Pop

SCI-FI SHORT FILM ‘TETHERS’ : PREMIS RINGAN TENTANG PERJALANAN WAKTU

Matthew Steele Finley menggarap sebuah film pendek yang berjudul ‘Tethers’. Film ini mengisahkan sebuah perjalanan waktu di masa lalu untuk mengubah masa depan.

title

FROYONION.COM - Pernah nggak sih lo ingin mengubah masa lalu agar tidak terjadi sesuatu di masa depan nanti? Pernah kepikiran untuk menjelajahi waktu nggak?

Selama ini, banyak orang beranggapan bahwa perjalanan waktu adalah bagian dari plot film fiksi ilmiah. Namun, menurut Brian Greene (profesor fisika dan matematika dari Columbia University), perjalanan waktu bisa dilakukan di dunia nyata. 

Namun, kita tidak dapat membuktikannya sendiri karena kita hanya warga sipil biasa yang hanya menjalani kehidupan sebagaimana mestinya. Kita juga tidak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang nanti.

Itulah mengapa lo harus nonton film pendek ‘Tethers’, biar lo ngerti kenapa masa lalu nggak bisa diubah seenaknya.

Matthew Steele Finley menggarap sebuah film Sci-Fi yang berjudul ‘Tethers’. Film yang hanya berdurasi kurang lebih 5 menit ini ditulis oleh Jonathan Horne dan James Legg yang ditayangkan di channel YouTube Dust.

Film ini menceritakan seorang wanita bernama Anna yang diperankan oleh Abigail Williams. Ia melakukan perjalanan waktu untuk menyelamatkan nyawa wanita lain yaitu Rachel yang diperankan oleh Alicia Kelley. 

Berawal dari Anna yang melakukan perjalanan waktu itu untuk menyelamatkan Rachel dengan menggunakan mesin waktu. Ia tahu risikonya akan berbalik kepada Anna sendiri, mengingat Rachel ternyata adalah ibunya.

Anna tahu kalau ia akan menghilang di dunia ini ketika ia telah berhasil mengubah masa lalu ibunya. Namun ternyata ibunya tidak melakukan hal yang dikatakan Anna. Terlihat di akhir cerita tidak terjadi apa-apa terhadap Anna dan ekspresinya yang menunjukkan keputusasaan.

Kembali ke konteks awal tentang perjalanan waktu. Dalam film yang sangat singkat ini, digambarkan bahwa melakukan perjalanan waktu di masa lalu tidak akan mengubah apapun, sekalipun itu bisa dilakukan. 

Manipulasi temporal dan perjalanan waktu yang  telah Anna temukan hanya membuang waktu Anna. Cerita yang disuguhkan mengingatkan kita bahwa yang telah terjadi biarlah terjadi.

Menurut Albert Einstein pada tahun 1935, salah satu konsep utama untuk perjalanan waktu ke masa lalu adalah 'lubang cacing' (worm hole). Lubang ini seperti jembatan yang menghubungkan satu ruang lokasi ke lainnya.

“Tapi sekali lagi, kita tidak tahu jika lubang cacing benar-benar ada atau tidak, dan apakah bisa dilalui atau tidak. Ada terlalu banyak ketidakpastian di sini, dan kebanyakan dari kami berpendapat bahwa Anda tidak akan bisa menggunakan lubang cacing ke masa lalu. Tapi teori ini masih belum bisa diabaikan,” ucap Brian Greene di acara World Science Festival.

Kita mungkin juga bisa menemukan teknologi untuk melakukan perjalanan waktu di masa lalu seperti film ‘Tethers’, namun kita tidak bisa mengubah apapun yang telah terjadi. Kalau masa lalu bisa diubah, kiamat pasti tertunda terus dong, haha. 

Menurutku kalau memang masa lalu benar-benar bisa diubah, akan terjadi penyimpangan yang akan mengubah total takdir yang telah tertulis. Masa depan orang lain juga akan berpengaruh, seperti anime ‘Tokyo Revengers’. Semua berubah total dan akan ada masalah baru lagi yang membuat kita ingin merubah masa lalu lagi. Begitu terus sampai mesin waktunya jebol.

Pesan yang gue dapet dari film ini adalah, bahwa sekalipun kalian bisa menjelajah masa lalu, kalian hanya jalan-jalan saja dan tidak bisa mengubah apapun, just time traveler. 

Gue percaya bahwa semua yang telah kita lalui sekarang telah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Kita hanya bisa berusaha sekuat tenaga untuk menyeimbangkan antar tujuan kita dengan garis cerita kita.

Itulah mengapa gue rekomendasiin film ini ke kalian untuk ditonton. Mungkin kalian bisa mendapatkan makna tersirat lainnya dari film ini. (*/)

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Dynasti Savira

Investor Reksadana, pro player Blossom Blast Saga, pegiat hidup monoton, dan penikmat seni tapi bukan air. Motto hidup : Semua masalah pasti akan berlalu, iya berlalu lalang.