Pop

6 PELAJARAN YANG BISA DIPETIK DARI DRAMA ‘EXTRAORDINARY ATTORNEY WOO’

Drama ‘Extraordinary Attorney Woo’ menjadi salah satu drama Korea yang paling banyak dibicarakan saat ini. Di balik kejenakaannya, ternyata terdapat pelajaran berharga yang dapat kita petik, lho. Simak artikel berikut, yuk!

title

FROYONION.COM - “Woo to the Young to the Woo!”

Hayoo, siapa yang bacanya sambil bernada?

Jadi, kalimat di atas merupakan potongan dari salah satu scene di drama korea Extraordinary Attorney Woo. Drama yang bercerita tentang seorang pengacara penyandang spektrum autisme bernama Woo Young Woo ini berhasil meraih rating tinggi dan menjadi drama yang paling banyak dibicarakan saat ini, Civs! Selain itu, banyak pihak yang mengapresiasi drama ini karena berani mengangkat topik yang tak biasa, yakni autisme, sehingga mendorong masyarakat untuk memiliki kesadaran bahwa anak autis mampu bersaing dengan orang normal lain di tengah keterbatasan. Autisme sendiri merupakan kondisi kesulitan dalam berkomunikasi maupun bersosialisasi. 

Drama yang diperankan oleh Park Eun Bin ini punya alur cerita yang berbeda dan cukup ringan dengan drama korea yang bergenre hukum lainnya, meskipun sempat mendapatkan kritik pedas karena dianggap terlalu mengada-ngada atau fiktif yang tidak menggambarkan autisme dengan sempurna.

Namanya juga drama, pasti ada sesuatu yang didramatisir, iya nggak, Civs? Selain punya alur cerita yang unik, drama Extraordinary Attorney Woo ini punya pelajaran positif yang bisa kita ambil, lho. Yuk simak artikel berikut, Civs!

1. STOP DISKRIMINASI

Young Woo kerap kali mendapatkan perlakuan buruk dari masyarakat dan teman-temannya. Bahkan, di hari pertama ia bekerja di firma hukum Hanbada. Jung Myeong Seok sempat meragukan Young Woo dan berkeinginan untuk menolaknya meskipun ia tahu bahwa Young Woo merupakan mahasiswa hukum terbaik di kampusnya. Ia dianggap tidak kredibel dan juga diremehkan.

Berbeda dengan Lee Jun Ho, ia tidak pernah memperlakukan Young Woo berbeda. Di pertemuan mereka yang pertama, ia membantu Young Woo yang saat itu kesulitan untuk melewati pintu putar, hingga bersedia meluangkan waktu di jam istirahat hanya untuk mendengarkan Young Woo bercerita tentang obsesinya terhadap paus. Ia juga berusaha untuk menutupi keberadaan Young Woo yang mengidap spektrum autisme.

2. KESEMPATAN SAMA 

Akibat diskriminasi yang dialaminya, Woo Young Woo kesulitan mendapatkan pekerjaan di setiap firma hukum yang ia lamar, meskipun ia merupakan lulusan terbaik dari universitas ternama.

Hal itu tidak membuat CEO Hanbada ragu akan kemampuan Young Woo. Hingga akhirnya, CEO Hanbada tersebut memberikannya kesempatan untuk bergabung sebagai pengacara. Dengan adanya kesempatan ini, Young Woo menunjukkan kemampuan dalam menangani kasus kliennya. 

3. PERSAINGAN SEHAT

Selain diskriminasi, Young Woo juga dituding bisa masuk ke firma hukum Hanbada melalui jalur orang dalam. Hal ini didasari oleh kecurigaan Kwon Min Woo yang curiga karena Young Woo masuk ke Hanbada setelah proses rekrutmen resmi selesai.

Kemudian Kwon Min Woo mencoba mempengaruhi karyawan Hanbada lain untuk menjatuhkan Young Woo yang dianggapnya sebagai saingan beratnya. Akan tetapi, usaha tersebut digagalkan langsung oleh CEO Hanbada. 

Selain Kwon Min Woo, Choi Soo Yeon yang merupakan rekan kerja segaligus teman Young Woo sewaktu kuliah juga awalnya merasa iri terhadap Young Woo. Pada akhirnya, ia tetap mengakui kecerdasan dan kemampuan Young Woo. Di balik mulut pedasnya, Soo Yeon masih memiliki rasa simpati terhadap Young Woo serta tidak pernah ragu untuk membantunya ketika mengalami kesulitan. Bahkan saat Young Woo dituduh masuk Hanbada karena nepotisme, Soo Yeon pun dengan lantang membelanya. 

4. STOP PERUNDUNGAN

Saat remaja, Young Woo kerap kali mengalami perundungan dari teman-teman sebayanya di sekolah. Tidak hanya dirundung secara lisan, tetapi juga secara fisik. Untuk menghindari hal tersebut, Young Woo selalu bersembunyi ketika jam istirahat, bahkan ia sampai bersembunyi di pos satpam. Tidak tahan melihat perlakuan teman-teman kelas melakukan perbuatan jahat terhadap Young Woo, Dong Geu Rami, teman sekelasnya, membuka suara untuk membelanya. 

Sejak saat itu, perundungan terhadap Young Woo pun berkurang, bahkan Young Woo selalu mengikuti ke manapun Rami pergi. Walaupun memiliki watak yang berbeda jauh, keduanya kemudian menjadi sahabat baik hingga saat ini.

Ketika keduanya bertemu satu sama lain, mereka memiliki salam yang khas dan menjadi salah satu scene ikonik dalam drama ini. Woo to the Young to the Woo, Dong to the Geu to the Rami!

5. MENGAKUI KESALAHAN

Jung Myeong Seok, atasan Young Woo di Hanbada yang awalnya meragukan kemampuan Woo Young Woo, kemudian mencoba menguji kemampuannya tersebut dengan memberi kasus pertama bagi Young Woo.

Kasus tersebut mengharuskan Young Woo menangani wanita tua dan suaminya yang menderita demensia. Berkat analisanya yang brilian, ia pun berhasil menyelesaikan kasus tersebut dengan baik.

Berkat keberhasilannya tersebut, tidak butuh waktu lama, Myeong Seok pun akhirnya menyadari kemampuan Young Woo. Myeong Seok merasa malu sudah meremehkan dan langsung meminta maaf pada Young Woo. Sejak saat itu, ia tidak bisa lepas dari Young Woo dan hampir selalu mempercayakan setiap kasus pada Young Woo.  

6. SUPPORT SYSTEM

Terlahir sebagai anak yang spesial, membuat Woo Young Woo harus berjuang ekstra termasuk untuk mendapatkan pekerjaan impiannya. Saat dituding masuk Hanbada melalui jalur orang dalam, Young Woo merasa hancur dan tidak layak bekerja sebagai pengacara di salah satu firma hukum terbaik tersebut. Beruntung, ia memiliki sosok Ayah, sahabat, dan rekan kerja yang menjadi support system bagi dirinya sehingga ia mampu untuk bangkit kembali.

Itulah beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari drama Korea yang lagi rame saat ini, Civs. Semoga dengan adanya drama ini bisa lebih membuka mata kita terhadap anak-anak penyandang autis ya. Tetaplah bersikap baik terhadap sesama, Civs! (*/)

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Annisa Paramadina Rahmi

Mahasiswa nyambi freelancer