Sports

DANCESPORT: BEGINI FAKTA DANSA SEBAGAI CABANG OLAHRAGA!

Dua atlet dancesport remaja menjadi buah bibir senegara setelah tampil di sekolah mereka. Apa sih dancesport? Yuk baca sederet fakta soal cabang olahraga yang lumayan asing di Indonesia ini, Civs.

title

FROYONION.COM - Beberapa waktu lalu video yang memperlihatkan aksi dua orang siswa SMPN 1 Ciawi, Bogor sedang berdansa di halaman sekolah jadi perbincangan masyarakat. 

Aksi dansa yang direkam dalam video berdurasi 15 detik itu seketika viral di media sosial. Kedua pelajar tersebut dianggap sebagai generasi rusak karena “katanya” sudah terpengaruh budaya asing. Padahal mereka menari bukan sembarang menari, Civs.  Keduanya adalah sepasang atlet dancesport

Padahal faktanya kedua siswa bernama Kesya Aditya Putra dan Devina Anindita tersebut sengaja diberikan kesempatan oleh pihak sekolah untuk tampil di acara pentas seni peringatan ulang tahun sekolahnya. Keduanya adalah peraih medali emas cabang olahraga dancesport di Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat 2022 (PORPROV)

Menanggapi viralnya video tersebut, melalui akun Instagramnya Agnez Mo berkomentar “Please find me these two kids so I can PERSONALLY congratulate them. Punya prestasi itu membanggakan kok, bukan sesuatu yang harus disembunyikan atau bahkan dibikin ‘malu’. Aduuuh.. Mau gimana generasi muda mau termotivasi, kalau caranya gini…”. 

Kalimat pujian senada diungkapkan oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim melalui unggahan Instagramnya yang menuliskan: "Bangga sekali dengan Kesya Aditia Putra Winardi dan Devina Anindita dari SMP 1 Ciawi yang bisa menari sekeren ini."

Okay, back to the topic..

FAKTA SEPUTAR DANCESPORT

Ternyata oh ternyata dansa atau dancesport ini adalah salah satu cabang olahraga yang sudah lama diakui loh, Civs. 

Dancesport sendiri memiliki organisasi tingkat dunia bernama World Dancesport Federation (WDSF). Sementara cabang olahraga dancesport di Indonesia dinaungi oleh organisasi Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI).

Olahraga ini memadukan gerakan tarian (dansa) dan olahraga. Tidak mudah memperagakan dancesport karena selain harus memiliki stamina dan kebugaran yang tinggi, atlet harus dapat memiliki fokus, kerjasama tim, keanggunan, gaya, komunikasi dengan pasangan dan kemampuan menginterpretasikan musik. 

Unsur kompetisi pada dansa pertama kali ditambahkan oleh pengusaha asal Prancis, Camille de Rhynal bersama penari lainnya. Saat itu dansa cuma dibagi jadi dua aliran yaitu dansa sosial dan olahraga dansa. 

Kejuaran dansa tingkat dunia pertama kali diadakan tahun 1936 di Nad Nauheim, Jerman dan diikuti 15 pasang penari dari 15 negara di tiga benua, Civs. Tapi sayangnya perkembangan dancesport surut akibat terjadinya Perang Dunia II.

Nah terus apa sih bedanya aliran dansa sosial dan dansa olahraga?

Tentu terdapat perbedaan antara dansa sosial dan dansa olahraga atau dancesport yang dijadikan sebagai kompetisi. 

Dansa yang sering kita lihat di film-film berlatar tahun 80-an di pesta-pesta perkawinan adalah jenis dansa sosial. Tidak ada aturan-aturan yang mengikat dari organisasi tertentu, gerakannya lebih santai bahkan bisa dilakukan sambil mengobrol, contohnya yang bisa kita lihat di Film Enola Holmes 2, hehe. 

Sementara itu, dalam dancesport para atlet harus berlatih berjam-jam sehari agar bisa melakukan gerakan tarian dengan benar. Dansa yang dilakukan juga memiliki teknik dan aturan tertentu yang dibuat berdasarkan silabus yang ketat. Tentunya ada beberapa kriteria penilaian tertentu dari dansa ini.

Kiprah indonesia dalam kompetisi dancesport dimulai sejak 25 tahun yang lalu, cukup lama juga. Kontingen Indonesia telah berlaga pada kompetisi dancesport sejak tahun 1998 pada ajang Asia Games, Thailand. 

Saat itu Indonesia mengirimkan dua pasang perwakilannya yakni Erwan dan Yulia pada kategori standard serta Djaka dan Minarni di kategori latin. Meski belum berhasil meraih medali namun semenjak saat itu sejarah dancesport di Indonesia dimulai.

Perjuangan Indonesia buat meraih medali di ajang Internasional nggak mudah, Civs. Sampai tahun 2013, Indonesia masih belum berhasil meraih medali dari cabang olahraga ini. 

Akhirnya setelah penantian dan perjuangan panjang selama 21 tahun akhirnya seorang atlet bernama Dwi Cindy Desyana berhasil meraih medali emas dalam kategori B-Girl Adult di SEA Games 2019 Filipina. 

Namun, sayangnya kemenangan ini tidak dianggap sah oleh panitia akibat cabang lomba tersebut hanya diikuti oleh dua peserta, ya jadi nggak memenuhi syarat untuk diakui di kalsemen gitu deh, Civs. 

Penolakan memasukkan medali ke dalam klasemen ini disampaikan satu bulan kemudian melalui surat oleh Ramon Suzara, Chief Operating Officer PHISGOC.

Dancesport ini terbagi menjadi beberapa kategori seperti:

  • International style Latin: Samba, Cha cha, Rumba, Paso Doble, Jive
  • American Smooth: Waltz, Tango, Foxtrot, Viennese Waltz
  • Carribean mix: Salsa, Merengue, Bachata
  • International style standard: Waltz, Quickstep, Slow foxtrot, Viennese waltz, dan Tango. 

Kesimpulannya dansa yang diperagain sama dua siswa SMPN 1 Ciawi ini masuk dalam jenis olahraga ya Civs. Bahkan olahraga ini sudah resmi diakui secara global. 

Pastinya nggak mudah untuk menorehkan prestasi seperti mereka. Perlu kerja keras dan banyak pengorbanan. Alangkah baiknya kita terus dukung dan hargai prestasi adik-adik penerus bangsa ini selagi masih dalam hal yang positif ya. 

Mungkin dari mereka-mereka inilah medali-medali emas dancesport untuk Indonesia akan diraih. Semoga akan terus ada kabar baik dari dunia Olahraga Indonesia di kancah internasional. Salam olahraga! (*/)

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Tiara Nabilah Islami

Calon orang kaya raya baik hati