Sports

THE MINIONSWATI, HARAPAN BARU GANDA PUTRI INDONESIA

Setelah berhasil menjuarai ajang Malaysia Open Super 750, pasangan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti menjadi asa baru bagi masa depan badminton Indonesia di sektor ganda putri. Gimana, sih perjalanan mereka bisa sampai juara? Yuk, simak artikel di bawah ini, Civs!

title

FROYONION.COM - Baru-baru ini, Badminton Lovers tanah air dikejutkan oleh pasangan ganda putri Indonesia yakni Apriyani Rahayu dan Siti Fadia Silva Ramadhanti. Pasalnya, pasangan yang baru debut tiga bulan yang lalu ini berhasil keluar sebagai juara di ajang Malaysia Open Super 750 yang digelar di Axiata Arena, Kuala Lumpur Malaysia.  

Mereka keluar sebagai juara usai mengalahkan wakil asal China,  Zheng Shixian/Zheng Yu dengan skor dramatis 21-18, 12-21, dan 21-19. Tentunya pasangan ini menjadi juara setelah penantian panjang selama 55 tahun. Pasangan ganda putri Indonesia terakhir kali menjadi juara di ajang yang sama yakni Retno Kustijah/Minarti yang keluar sebagai juara pada tahun 1967.

Gelar juara Malaysia Masters sendiri merupakan gelar pertama mereka sejak debut dalam turnamen BWF World Tour. Sebelumnya, pasangan Apri/Fadia menjadi Runner Up di ajang Indonesia Masters Super 500 setelah kalah di partai final dari pasangan ganda putri peringkat satu dunia asal China lainnya, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan.

Tidak hanya itu, lho. Pasangan yang dijuluki The Minionswati ini juga berhasil keluar sebagai juara dan menyumbang medali emas bagi Indonesia di ajang Sea Games 2021 yang di gelar di Vietnam bulan mei lalu.

Hebatnya lagi, selama mengikuti turnamen Superseries, Apri/Fadia telah sudah mengalahkan setidaknya tujuh pasangan top 10 dunia. Pastinya keberhasilan mengalahkan pasangan-pasangan top dunia tersebut, tidak termasuk pasangan terbaik dari Indonesia yakni pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang saat ini masih menempati peringkat tujuh dunia. Kan nggak mungkin kalo Apriyani mau ngalahin dirinya sendiri hehe.

Adapun daftar pasangan top 10 dunia yang udah berhasil menjadi “korban” pasangan Minionswati, nih :

1.    Chen Qing Chen/Jia Yi Fan (China), world ranking 1

2.    Lee So Hee/Shin Seung Chan (Korea), world ranking 3

3.    Nami Matsuyama/Chiharu Shida (Jepang), world ranking 5

4.    Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (Jepang), world ranking 6

5.    Jongkolphan Kithitharakul/Rawinda Prajongjai (Thailand), world ranking 8

6.    Gabriela Stoeva/Stevani Stoeva (Bulgaria), world ranking 9

7.    Pearly Tan/Tinaan Muralitharan (Malaysia), world ranking 10

Sebelum berpasangan dengan Fadia, kita pastinya udah pada tahu, dong kalo Apriyani sempat berpasangan dengan Greysia Polii yang baru-baru ini mengumumkan untuk gantung raket. Pasangan Greysia dan Apri pernah menduduki peringkat tertinggi yakni peringkat tiga dunia. Nggak tanggung-tanggung, pencapaian tertinggi yang udah Greysia/Apri capai selama berpasangan adalah medali emas di ajang olimpiade yang di gelar di Tokyo bulan Agustus 2021 lalu.

Kunci sukses kemenangan Apri/Fadia selama ini tentunya tidak terlepas dari  fokus, komunikasi yang baik, serta peran pelatih mereka sendiri, Civs. Pelatih ganda putri Indonesia, Enghian, mengatakan, bahwa, memang pasangan Minionswati ini masih banyak yang harus dibenahi. Terutama kontrol emosi, pola permainan, dan komunikasi saat di lapangan. 

Meski begitu, lanjut pelatih yang juga dikenal dengan nama Koh Didi ini, Apri sudah mampu mengayomi rekan sekaligus juniornya tersebut di lapangan. Hal ini tentunya udah ia pelajari selama berpasangan dengan Greysia Polii. Bahkan Apri juga nggak segan-segan untuk membantu menenangkan Fadia untuk keluar dari tekanan yang diberikan oleh lawan. Ini membuktikan kalau Apri sudah menjelma menjadi sosok senior yang mengayomi, tidak hanya bagi Fadia, tapi juga untuk junior-junior lain. 

Saat ini, Apri/Fadia sedang masih fokus untuk mengejar ranking dan membangun chemistry, serta pola permainan mereka agar tidak mudah dipelajari oleh lawan.

Kita doakan semoga pasangan Apri/Fadia tetap konsisten, ya, Civs. Nggak lupa juga untuk terus dukung atlet-atlet Indonesia lain, ya! (*/)

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Annisa Paramadina Rahmi

Mahasiswa nyambi freelancer