Romelu Lukaku berpeluang untuk memberikan trofi kedua bagi Inter Milan pada musim ini setelah melalui performa yang tidak maksimal bersama Chelsea pada musim lalu.
FROYONION.COM - Kepindahan Romelu Lukaku ke Chelsea pada musim 2021/2022 sempat menarik perhatian. Penampilan konsisten Lukaku selama dua musim berseragam Inter Milan membuat Chelsea tertarik untuk kembali memulangkan mantan penyerangnya tersebut ke London Barat. Tidak tanggung-tanggung, Chelsea sampai merogoh kocek 97,5 juta Poundsterling untuk mendatangkan bintang asal Belgia tersebut ke Stadion Stamford Bridge.
Biaya yang dikeluarkan Chelsea untuk mendatangkan Lukaku memecahkan rekor transfer tim pada musim tersebut. Meskipun demikian, performa yang ditampilkan Lukaku pada kali kedua dirinya berseragam The Blues justru jauh dari ekspektasi biaya transfer yang sudah dikeluarkan.
Situasi yang tidak mengenakkan inilah yang membuat Lukaku kembali pulang ke Italia pada musim 2022/2023. Inter Milan kembali memulangkan Lukaku ke Stadion Giuseppe Meazza dengan status pinjaman dari Chelsea.
Biaya yang dikeluarkan jauh dari apa yang diterima Inter ketika transfer sebelumnya. Inter Milan hanya perlu mengeluarkan biaya 6,7 juta Poundsterling untuk kembali memulangkan mantan penyerangnya tersebut.
Kepindahan Lukaku ke Chelsea pada musim 2021/2022 merupakan kali kedua dirinya berseragam The Blues. Periode pertama Lukaku bergabung bersama Chelsea terjadi pada 2011 hingga 2014.
Periode pertama Lukaku bergabung dengan Chelsea lebih banyak dihabiskan dengan tim lain. Semenjak didatangkan dari RSC Anderlecht, Lukaku lebih banyak dipinjamkan ke tim lainnya, yaitu di West Bromwich Albion pada musim 2012/2013 dan Everton pada musim 2013/2014. Praktis, Lukaku hanya bermain sebanyak sebelas kali bersama Chelsea dan tidak mencetak satupun gol, sebelum akhirnya dipermanenkan oleh Everton pada musim 2014/2015.
Ekspektasi tinggi muncul pada periode kedua Lukaku kembali ke Stadion Stamford Bridge. Performa yang luar biasa selama dua musim berseragam Inter Milan, ditambah harga fantastis yang harus dibayarkan Chelsea untuk kembali memulangkan mantan penyerangnya tersebut membuat harapan para suporter terhadap Lukaku semakin tinggi. Akan tetapi, realita yang terjadi di lapangan justru jauh dari apa yang diharapkan.
Pada musim 2021/2022, Lukaku bermain sebanyak 44 kali untuk Chelsea di semua kompetisi. Cedera yang sempat dialami Lukaku pada musim lalu membuat dirinya beberapa kali harus menepi dari lapangan hijau. Selain itu, kondisi kenyamanan Lukaku di Chelsea yang kerap kali dibandingkan dengan ketika dirinya berada di Inter Milan juga seringkali mempengaruhi performanya ketika bermain.
Secara produktivitas, jumlah gol yang dicetak oleh Lukaku bersama Chelsea jauh menurun jika dibandingkan dengan musim sebelumnya. Dilansir dari laman Transfermarkt, Lukaku selalu mencetak 30-an gol setiap musimnya ketika dua musim berseragam Inter Milan. Pada musim 2019/2020, Lukaku berhasil mencetak 38 gol di semua kompetisi. Sementara itu, pada musim berikutnya, Lukaku berhasil mencetak 30 gol dari tiga kompetisi berbeda yang dia ikuti bersama Inter Milan.
Hal berbeda justru terjadi ketika Lukaku berseragam Chelsea pada musim 2021/2022. Jumlah gol yang dicetak Lukaku bersama tim asal London Barat tersebut jauh menurun. Dari 44 pertandingan yang dimainkan di semua kompetisi, Lukaku hanya berhasil menyumbang 15 gol saja bagi Chelsea. Situasi inilah yang membuat ekspektasi tinggi yang disandarkan kepada Lukaku tidak seperti yang diharapkan ketika musim 2021/2022 berakhir.
Setelah mengalami kondisi yang kurang baik bersama Chelsea, kini Lukaku mulai menemukan performa terbaiknya setelah kembali berseragam Inter Milan pada musim ini dengan status pinjaman. Keran gol yang sempat terhambat pada musim sebelumnya mulai mencair ketika dirinya berseragam il Nerazzurri.
Meskipun torehan gol Lukaku pada musim ini belum banyak mengalami peningkatan, akan tetapi jumlah laga yang dimainkan tidak sebanyak musim sebelumnya. Cedera yang dialami Lukaku pada awal musim sempat membuat dirinya harus absen dalam beberapa laga yang dimainkan oleh Inter Milan.
Hingga penghujung musim 2022/2023, Lukaku sudah bermain sebanyak 35 kali di semua kompetisi yang diikuti oleh Inter Milan. Dari semua penampilannya tersebut, Lukaku berhasil mencetak 14 gol. Jumlah gol ini berkemungkinan akan bertambah, sebab Inter Milan masih memainkan beberapa laga sisa hingga berakhirnya musim.
Lukaku turut berkontribusi mengantarkan Inter Milan meraih juara Coppa Italia pada musim ini. Lukaku bermain 32 menit pada laga final Coppa Italia, ketika Inter Milan berhasil mengalahkan Fiorentina dengan skor tipis 2-1.
Selain itu, Inter Milan masih berpeluang meraih double winner pada musim ini. Inter Milan akan memainkan laga final UEFA Champions League pada Minggu, 11 Juni 2023, menghadapi jawara Premier League Inggris, Manchester City.
Setelah menjalani musim yang cukup baik bersama Inter Milan, nasib Lukaku ke depannya masih belum jelas. Status pinjaman Lukaku yang akan berakhir beberapa bulan lagi memungkinkan dirinya untuk kembali berseragam Chelsea pada musim depan.
Meskipun demikian, Lukaku masih berkesempatan memberikan satu trofi lagi bagi Inter Milan pada musim ini. Jika berhasil mengalahkan Manchester City di final UEFA Champions League, hal ini tentu akan menjadi kado perpisahan yang baik bagi Lukaku untuk Inter Milan jika harus kembali berseragam Chelsea pada musim depan. Apalagi, terakhir kali Inter Milan memenangkan trofi paling bergengsi di benua Eropa tersebut terjadi tiga belas tahun lalu, saat tim il Nerazzurri asuhan Jose Mourinho berhasil mengalahkan Bayern Munchen dan menjadi juara UEFA Champions League pada musim 2009/2010. (*/)