtrics, 72 persen pekerja merasa tujuan personalnya telah berhasil dicapai apabila bekerja di perusahaan yang punya visi, misi, dan nilai (value) yang selaras dengan dirinya. Dengan begitu, perusahaan tersebut biasanya bisa menjadi tempat terbaik untuk bekerja versi kalian masing-masing. 

Tapi sebenarnya, selain kanal resmi milik perusahaan pelamar kerja juga bisa mencari informasi lainnya dari internet secara bebas. Riset yang mendalam, kata Natalyn, sangat penting untuk memberi impresi positif tentang antusiasmu kepada interviewer. 

Misalnya, kamu bukan cuma tahu tentang latar belakang saklek perusahaan tersebut. Tapi, dari berbagai informasi yang dihimpun kamu juga bisa menggambarkan dengan sempurna dengan sepak terjang dan kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan perusahaan tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Informasi itu rupanya menginspirasi seorang pelamar untuk bergabung dengan perusahaan.

BACA JUGA: T-SHAPED PERSON: KEBUTUHAN DUNIA KERJA DI MASA DEPAN

Coba bayangkan ketika kalian bisa menyampaikan pesan tersebut secara gamblang kepada pewawancara. Nantinya dia akan merasa kalau kalian punya intensi yang kuat untuk bergabung dan memberi poin plus pada bagian tersebut. 

INLINE VALUES ARE IMPORTANT

Penting buat memahami tujuan dari suatu perusahaan sebelum kalian memutuskan untuk bergabung. Kenapa demikian? Soalnya, kalian akan memberikan tenaga dan pikiran kepada perusahaan tersebut kelak. Makanya, personal value harus selaras dengan apa yang dituju perusahaan.

Biasanya, pekerja akan merasa tidak nyaman ketika dihadapkan pada tugas yang tidak disukainya. 

Indikator apa yang bisa dipakai untuk memahami hal tersebut? Menurut Natalyn, kalian bisa melihat apakah perusahaan tersebut bisa memberikan ruang bagi pekerjanya untuk mencapai goals yang dituju dan berkembang bersama. 

Tentunya, hal tersebut nggak bisa secara langsung kalian pahami cuma dengan membaca visi & misi perusahaan di website. Menurutnya, kalian bisa mencoba menanyakan berbagai hal tentang iklim perusahaan selama interview. 

“Bagaimana  perusahaan melihat kinerja karyawannya ke depannya nanti? Apa indikator yang dipakai supaya pengembangan karir bisa dilakukan secara adil?” 

“Apakah perusahaan memberikan berbagai pelatihan dan workshop untuk meningkatkan skill saya ketika bergabung nantinya?” 

“Bagaimana lingkungan interaksi di kantor sehari-hari? 

Selain itu, masih ada banyak pertanyaan lain yang bisa kalian eksplore selama interview untuk melihat apakah perusahaan punya value dan misi yang selaras. 

BELAJAR JADI AHLI DI BAGIANMU! 

Penting juga untuk menampilkan yang terbaik dari dirimu untuk bisa bekerja secara maksimal di kemudian hari. Menurut Natalyn, nggak ada salahnya kok memberikan insight tentang apa yang telah dilakukan perusahaan sebelumnya pada role yang kalian tuju. 

Jangan sungkan untuk memberitahu skills apa yang bisa kalian berikan untuk memperbaiki kekurangan di perusahaan tersebut. 

“Tunjukkan kepada mereka tentang pengalaman apa yang bisa kalian bawa ke sana,” ucap Natalyn. 

Misalnya, kamu melamar sebagai seorang marketing di perusahaan A. Lalu, terdapat satu campaign yang dirasa kurang maksimal karena mungkin nggak ngepas dengan target audiens yang dituju, sebut saja anak muda misalnya. Nah, kamu merasa punya pengalaman yang oke ketika membuat campaign untuk anak muda di project terdahulu.

Saat wawancara, kamu bisa ‘unjuk gigi’ dengan memperlihatkan hasil kerja untuk project tersebut sehingga nantinya campaign di perusahaan yang dilamar ini bisa lebih optimal. 

Tapi lagi-lagi, contoh ini bisa dilakukan ketika kalian melakukan riset yang mendalam tentang perusahaan tersebut. 

BACA JUGA: SEBERAPA PENTING PERSONAL BRANDING DI DUNIA KERJA?

Dengan begitu kamu juga bisa belajar tentang bagaimana iklim diskusi di perusahaan tersebut. Apakah mereka yang menginterview (notabene berada di posisi atas) terbuka pada kritik dan saran yang membangun. Serta bagaimana pengambilan keputusan dilakukan di perusahaan tersebut. 

STALKING ATAU SEBENARNYA BISA DIBILANG PERSIAPAN INTERVIEW YA? 

Natalyn mengatakan kalau selama ini dirinya selalu melakukan riset terhadap orang yang mungkin akan menginterviewnya nanti. Mencoba membaca tentang bagaimana personality hingga cara berbicaranya sehari-hari di media sosial mungkin bisa membantu kalian untuk relate dengan para pewawancara. 

Menurut dia, dengan mempelajari apa yang pewawancara gemari maka kalian bisa mencoba untuk tetap relevan dengan mereka. 

“Mungkin kalian menyukai tim olahraga yang sama, pernah bekerja di perusahaan atau sekolah yang sama. Atau informasi apapun yang menghubungkan kalian berada (pewawancara dan diri sendiri,” ucap Natalyn. 

Informasi tersebut bisa dimanfaatkan untuk perkenalan awal supaya perbincangan jadi makin seru. Tentunya, kalian harus pintar-pintar juga ketika berbincang tentang hasil riset itu supaya nggak kelihatan sebagai ‘stalker’.

Dengan membangun koneksi tersebut, bukan cuma bermanfaat ketika kalian diwawancara doang. Nantinya kalau memang diterima masuk perusahaan tersebut, kalian bisa menjadikan pewawancara itu sebagai ‘teman pertama’ untuk membangun interaksi dengan yang lainnya lebih mudah. 

Dari semua penjabaran itu, mungkin kalian mulai tergambar kan kenapa penting buat nggak ‘kosong’ ketika mendaftar suatu perusahaan. Apalagi kalau sampai masuk ke tahap wawancara ataupun seterusnya nanti. (*/)

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Michael Josua

Cuma mantan wartawan yang sekarang hijrah jadi pekerja kantoran, suka motret sama nulis. Udah itu aja, sih!