Tips

5 TIPS MEMBUAT VIDEO MEMPERKENALKAN PRODUK DI MEDIA ONLINE

Di era digital saat ini, kemampuan memperkenalkan produk di media online secara komunikatif menjadi hal penting. Semakin komunikatif, maka semakin besar peluang orang membelinya.  Lalu, bagaimana agar komunikatif?

title

FROYONION.COM Teknologi mempengaruhi cara pebisnis menjual produk. Pada era digital saat ini, termasuk juga di Indonesia, banyak pebisnis yang menggunakan video marketing. Sebabnya, tak dapat dipungkiri bahwa video ini memang sudah begitu memasyarakat. Berdasarkan penelitian Woywzl yang dirilis pada Januari 2023, dilansir dari situs Oberloo, sebanyak 91 dari 100 orang di seluruh dunia mengutarakan menonton video marketing produk secara online.  

Jenis video marketing memang sangat beragam. Salah satu jenisnya yang banyak digunakan saat ini yaitu video memperkenalkan produk. Video ini berisi pemaparan serba-serbi produk seperti fitur-fiturnya hingga varian--variannya. 

Platform media daring yang paling digunakan untuk tujuan tersebut tak lain tak bukan yaitu YouTube. Nah, bila kita ingin membuat video tersebut, tentunya video ini harus komunikatif. 

Bila kurang komunikatif, orang biasanya tak tertarik menyimaknya. Apalagi mengeluarkan uang untuk membelinya. Lalu, bagaimana agar video ini menjadi komunikatif? Berikut beberapa tips yang dapat kita coba. 

TIP 1: KUALITAS SUARA HARUS BAIK

Orang yang memaparkan produk sebenarnya ibarat seorang penyanyi. Kedua profesi ini wajib memiliki kualitas suara yang baik. Bila kualitas suaranya kurang baik, baik pada orang yang berpresentasi atau penyanyi, orang tak akan nyaman mendengarnya. Apalagi mendengarnya dalam durasi waktu yang lama 

Nah, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kualitas suara.  Antara lain, mandi air panas, meneguk minuman hangat, dan hindari mulut dalam kondisi kering. Uap air panas dan minuman hangat bisa menyegarkan pita suara. Mulut yang kering mempersulit kita untuk mengucapkan kata-kata. Untuk menghindari mulut kering, minum air secukupnya atau mengunyah permen. 

Agar suara tetap berkualitas saat membuat video tersebut, ada baiknya kita lakukan pemanasan suara selama beberapa menit sebelum membuat video. Pemanasan yang bisa kita lakukan antara lain mengucapkan alfabet a, i, u, e, dan o, menyanyi, membaca suatu tulisan dengan nada lantang, atau mengucapkan dengan nada lantang beberapa kata seperti saya, kamu, ini, adalah, merupakan, dan itu 

TIP 2: CERMATI INTONASI, ARTIKULASI, DAN TEMPO MENGUTARAKAN KATA-KATA 

Pemaparan produk mudah dicerna bila intonasi, artikulasi, dan tempo bicara orang yang mempresentasikannya sesuai. Bila ketiganya kurang sesuai, presentasi produk menjadi sulit diikuti bahkan membosankan. Intonasi adalah nada bicara. Artikulasi adalah seberapa jelas kata yang diucapkan Tempo adalah seberapa cepat mengutarakan kata-kata. 

Nah, bila kamu merasa kurang baik dalam ketiga hal tersebut, saya menyarankan agar kamu berlatih terlebih dahulu. Kamu bisa menggunakan smartphone atau alat perekam lainnya untuk merekam kata-kata yang kamu ucapkan. Bila ada intonasi, artikulasi, dan tempo bicara yang tak sesuai, maka kamu bisa memperbaikinya. 

TIP 3: GUNAKAN BAHASA-BAHASA TUBUH

Paparan apapun, termasuk paparan produk, akan menjadi kurang komunikatif, terlihat sangat kaku, dan membosankan bila orang yang memaparkannya kurang mampu menggunakan beragam bahasa tubuh. Nah, bila kita merasa tak bisa menggunakan bahasa- bahasa tubuh, bagaimana solusinya?  

Solusinya yaitu anggap memaparkan produk seperti sedang asyik mengobrol dengan seseorang. Saat kita asyik mengobrol dengan seseorang, biasanya kita tak hanya menggunakan kata-kata dalam berkomunikasi dengannya. Tetapi, juga menggunakan beragam bahasa tubuh. Misalnya, menggunakan gestur tangan atau ekspresi wajah. 

Terkait jenis-jenis bahasa tubuh, dilansir dari buku Guide To Managerial Communication: Effective Business Writing and Speaking karya Mary Munter, ada lima jenis bahasa tubuh yang biasa digunakan untuk memaparkan. Antara lain postur tubuh, gerak tubuh, gestur tangan dan lengan, ekspresi wajah, dan kontak mata. Nah, dalam berpresentasi, kita tentunya menggunakan kelima bahasa tubuh tersebut. 

Nah, sama seperti tips sebelumnya, tak ada salahnya juga berlatih terlebih dahulu. Kita latih setiap bahasa tubuh tersebut. Di depan cermin, kita utarakan hal-hal yang ingin kita sampaikan dalam presentasi dengan memperagakan bahasa-bahasa tubuh yang sesuai. Misalnya, untuk menegaskan suatu hal, bisa menggunakan gestur tangan.  Bila ada bahasa tubuh yang terlihat kaku atau kurang sesuai, maka kita bisa memperbaikinya. 

TIP 4: GAYA BAHASA DISESUAIKAN DENGAN TARGET KONSUMEN

Agar video memperkenalkan produk menjadi lebih komunikatif sekaligus agar lebih menarik sehingga memudahkan audiens mengikutinya, sebenarnya perlu juga menyesuaikan gaya bahasa dengan target konsumen. Umpamakan, target konsumen yaitu kalangan anak muda. 

Kamu bisa menggunakan bahasa-bahasa khas anak muda. Misalnya, kata gue, lu, btwfyi, dan kepo. Dapat menyelinginya dengan kata-kata berbahasa Inggris. Misalnya, meanwhile atau but. Sedangkan bila target konsumen berasal dari berbagai kalangan usia, maka sebaiknya gunakan bahasa yang lebih formal. Misalnya, menggunakan kata Anda. 

TIP 5: JELASKAN MANFAAT-MANFAAT PRODUK

Orang umumnya sebenarnya lebih mudah mengingat manfaat-manfaat produk daripada spesifikasi-spesifikasi produk. Dengan demikian, dalam video memperkenalkan produk, materi presentasi sebaiknya didominasi oleh manfaat-manfaat produkyang bisa dirasakan oleh konsumen. Hindari juga menjelaskan spesifikasi produk secara mendetail tanpa disertai menjelaskan manfaat nyatanya. 

Misalnya, menjelaskan bahwa produk smartphone dilengkapi kamera berfitur AI terbaru. Namun, tak menjelaskan apa sesungguhnya manfaatnya untuk konsumen. Dengan trik ini, produk yang kita jual akan diingat oleh banyak orang. Untuk sisa materi dalam video, bisa diisi dengan testimoni, informasi harga, contact person, alamat kantor, akun YouTube, akun Instagram dan sebagainya. 

Demikian, beberapa tips membuat video memperkenalkan produk agar komunikatif. Dengan menerapkannya,  orang menjadi lebih nyaman menyimaknya sehingga mereka  lebih tertarik membelinya. Semakin besar ketertarikan orang terhadap suatu produk, maka akan semakin besar pula peluang mereka untuk membelinya. (*/)

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Rahadian

Sarjana hubungan internasional yang kecanduan menulis artikel dan berbisnis kreatif.