Pop

MENGGILA BERSAMA DI 'DOCTOR STRANGE IN THE MULTIVERSE OF MADNESS'

Sudah banyak film rilisan Marvel yang membahas soal multiverse, seperti Spiderman: No Way Home dan Loki. Lalu yang terbaru adalah Doctor Strange in the Multiverse of Madness.

title

FROYONION.COM - Marvel akhirnya merilis Doctor Strange in the Multiverse of Madness secara global. Di Indonesia sendiri, film ini tayang di seluruh bioskop pada tanggal 5 Mei 2022. Film ini merupakan film kedua untuk pahlawan super Dokter Stephen Strange setelah sebelumnya ikut melanglang buana di film Marvel lainnya. Film ini juga menjadi film pertama Marvel Cinematic Universe yang rilis pada tahun ini. 

Film ini berlatar waktu setelah Spiderman: No Way Home yang mana secara tidak langsung, banyak penonton berekspektasi besar pada film ini. Pasalnya, kedua film ini mengusung tema yang sedang hype di kalangan fans Marvel yakni Multiverse

Cukup menarik juga karena beberapa elemen di dalam film ini bisa dibilang fresh karena belum pernah muncul sepanjang Marvel Cinematic Universe. Untuk itu, mungkin ini sedikit ulasan dari saya. Tenang, tidak akan ada spoiler alert karena review ini akan berfokus pada filmnya. Don’t spoil the multiverseCivs!

MARVEL TAPI HOROR?!

Kita mulai dari genre. Bisa dibilang 65% dari film ini adalah horor. Yap, kalian ngga salah baca. Horor. Pada awalnya aku sendiri sedikit skeptis. Karena genre ini baru di MCU yang identik dengan superhero keren tanpa ada unsur kengerian maupun ketegangan. Apa bisa, film superhero apalagi produksi Marvel memberikan nuansa horor. Namun, Sam Raimi, selaku sutradara film mampu mengeksekusi itu dengan baik.

Perlu diketahui bahwa Sam Raimi merupakan sutradara trilogi Spiderman yang diperankan Tobey Maguire. Selain itu ia juga pernah menggarap film horor ternama lainnya. Sebut saja Evil DeadDrag Me to Hell, dan Darkman. Bermodalkan 2 pengalaman tersebut, yakni menggarap film superhero dan horor, Sam Raimi mampu membawa ketegangan pada film ini dengan porsi yang tepat. Ngga kurang, ngga kebanyakan, tapi tetap kerasa. 

Jumpscare-jumpscare-nya sendiri ngga lebay dan dengan timing yang tepat. Ini menjadi nilai lebih Doctor Strange in the Multiverse of Madness karena cukup sukses menjadi film MCU pertama yang bergenre horor.

Selain itu Sam Raimi menggunakan beberapa ciri khas yang “Sam Raimi” banget. Mulai dari jumpscarecamera movement, atau sesederhana fade in-fade out transition. Kalian yang pernah menonton film-film yang digarap Sam Raimi dan peka pasti bakal nyeletuk “Oh, ini sih gayanya Sam Raimi!”

PERFORMA CIAMIK PARA AKTOR

Selanjutnya para karakter. Dokter Stephen Strange kembali diperankan oleh Benedict Cumberbatch, Wanda atau Scarlet Witch yang diperankan oleh Elizabeth Olsen dan segudang aktor dan aktris kejutan lainnya. Hampir semua karakter memerankan perannya dengan sangat baik. Honorable mention untuk Elizabeth Olsen dan Xochitl Gomez. Elizabeth Olsen benar-benar menjadi Scarlet Witch, bukan hanya Wanda. Xochitl Gomez sendiri memerankan American Chavez, karakter yang untuk pertama kali diperkenalkan di film MCU. Setiap pemeran memberikan performa terbaiknya sebagai aktor dan aktris.

STORYLINE-NYA GIMANA?

Sekarang kita masuk ke bagian storyline. Tempo dari film ini bisa dibilang agak ngebut. Sebenarnya hal ini tidak begitu mengejutkan, melihat runtime yang berdurasi 2 jam 6 menit namun berani mengusung cerita yang bisa dibilang cukup rumit. Ceritanya sendiri mengharuskan kalian untuk sedikit-sedikit menonton series Marvel seperti Wanda Vision dan series animasi What if..? yang tersedia di Disney+ Hotstar agar mampu memahami alur ceritanya secara optimal.

Secara sinema, itu merupakan kelemahan dari fim ini. Beberapa orang yang tidak pernah menonton seriesnya akan cukup kebingungan dengan beberapa kejadian di dalam filmnya. Namun, anehnya, itu juga menjadi nilai plus karena hal itu yang menjadikan film ini menjadi set up untuk film-film MCU selanjutnya.

Naskahnya sendiri agak terasa lemah. Beberapa dialog terasa berlebihan atau bahkan kurang. Begitu pula dengan adegannya. Satu dua adegan terasa tanggung atau bahkan bingung mau dibawa kemana. Untungnya, adegan-adegan tersebut bukan adegan yang krusial. Namun semua itu dapat teratasi dengan performa luar biasa para aktor yang sudah gue bahas sebelumnya. 

VISUAL DAN SCORING YANG OKE BANGET

Dari judul filmnya kita tahu bahwa film ini akan membawa kita ke berbagai semesta yang tentunya, di pikiran para fans akan memiliki visualisasi yang berbeda-beda. Sam Raimi dan tim berhasil memenuhi ekspektasi itu.

Mulai dari color grading semesta yang berbeda-beda namun nyaman dimata mengingat film ini merupakan film pertama Marvel yang memperkenalkan banyak universe secara life action. Belum lagi CGI-CGI yang luar biasa kerennya. Monster, fight scene, set lokasi, semuanya digarap dengan epic. Marvel tidak pernah gagal dalam menyajikan CGI yang memanjakan mata. Tentunya hal itu menjadi nilai plus Marvel yang tidak ada duanya.

Apa artinya visual yang bagus tanpa scoring yang baik pula. Untuk scoring film ini digarap oleh Danny Elfman. Scoring ini juga bisa dibilang merupakan karya terbaik beliau di tahun ini. Bagaimana tidak, untuk sekelas film superhero dengan genre horor, scoring tersebut sudah melebihi ekspektasi. Kengerian dan ketegangan akan membuat para penonton duduk kencang-kencang diberbagai adegan. Sebuah perasaan aneh yang muncul ketika film Marvel. Serius.

Overall, film Doctor Strange in the Multiverse of Madness menjadi film MCU yang unik karena tidak memakai formula MCU pada umumnya. Banyak langkah berani yang diambil oleh Kevin Fiege selaku presiden Marvel Studio dan Sam Raimi selaku sutradara yang menjadikan film ini berbeda dan worth it untuk ditonton. 

Langkah-langkah itu sendiri juga akan berdampak pada proyek-proyek Marvel selanjutnya, entah itu film maupun series, melihat film ini merupakan set up jangka panjang. Banyak karakter yang akan meneruskan arc-nya di Marvel. Secara personal film ini mendapat nilai 7,5/10 dari gue. Bukan rating yang tinggi, tapi keunikannya akan selalu melekat dipikiran para fans setia Marvel.

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Fandy Sulthan

Peracik kata, penikmat dunia 3 dimensi dan pengagum rahasiamu