Sports

GEORGES ST-PIERRE: ANDALAN ELON MUSK UNTUK TUMBANGKAN MARK ZUCKERBERG

Elon Musk menatap serius pertarungannya melawan Mark Zuckerberg dengan menjadikan salah seorang legenda UFC, Georges St-Pierre sebagai pelatihnya.

title

FROYONION.COMPerseteruan antara Elon Musk dengan Mark Zuckerberg berlanjut ke dalam tahap yang serius. Kedua penguasa teknologi terkemuka di dunia ini dirumorkan akan saling beradu pukul satu sama lain di dalam ring. Kabar ini semakin meyakinkan setelah Elon Musk maupun Mark Zuckerberg yang mulai terlihat aktif melakukan latihan beladiri. 

Tidak hanya sekedar latihan biasa, baik Elon Musk maupun Mark Zuckerberg juga mengajak para ahli untuk melatih mereka. Mark Zuckerberg diketahui akan menjalani latihan bersama petarung asal Dagestan yang tidak pernah terkalahkan selama karir profesionalnya, Khabib Nurmagomedov. Petarung yang memiliki julukan The Eagles tersebut bahkan mengundang langsung Mark Zuckerberg untuk datang langsung ke Dagestan dan menjalani latihan bersama dirinya. 

Hal serupa juga dilakukan oleh Elon Musk. Dilansir dari laman Sportskeeda, pemilik Tesla ini diketahui sudah menjalani latihan bersama salah satu legenda UFC lainnya yang pernah memenangkan dua sabuk juara di dua kelas berbeda, Georges St-Pierre. Kebersamaan mereka bahkan diposting oleh Georges St-Pierre dalam akun instagram pribadinya, @georgesstpierre. 

Lalu, siapakah Georges St-Pierre yang dipercayakan oleh Elon Musk untuk melatih dirinya? 

BERSENTUHAN DENGAN DUNIA BELADIRI SEJAK USIA DINI 

Lahir pada 19 Mei 1981 di Saint-Isidore, Canada, Georges St-Pierre mulai bersentuhan dengan dunia beladiri sejak usia dini. Dilansir dari laman Gspofficial.com, petarung yang memiliki julukan Rush ini pertama kali dikenalkan seni beladiri Kyokushin Karate pada usia tujuh tahun. Tidak lama kemudian, Georges St-Pierre pun mulai menekuni seni beladiri asal Jepang tersebut. 

Tidak butuh waktu lama bagi petarung yang kerap disapa GSP ini untuk menjadi ahli dalam beladiri Kyokushin Karate. Pada usia 12 tahun, GSP berhasil meraih sabuk hitam sekaligus level tertinggi bagi seseorang yang menekuni beladiri ini. Setelah menguasai Kyokushin Karate, GSP pun memutuskan untuk menekuni beberapa seni beladiri lainnya. 

Inspirasi GSP untuk menjadi petarung yang menguasai banyak seni beladiri hadir ketika dirinya menyaksikan fighter berkebangsaan Brazil, Royce Gracie dalam gelaran UFC 1 pada 1993. GSP pun termotivasi untuk bisa menjadi yang terbaik dari versi dirinya sendiri. 

Setelah menguasai Kyokushin Karate, GSP mulai menekuni beberapa seni beladiri lainnya, seperti Brazilian Jiu Jitsu (BJJ), tinju dan gulat. Tidak sekedar menekuni saja, GSP juga berhasil mendapatkan sabuk hitam BJJ yang menjadi bukti kemampuan dirinya dalam menguasai seni beladiri tersebut. 

Berhasil menguasai beberapa cabang seni beladiri, GSP pun memutuskan untuk memulai kiprahnya sebagai petarung mixed martial arts (MMA) pada usia 16 tahun. 

MENJADI LEGENDA DI UFC 

Setelah menjadi petarung MMA di level amatir pada usia 16 tahun, GSP memiliki kesempatan untuk bertarung bersama salah satu promotor terbaik di dunia, Ultimate Fighting Championship atau UFC. GSP menjalani debut bersama UFC dan pertama kali bertarung di octagon dalam gelaran UFC 46 pada 31 Januari 2004. Pada laga debutnya tersebut, GSP berhasil menang angka mutlak atas petarung berkebangsaan Armenia, Karo Parisyan. 

Total sebelas tahun waktu yang dihabiskan oleh GSP dalam karir profesionalnya bersama UFC. Dalam perjalanannya tersebut, GSP sempat rehat selama empat tahun dari octagon setelah memutuskan pensiun pada 2013. Petarung berkebangsaan Canada tersebut kembali bertarung di octagon pada 2017 sebelum akhirnya kembali memutuskan pensiun dari karir profesionalnya sebagai petarung MMA pada awal 2019. 

Selama bertarung bersama UFC, GSP berhasil meraih sabuk juara di dua kelas berbeda. Prestasi ini membuat GSP menjadi salah satu petarung UFC yang berhasil meraih dua sabuk juara di dua kelas berbeda, sama halnya seperti Conor McGregor, Henry Cejudo dan Jon Jones. 

Sabuk juara pertama berhasil diraih GSP setelah dua tahun berkarir profesional di UFC. GSP berhasil meraih sabuk juara di kelas Welterweight UFC pada 2006. GSP mengalahkan petarung berkebangsaan Amerika, Matt Hughes dalam gelaran UFC 65 pada 16 November 2006. 

GSP sempat kehilangan sabuk juaranya usai dikalahkan oleh Matt Serra dalam gelaran UFC 69 pada 7 April 2007. Tidak butuh waktu lama, beberapa bulan kemudian GSP berhasil merebut kembali sabuk juara di kelas Welterweight UFC dengan mengalahkan Josh Koscheck dalam gelaran UFC 74 pada 25 Agustus 2007. Gelar juara di kelas Welterweight UFC ini berhasil dipertahankan hingga dirinya memutuskan pensiun dari dunia MMA. 

Sabuk juara kedua yang berhasil didapatkan oleh GSP setelah dirinya memutuskan kembali bertarung di octagon pada 2017. GSP berhasil mengalahkan petarung berkebangsaan Inggris, Michael Bisping dalam gelaran UFC 217 pada 4 November 2017 dan merebut sabuk juara di kelas Middleweight UFC. Partai ini sekaligus menjadi pertandingan terakhir GSP dalam karir profesionalnya sebagai petarung MMA. 

Berkat penampilan gemilangnya selama berkarir sebagai petarung MMA, GSP mendapatkan penghargaan UFC Hall of Fame pada 24 September 2021 dan masuk dalam jajaran elit petarung yang ada di seluruh dunia. 

IDOLA KHABIB NURMAGOMEDOV 

Penampilan gemilang GSP sebagai petarung MMA membuat dirinya cukup digemari oleh para fighter lainnya. Salah satu fighter yang cukup mengidolakan GSP adalah salah satu petarung UFC Hall of Fame lainnya, Khabib Nurmagomedov. 

Khabib seringkali menyebutkan bahwa GSP merupakan salah satu petarung favorit dari mendiang ayahnya yang sekaligus menjadi pelatihnya, Abdulmanap Nurmagomedov. Khabib juga menjadikan GSP sebagai salah satu sosok yang dia saksikan dalam proses dirinya menjadi seorang petarung MMA. 

Pertarungan antara GSP melawan Khabib Nurmagomedov sebenarnya sempat akan terjadi pada 2019 silam. Akan tetapi, kedua fighter tersebut menolak untuk ikut andil dalam pertarungan yang sudah direncanakan oleh UFC tersebut. Momen ini pula yang menjadi salah satu penanda akhir karir dari GSP sebagai petarung profesional bersama UFC. 

Meskipun demikian, pertemuan antara GSP dengan Khabib Nurmagomedov bisa saja terjadi jika pertarungan antara Elon Musk vs Mark Zuckerberg benar terlaksana. Jika GSP mendampingi Elon Musk dan Khabib berada di sisi Mark Zuckerberg, bukan tidak mungkin kita akan melihat pertarungan keahlian dari kedua fighter legendaris UFC ini, tidak di dalam octagon, namun dari dua sisi arena yang berbeda. (*/)

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Irfan Jumadil Aslam

Freelance content writer yang memiliki minat untuk mendalami dunia olahraga.