Tips

INILAH CARA TEPAT MENULISKAN SERTIFIKAT DI CV

Wahai pemburu sertifikat dan pejuang pencari kerja. Jangan lagi asal menuliskan sertifikat di CV karena ada cara yang bisa lo lakukan supaya lolos diterima kerja. Selengkapnya, baca di sini, Civs!

title

FROYONION.COMBukan namanya mahasiswa kalau nggak punya kebiasaan yang unik. Kali ini soal kebiasaan memiliki seabreg koleksi sertifikat. Umumnya, sertifikat didapatkan dari hasil menghadiri seminar, workshop, perlombaan sampai menjadi tanda bukti pernah mengabdi di salah satu organisasi kampus.

Bahkan, ada yang bilang kalau semakin banyak sertifikat berarti semakin membuka peluang karir yang diimpikan. Seperti halnya tren bekerja di industri kreatif Indonesia yang membuat mahasiswa maupun fresh graduate juga nggak kendor untuk menjadi pemburu sertifikat supaya nantinya bisa dicantumkan di CV.

Mirisnya, anggapan tersebut sebenarnya sia-sia. Bukan karena keberadaan sertifikat yang nggak ada faedah alias manfaatnya. Namun, lo sebagai seorang yang barangkali pernah menjadi pemburu sertifikat, mulai saat ini harus membuka mata hati bahwa tak sembarang sertifikat yang lo punya bisa menjadi nilai tambah yang ada di CV, Civs!

Gue pun masih ingat dan merasakan hal yang sama ketika dahulu masih menjadi mahasiswa. Yang bikin heran, kok bisa sih termakan anggapan kakak tingkat untuk harus punya banyak sertifikat biar gampang diterima kerja. Padahal, mau diterima atau nggak ya tergantung dalam memilih sertifikat yang sesuai dan kembali lagi kepada kemampuan yang sesuai.

Selain itu, belum lama ini juga muncul konten video milik akun TikTok @taurusceriaa yang memperlihatkan dirinya merasa kecewa karena memiliki banyak sertifikat, namun sedikit sekali peluangnya untuk mendapatkan kerja. Kalau gini kan, jadi ikutan sedih.

Menyambung kejadian itu, menurut Teddy Diego, Career Coach di TerminalHRD, seperti dilansir dari kanal YouTube pribadinya, bahwa boleh saja melampirkan sertifikat ke dalam CV, namun harus memilih sertifikat yang tepat, misalnya kegiatan training atau pelatihan yang berhubungan dengan bidang kerja nantinya. Begitu, Civs.

Sampai sini, mungkin lo merasa dilema. Di satu sisi, sertifikat dibutuhkan untuk menjadi nilai plus CV, tapi di sisi lain ternyata nggak sembarangan melampirkan sertifikat. Bukannya untung malah jadi buntung. Tapi, daripada makin bingung memilih seritifkat apa aja yang cocok, lebih baik simak penjelasan lebih lanjut di bawah ini, Civs!

KALAU REKRUTER NGGAK MINTA SERTIFIKAT, YA NGGAK USAH

Mengkaget, kan? Beberapa rekruter mengingikan sertifikat sebagai syarat melamar pekerjaan. Tapi, jika ada rekruter yang nggak wajib mensyaratkan lo untuk mencantumkan sertifikat di CV, ya mending nggak usah. Daripada nantinya rekruter memberikan asumsi yang nggak sesuai dengan bidang kerja yang lo pilih.

Namun, jika rekruter menerapkan syarat pertama yakni mewajibkan melampirkan sertifikat, maka pastikan lo nggak sembarang memilih sertifikat. Biasanya, lo diwajibkan melampirkan sertifikat untuk menunjang bidang yang dipilih, misalnya sertifikat tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) atau sertifikasi tertentu yang dapat menunjukkan keterampilan lo.

Hal tersebut penting untuk lo pahami, terlepas dari pihak rekruter yang mewajibkan atau nggak mensyaratkan sertifikat ketika melamar kerja, supaya peluang untuk mendapatkan pekerjaan juga menjadi lebih besar, Civs.

JANGAN SEMBARANG MEMILIH SERTIFIKAT

Mungkin terlihat sepele, ya? Sepertinya tanpa ada peringatan ini juga para fresh graduate pun kerap asal memilih sertifikat untuk ditulis di CV. Hal tersebut berlaku juga untuk lo yang pernah menjadi pemburu sertifikat, alias berpengalaman punya banyak koleksi sertifikat. 

Nah, kenapa dibilang seperti itu? Pasalnya, nggak semua dokumen yang disebut sebagai sertifikat itu sesuai dengan bidang pekerjaan yang akan lo lamar, Civs. Apalagi, kalau lo salah menulis sertifikat di CV yang nggak sesuai dengan bidang yang lo lamar, gimana dong? Ya pastinya peluang lolos bakalan lebih kecil.

Sekarang, rekruter sudah paham memilih kandidat dengan memiliki sertifikat yang sesuai dan yang asal-asalan memajang sertifikat di CV. Sebagai contohnya, ketika lo ingin melamar kerja di posisi sebagai Digital Marketer maka tulislah sertifikat tentang pelatihan digital marketing yang pernah lo hadiri.

PILIH SERTIFIKAT YANG MEMPERLIHATKAN KETERAMPILAN LO

Nah, poin yang satu ini juga mirip-mirip dengan penjelasan sebelumnya untuk melampirkan sertifikat yang juga memperlihatkan keterampilan yang lo punya, Civs. Semakin ke sini, rekruter semakin cermat memilih kandidat mana yang punya keterampilan ekstra di bidang pekerjaan yang akan dilamar dan kandidat yang hanya sekadar punya keterampilan.

Misalnya, lo akan melamar pekerjaan pada posisi Content Writer dan menuliskan dalam sertifikat yang menunjukkan kepiawaian lo ketika menulis artikel blog dengan menerapkan kaidah SEO dasar. Terlebih, ada skor yang semakin menunjukkan jelas kelebihan lo. Dijamin, rekruter juga bakal lebih tertarik dengan lo, Civs.

PAMERKAN SERTIFIKAT YANG MEMPERLIHATKAN PRESTASI LO

Soal berbagai prestasi yang pernah lo raih, jangan malu untuk dipamerkan di CV. Entah itu prestasi yang dilakukan dan berhubungan dengan bidang akademik maupun nonakademik.  Tapi, kalau berkaitan dengan workshop atau proyek kuliah, gimana? Nah, ini juga menjadi nilai tambah untuk sertifikat yang lo tulis di CV.

Eh, tapi jika sertifikat yang berasal dari kehadiran lo saat mengikuti seminar, apakah bisa dikatakan juga sebagai prestasi? Sayangnya, sedikit sekali rekruter yang menerima sertifikat kehadiran sebagai peserta seminar. Karena sertifikat jenis ini nggak mencantumkan detail terkait prestasi atau keteramplan yang lo miliki.

Namun, jangan khawatir apabila lo merasa prestasi yang dimiliki masih sedikit. Sebagai alternatifnya, lo bisa mengikuti perlombaan atau kompetisi. Mumpung masih banyak waktu luang, kenapa nggak dilakukan? Tapi, alangkah lebih baiknya mengikuti perlombaan yang sesuai dengan karir lo kedepannya. Bukannya ikut lomba menyanyi tapi karir yang lo inginkan malah menjadi Web Developer. Ya nggak nyambung.

JANGAN SALAH MENULIS SERTIFIKAT UNTUK DICANTUMKAN DI CV

Setelah lo selesai memilih sertifikat mana yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang akan dilamar. Saatnya, lo menulis sertifikat yang cocok untuk dicantumkan di CV. Caranya bagaimana? Pertama, mulailah dengan menuliskan nama lengkap seusai dengan KTP yang lo punya. Jangan pakai nama panggilan ya!

Kedua, tulislah nama penerbit sertifikat berupa lembaga atau organisasi yang mewadahi sertifikasi yang lo miliki. Namun, hal yang lo perlu perhatikan adalah hindari sebisa mungkin dari kesalahan menulis atau typo yang sering kali terjadi. Aneh kan, jika sertifikat yang lo punya ternyata terdapat kesalahan tulisan di nama penerbit?

Dan yang ketiga, tulislah tanggal yang sesuai dengan kapan diterbitkannya sertifikat. Mulai dari tanggal, bulan dan tahun berapa sertifikat tersebut terbit. Waspada juga karena sebagian dari sertifikat memiliki batas waktu yang berlaku. Biasanya, sertifikat jenis ini menunjukkan keterampilan yang telah lo miliki dan diterbitkan dari lembaga sertifikasi resmi.

Gimana, jadi paham kan, bagaimana menuliskan seritifikat di CV? (*/)

BACA JUGA: SUSAH DAPET KERJA? COBA TULIS CV LO DENGAN CARA ALA GOOGLE RECRUITERS INI!

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Lukman Hakim

Penulis lepas yang menuangkan ide secara bebas tapi tetap berasas