Potensi Diri

DAMPAK ‘HUSTLE CULTURE’ BAGI KESEHATAN MENTAL ANAK MUDA DAN CARA MENGATASINYA

Hustle culture dalam bekerja kadang bikin lo jadi mengalami yang namanya masalah kesehatan mental. Hal ini biasanya terjadi pada mereka yang kantornya sering menerapkan overwork atau overtime secara terus menerus.

title

FROYONION.COM - Saking banyaknya pekerjaan, kadang lo sampai enggak sempat istirahat atau tidur yang cukup. Cara kerja semacam ini disebut juga dengan hustle culture. Tujuannya sih emang bagus, supaya lo punya banyak portofolio dan tampak progresif. Namun, kalau terus-menerus, cara kerja kayak begitu nggak bagus buat kesehatan fisik dan mental lo.

Pada episode ke-116 Frodcast, Froyonion berbincang dengan Satriya Adhiguna, founder startup BagiKata. Bagi Kata adalah sebuah platform buat lo yang ingin bercerita atau konseling perihal hiruk pikuk pekerjaan atau kehidupan pribadi.

Startup non-profit BagiKata didirikan pada 2016 oleh Baskara Putra “Hindia” dan Satriya Adhiguna atau yang biasa dipanggil dengan Rio. Keduanya pernah aktif di Askfm dan menyadari bahwa menjadi pendengar atau pemberi jawaban yang baik ternyata turut memberikan dampak baik pada lawan bicaranya.

Rio mengamini bahwa beberapa perusahaan atau agency masih memberikan tanggung jawab kerja yang berlebihan kepada karyawannya. Hal tersebut bisa berpengaruh pada kesehatan mental mereka, dan pengaruh tersebut bisa berujung pada kinerja mereka yang jadinya enggak bisa maksimal.

BagiKata kerap aktif di Line Official dan website BagiKata. Rio mengatakan bahwa bersama BagiKita, mereka memfokuskan pada bagaimana orang-orang memiliki kesehatan mental yang stabil. Sampai saat ini BagiKata memiliki 130 ribu followers di Line Official dan 10 ribu pengunjung website.

BACA JUGA: MENCIPTAKAN LINGKUNGAN KERJA YANG KONDUSIF DAN BAIK BAGI KESEHATAN MENTAL

BAHAYA SELF-DIAGNOSE

Rio mengatakan bahwa melakukan self-diagnosis yang banyak dilakukan oleh anak muda dinilai bagi berbahaya. “Lo enggak bisa percaya 100% sama informasi yang ada di internet,” kata Rio. “Informasi tersebut belum tentu benar. Lo enggak boleh banyak menelan informasi tersebut bulat-bulat.”

Self-diagnosis bisa bikin lo mengamini hal yang belum tentu benar. Dengan melakukan kesalahan di tahap pendefinisian masalah, lo bakal salah juga melakukan treatment lanjutannya untuk mengatasi masalah tersebut. Ada baiknya lo melakukan konseling dengan profesional jika masalah yang sedang lo hadapi lo rasa cukup serius.

Di BagiKata, lo bisa bercerita tanpa takut di-judge. Rio mengaku turut senang ketika ada audiens yang mengabarkan bahwa telah berhasil dari masalah kesehatan mental yang dialami dan tidak melakukan bunuh diri.

Lo bisa ikutan melakukan curhat online secara gratis. Nanti lo cerita atau curhatan lo bakal diberikan balasan atau tanggapan oleh handler yang diawasi oleh psikolog. Lo pun bisa melakukan konseling ke psikolog dengan harga yang terjangkau.

Konseling offline dengan psikolog per sesi (selama 1 jam) di BagiKata cukup Rp.300.000-Rp.400.000; melakukan konseling online lewat video cukup Rp.149.000; dan konseling online lewat chat dengan psikolog cukup Rp.79.000. BagiKata turut menyediakan konseling hubungan, bisa pasangan suami istri, pacar, maupun orang tua dan anak. Konseling hubungan cukup dengan Rp.249.000. 

MENJAGA KESEHATAN MENTAL SUPAYA STABIL

Banyak orang mulai menyadari pentingnya menjaga kesehatan mental. Pengetahuan terkait hal ini bisa bikin lo mengatasi masalah kesehatan mental dengan lebih baik. Rio turut merekomendasikan tontonan yang bikin lo merasa senang supaya kesehatan mental lo tetap stabil.

“Kita mesti pintar dalam membagi waktu dalam menjalani hobi,” ucap Rio. “Misalnya dengan berolahraga, menonton live music, ataupun keluar rumah seminggu sekali.”

Terkait pilihan aktivitas yang ingin lo jalani, lo sendiri tentu lebih mengetahui hal apa yang lo suka. Saat ini pun Rio mengaku bahwa dia menghindari oversharing dan menggunakan fitur close friends supaya hati lebih tenang.

“Pandemi turut membuat jam kerja menjadi berantakan,” kata Rio. “Banyak yang mengalami yang namanya hustle culture. Bahkan pernah ada kasus ada anak agency yang overwork hingga meninggal.”

Rio menyayangkan bahwa terdapat beberapa kantor agency yang masih seperti itu. Zaman sekarang pun orang yang mendatangi psikolog kerap mendapat stigma negatif. Padahal cewek maupun cowok tetap bisa merasakan yang namanya sedih ataupun depresi. Justru dengan datang ke psikolog, lo bisa menyelesaikan masalah yang lagi lo hadapi satu per satu.

So, enggak perlu merasa takut untuk melakukan konseling ke psikolog. Semua orang berhak lepas dari masalah yang sedang dihadapi dan menjalani kehidupan yang bahagia. (*/)

BACA JUGA: EFEK POSITIF DARI ‘BDSM’ BAGI KESEHATAN MENTAL YANG BELUM LO KETAHUI

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Fadhil

Content writer Froyonion, suka pameran seni dan museum, sesekali naik gunung